Dibebaskan polisi Jepang, Remy Gardner akan balapan di Phillip Island

Remy Gardner akan tampil pada ronde ke-16 Moto2 Australia di Sirkuit Phillip Island. Kendati demikian, ia masih ditahan oleh kepolisian Jepang hingga malam ini.

Seperti telah dilaporkan, Wayne Gardner ditangkap oleh kepolisian di Motegi, atas dugaan insiden kemarahan di jalan raya. Rupanya, putra sang juara dunia GP 500cc 1987, Remy, juga ikut ditangkap.

Dan terungkap pula bahwa alasan penangkapan dikarenakan pembalap berusia 18 tahun itu mengemudikan mobil tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) internasional.

Sempat beredar laporan bahwa Remy tidak akan balapan di Phillip Island, dan posisinya juga akan digantikan oleh Anthony West. Namun, kini tampaknya Gardner akan meninggalkan Jepang malam ini, lalu bertolak menuju Australia esok pagi.

Dan dikonfirmasikan pula, perihal situasi yang dialami Gardner, di mana ia telah mendapatkan dukungan konsuler dari Australia.

“Kami jelas telah menyediakan dukungan konsuler kepada tuan Gardner dan putranya,” ujar Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop kepada Nine Network.

“Detail dari insiden ini telah dilaporkan, tapi kami tidak mampu untuk memverifikasi mereka. Tapi kami melanjutkan dukungan apapun yang kami bisa, ketika dia masih ditahan di penjara.”

Menurut pemberitaan dari harian Australia, The Daily Telegraph, Polisi Prefektur Tochigi merilis pernyataan: "Tersangka kekerasan diduga memegang kerah baju korban dan menimbulkan masalah kemacetan di Hiyama sekitar pukul 8 pagi pada 16 Oktober.

“Wayne Gardner, 57 tahun, ditangkap di lokasi pukul 8.40 pagi... tersangka menyangkal klaim tersebut.”

 

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Moto2
Pembalap Remy Gardner
Tim Tasca Racing Scuderia Moto2
Tipe artikel Breaking news