Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Reactions
Moto2 Chang

Acosta: Saya Berusaha Podium, tapi Tidak Semua Tergantung Saya

Pedro Acosta harus menunda merebut mahkota juara Moto2 di Buriram meski finis di urutan kedua. Selanjutnya, pembalap Red Bull KTM Ajo harus berusaha agar tidak keluar dari empat besar di Sepang, akhir pekan depan, untuk mengunci titel.

Pedro Acosta, Red Bull KTM Ajo

Meskipun ada pilihan nyata, seperti yang diakui Acosta sendiri menjelang balapan, pada akhirnya kombinasi yang diperlukan tidak terjadi, yang membuat pebalap Ajo-KTM itu sedikit marah.

"Saya tidak marah, saya tahu ini akan sulit karena sangat bergantung pada apa yang akan dilakukan Tony," katanya kepada Motorsport.com. "Sejauh yang saya tahu, saya pergi ke balapan untuk finis pertama atau kedua, itulah yang harus saya lakukan. Itu tidak bisa menjadi kemenangan, saya finis kedua, dan satu podium lagi di saku saya, yang juga penting.”

Meskipun tempat kedua pada Minggu di Buriram adalah hasil yang sangat baik dan, pada akhirnya, Acosta melakukan apa yang harus dia lakukan untuk menjadi juara, tidak dapat mengambil risiko besar pada saat Piala Dunia dimainkan membuat kami tidak tahu apakah dia bisa memberikan sedikit lebih banyak tekanan pada Fermín Aldeguer yang menang dengan sangat baik.

"Kecepatan yang ia tentukan sangat tinggi, tetapi tidak jauh berbeda dengan kecepatan kami, hanya saja pada lima atau tujuh lap pertama ia melakukannya dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan di situlah ia mendapatkan jarak dari kami. Ada satu momen ketika saya melihat papan yang menunjukkan selisih dua detik, saya berpikir 'hari ini bukan harinya'.

“Ia bahkan melaju agak jauh dan saya berpikir, 'Ayo kita coba', tapi saya melebar di tikungan 1 dan kemudian saya berpikir untuk menenangkan diri. Hari itu adalah hari untuk mendapatkan poin dan tidak mengulangi masalah yang kami alami di Australia (ia terjatuh di lap formasi). Itu adalah balapan yang lebih banyak menggunakan kepala daripada hati," jelasnya.

Baca Juga:

Sejak kemunculannya di kejuaraan dunia, Acosta telah dikenal sebagai salah satu pembalap yang 'spesial'. Juara dunia Moto3 di musim pertamanya membuka akses promosi. Tahun lalu, ia telah memenangi balapan di Moto2 (cedera membuatnya tidak bisa meraih gelar juara) dan sekarang, lebih dekat dengan titel. Ini akan jadi perpisahan manis dengan kelas menengah.

Sebelum itu, bocah asal Puerto de Mazarron tersebut ingin menutup kejuaraan, sesuatu yang akan dia raih di Sepang dalam dua minggu, bahkan menyerahkan 13 poin kepada Arbolino, atau dengan kata lain, finis keempat atau lebih baik, apa pun yang dilakukan pembalap Italia itu.

"Pertama-tama kami akan melihat bagaimana kami sampai di Malaysia dan opsi apa yang kami miliki, begitu sampai di sana kami bisa bermimpi untuk melakukan satu hal atau yang lain, sekarang saatnya istirahat selama seminggu yang tentunya penting untuk tenang dan memulai dari awal lagi," ujar sang pembalap sebelum kembali ke Murcia.

"Ya, saya kembali ke rumah, tenang, memikirkan kemungkinan-kemungkinan dan juga tentang apa yang salah dalam beberapa balapan, yang tidak banyak, karena kami sudah cukup banyak naik podium, tetapi kami harus menganalisis ketika kami belum ada di sana untuk selalu berusaha meningkatkan diri.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Dilirik Honda, Aldeguer Tak Buru-buru Promosi ke MotoGP
Artikel berikutnya Practice 1 Moto2 Malaysia: Aldeguer Kembali Tebar Ancaman

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia