Bo Bendsneyder Punya Cara Jitu Hadapi Balapan Pertama Moto2 2021

Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team, Bo Bendsneyder, mengaku memiliki persiapan bagus untuk menghadapi balapan pertama Moto2 2021 di Qatar.

Bo Bendsneyder Punya Cara Jitu Hadapi Balapan Pertama Moto2 2021

Bendsneyder berhasil mengakhiri tes pramusim Moto2 di Qatar di urutan keenam dengan catatan lap terbaiknya, 1 menit 58,904. Ia hanya tertinggal 0,249 detik dari Sam Lowes sebagai tercepat di tes secara keseluruhan.

Setelah tiga musim berakhir dengan hasil mengecewakan, Bendsneyder kini memiliki peluang baru bersama Pertamina Mandalika SAG untuk memperjuangkan kemenangan dan juga gelar.

Ini menjadi kali pertama bagi pembalap yang memiliki garis keturunan Indonesia itu untuk mengendarai motor yang punya kans juara di Moto2. Kesempatan tersebut tentu akan ia manfaatkan sebaik mungkin guna membuktikan kualitasnya.

“Kami sudah melakoni dua hari tes di Valencia, dua hari di Jerez, dan tiga hari di Qatar. Tapi, sayangnya kami tidak memiliki tes seharian penuh di Qatar karena berbagai aturan,” kata Bendsneyder kepada Motorsport.com.

“Kami tidak bisa melahap banyak lap, tapi kami mendapatkan informasi yang berguna untuk balapan akhir pekan ini. Motor juga dapat melaju sangat cepat dan saya berinteraksi lebih baik dengan tim.

“Di awal tahun ini, saya sudah bersama tim di Spanyol selama beberapa pekan, jadi ini tidak sepenuhnya baru. Hal baru adalah motor kami, Kalex, dan saya bisa dengan cepat mengendarainya. Saya merasa sangat bagus dan motor bekerja dengan sangat baik.

“Saya berharap kami bisa memiliki musim yang hebat. Saya tak sabar untuk segera balapan. Tim sangat termotivasi, begitu juga dengan saya. Tapi, kami tidak benar-benar terfokus pada hasil saat ini.”

Baca Juga:

Sebelumnya, Bo Bendsneyder menggunakan motor dengan sasis NTS, yang jika dibandingkan dengan Kalex, jauh tertinggal. Mengendarai motor yang telah membawa banyak pemenang, rider 22 tahun itu optimistis dengan kinerjanya musim ini.

Pria kelahiran Rotterdam, Belanda, itu juga sudah menemukan jurus jitu untuk mengendarai motor barunya demi mencapai kesuksesan.

“Penyesuaiannya tidak terlalu besar. Ini adalah motor juara. Ada banyak motor jenis ini yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Ada banyak informasi tentang motor dan pada dasarnya lebih baik dibandingkan NTS,” kata Bendsneyder.

“Anda harus berkendara dengan sedikit lebih tenang dengan mesin ini dan memastikan Anda membuka gas lebih mulus daripada saat menggunakan NTS. Itu jadi salah satu perbedaan terbesar.”

Di tengah keterbatasan tes pramusim, Bendsneyder juga berhasil menunjukkan peningkatan. Rencana simulasi balap dan kualifikasi juga diselesaikan dengan baik.

“Hari pertama tes di Qatar, lebih mencari setelan terbaik. Kami tak tertinggal jauh, tapi kami tahu apa yang perlu dilakukan. Kami hanya memiliki satu sesi perhari, jadi kami harus menggunakannya dengan optimal. Pada hari terakhir, kami berhasil melakukan peningkatan,” ujar Bendsneyder.

Untuk meningkatkan performanya, Bo Bendsneyder mengatakan hanya perlu meningkatkan kemampuan diri sendiri karena pada dasarnya Kalex sudah bagus.

“Jarak dengan yang terbaik tak terlalu jauh. Saya harus berusaha untuk memiliki lap yang lebih baik. Saya masih mempelajari gaya balap terbaik untuk mengendarai motor ini, yang pasti saya harus mengendarainya dengan mulus. Itu butuh waktu, tapi kami bekerja selangkah demi selangkah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari member di paddock MotoGP, Bo Bendsneyder berkesempatan mendapat vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah Qatar.

“Saya sudah mendapat suntikan dosis pertama dan masih harus menunggu selama dua pekan untuk disuntikkan dosis kedua setelah balapan kedua di Doha,” kata Bendsneyder.

dibagikan
komentar
Bezzecchi Tumpuan Sky Racing Team VR46

Artikel sebelumnya

Bezzecchi Tumpuan Sky Racing Team VR46

Artikel berikutnya

Modal Bagus Red Bull KTM Ajo Hadapi Moto2 2021

Modal Bagus Red Bull KTM Ajo Hadapi Moto2 2021
Muat komentar