Tony Cairoli: Persaingan Akan Lebih Terbuka

Antonio “Tony” Cairoli menilai persaingan di Kejuaraan Dunia MXGP 2021 bakal jauh lebih sengit menyusul banyaknya kroser potensial.

Tony Cairoli: Persaingan Akan Lebih Terbuka

Kroser Tim Red Bull KTM De Carli Factory Racing tersebut memang sudah 35 tahun. Namun, Cairoli dinilai masih salah satu kroser top dunia saat ini. Kendati berat, musim ini Cairoli siap mengejar gelar juara dunia ke-10 atau yang ketiga di kelas tertinggi, MXGP.

Pada MXGP 2020 lalu, kroser asal Sisilia, Italia, tersebut hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen akhir. Adalah cedera lutut yang memaksanya melakukan operasi kecil yang membuat Cairoli kesulitan bertarung.

Kini, juara dunia motocross sembilan kali – MX2 2005, 2007; MX1 2009, 2010, 2011, 2012, 2013; MXGP 2014, 2017 – tersebut mengaku siap menghadapi MXGP 2021 yang akan dimulai di Orlyonok, Rusia, 13 Juni mendatang.

Cairoli sendiri baru bisa kembali berlatih di atas motor pada Februari lalu. Ia mengaku kondisi fisiknya tidak menemui kendala berarti.

Tony Cairoli, Red Bull KTM Factory Racing

Tony Cairoli, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Ray Archer

“Lutut saya sudah baik-baik saja. Saya mudah saja berlatih di atas motor. Prioritas pertama adalah memperbaiki kondisi fisik, tidak banyak berlatih di atas motor. Ini juga dikarenakan kalender yang berubah-ubah. Intinya, kondisi saya jauh lebih baik,” ujar Cairoli.

Musim lalu, Cairoli mampu memenangi tiga Grand Prix (GP) dan hanya dua race. Tetapi, dalam kondisi yang kurang fit karena cedera, Cairoli masih mampu naik 12 podium lainnya (masing-masing enam podium kedua dan ketiga).

Cairoli memperkirakan persaingan perebutan gelar MXGP 2021 masih akan melibatkan nama-nama top dalam dua musim terakhir. Namun untuk pemenang race, kroser yang sudah memenangi 179 race kelas MXGP sejak 2007 itu menyebut bakal lebih banyak.

“Termasuk para kroser pendatang baru seperti Thomas Kjaer Olsen (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing Team) maupun Nathan Watson (Honda SR Motoblouz),” tutur Cairoli.

Untuk perburuan gelar MXGP, Cairoli menyebut musim ini saatnya bagi Jorge Prado, yang juga rekan setimnya, untuk menunjukkan dirinya mampu.

Juara dunia kelas MX2 2018 dan 2019 itu baru melakukan debut MXGP tahun lalu. Tetapi, ia sudah mampu memenangi tiga GP dan lima race.

Sayang, cedera membuat kroser asal Spanyol, 20 tahun, itu harus absen di empat GP terakhir (delapan race) hingga harus puas finis di P6 klasemen akhir MXGP 2020.

Baca Juga:

“Berikutnya ada Tim Gajser (juara dunia empat kali: MX2 2015 dan MXGP 2016, 2019, 2020), Jeffrey Herlings (kampiun MX2 2012, 2013, 2016 dan MXGP 2018), lalu saya,” kata Cairoli.

Cairoli juga menilai dua kroser Monster Energy Yamaha Factory MXGP Team, Jeremy Seewer dan Glenn Coldenhoff, juga akan kompetitif. Seewer adalah runner-up MXGP dua musim terakhir sedangkan Coldenhoff salah satu kroser sarat pengalaman dengan berbagai merek motor.

“Jadi, akan sangat banyak kroser yang mampu bersaing memperebutkan gelar. Akan lebih banyak lagi bila saya masukkan nama-nama yang berpotensi memenangi race,” tutur Tony Cairoli.      

Tony Cairoli sendiri menyebut mampu atau tidaknya ia bersaing di MXGP 2021 nanti tergantung dari kondisi lututnya. Tahun lalu, ia mengawali musim dengan masalah pada bahu. Saat bahu sudah pulih, cedera lutut menghantamnya.

“Jadi, di MXGP 2020 saya tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik karena rangkaian cedera tersebut. Jika dalam kondisi terbaik, saya yakin mampu merebut kemenangan. Tetapi target saya musim ini tetap juara dunia,” katanya.

 

dibagikan
komentar
Herlings Akan Ubah Taktik

Artikel sebelumnya

Herlings Akan Ubah Taktik

Artikel berikutnya

MXGP Inggris Mulai Buka Reservasi Tiket

MXGP Inggris Mulai Buka Reservasi Tiket
Muat komentar