Watson dan Olsen Berpotensi Mengejutkan di MXGP

Dua kroser debutan, Thomas Olsen dan Ben Watson, diprediksi mampu mengejutkan di MXGP, kelas utama di Kejuaraan Dunia Motocross, tahun ini.

Watson dan Olsen Berpotensi Mengejutkan di MXGP

Baik Thomas Kjer Olsen maupun Ben Watson sama-sama dikenal sebagai kroser tangguh. Sampai musim lalu, keduanya bahkan dinilai sudah terlalu besar untuk kelas MX2 (motor 125 cc 2-tak sampai 250 cc 4-tak) yang terakhir mereka ikuti tahun lalu.

Dengan pengalaman dan tekniknya di sejak kelas MX2, Olsen yang membela Tim Rockstar Energy Husqvarna Factory serta Watson yang memperkuat Monster Energy Yamaha Factory, bisa mengejutkan nama-nama besar di kelas 450 (sebutan lain MXGP).

Olsen dan Watson bakal bertarung melawan Toni Cairoli, juara dunia sembilan kali (MX2 2005, 2007; MX1 2009, 2010, 2011, 2012, 2013; MXGP 2014, 2017), Tim Gajser kampiun empat kali (MX2 2015; MXGP 2016, 2019, 2020), hingga Jeffrey Herlings (85 cc 2008; MX2 2012, 2013, 2016; MXGP 2018).  

Baca Juga:

Musim lalu. Watson dan Olsen masing-masing finis di P5 dan P6 klasemen akhir MX2. Watson mampu memenangi tiga race dan tujuh finis podium lainnya. Kroser asal Inggris, 23 tahun, tersebut juga mampu memenangi dua putaran, Lommel dan Garda Trentino.

Di tim pabrikan Yamaha, Watson beruntung bisa menjadi rekan setim kroser sarat pengalaman, Jeremy Seewer dan Glenn Coldenhoff.  

Seewer, runner-up MXGP 2019 dan 2020, dikenal akan performanya yang konsisten. Coldendoff sudah empat kali memenang lomba MXGP yang sangat berpengalaman mengendarai berbagai merek motor di kelas 450.

“Seewer dan Coldendoff adalah rekan tim terbaik tempat saya bertanya. Mereka sama-sama sukses di MX2 dan mampu melanjutkannya di MXGP. Jadi, saya kira mereka bisa membantu transisi saya ke 450,” tutur Watson.

“Saya memang buta kekuatan calon lawan karena belum pernah bertarung dengan sebagian besar kroser di MXGP. Tapi, itulah yang menjadi tantangan dalam babak baru karier saya ini.”

Thomas Olsen, kroser Tim Husqvarna Factory, saat turun di MX2 Mantova pada 2019. Olsen salah satu kroser muda potensial yang tahun ini naik ke MXGP.

Thomas Olsen, kroser Tim Husqvarna Factory, saat turun di MX2 Mantova pada 2019. Olsen salah satu kroser muda potensial yang tahun ini naik ke MXGP.

Foto oleh: Adriano Dondi

Torehan Olsen juga tidak kalah mentereng. Kroser asal Denmark, dua kali memenang race dan enam kali finis podium lainnya. Seperti Watson, Olsen juga menjadi yang terbaik di dua lomba MX2 2020 lalu, Lombardia dan Citta di Mantova.

Olsen selama dikenal memiliki kecepatan bagus di atas Husqvarna FC 250. Namun, runner-up MX2 2019 tersebut mengaku kerap kesulitan saat start. Ditambah, Olsen kurang berpengalaman turun dengan motor yang lebih besar, Husqvarna FC 450.

“Saya masih harus meningkatkan teknik start karena tidak sering turun dengan motor 450. Saya pun harus menjaga fisik karena tahu lomba di MXGP nanti akan sangat berat,” kata Olsen yang akan mendampingi Arminas Jasikoni di skuad pabrikan Husqvarna di MXGP.

“Namun kami dalam posisi bagus untuk mengawali musim. Posisi berapa pun hasil finis nanti, saya berharap bisa mendapatkan pengalaman dari beberapa lomba awal.”

Kejuaraan Dunia MXGP 2021 akan dimulai di Oss, Belanda, 23 Mei mendatang. Dengan torehannya di MX2, baik Ben Watson maupun Thomas Olsen diharapkan mampu menyaingi nama-nama beken di MXGP seperti Gajser, Seewer, Herlings, Jorge Prado, dan Cairoli.

 

dibagikan
komentar
Jelang Musim 2021, Bos MXGP Terus Pantau Situasi Pandemi

Artikel sebelumnya

Jelang Musim 2021, Bos MXGP Terus Pantau Situasi Pandemi

Artikel berikutnya

Jorge Prado Bikin KTM Waswas

Jorge Prado Bikin KTM Waswas
Muat komentar