Dynavolt Intact GP beralih pakai sasis Suter

dibagikan
komentar
Dynavolt Intact GP beralih pakai sasis Suter
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
23 Sep 2016 05.00

Dynavolt Intact GP Team telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan sasis asal Swiss, Suter Racing Technology AG (SRT), selama dua tahun ke depan.

Jonas Folger, Sandro Cortese, IntactGP

Setelah berkompetisi selama empat tahun di Moto2, Dynavolt Intact GP memutuskan untuk beralih dari sasis Kalex ke Suter, dimulai pada musim 2017. Kesepakatan dicapai kedua belah pihak di Aragon pada Kamis (22/9) kemarin.

“Bagi banyak orang, keputusan kami untuk beralih dari Kalex ke Suter tentu akan mengejutkan,” ujar Team Manager, Jurgen Lingg dalam situs resmi tim.

“Alex Giussani (Direktur Teknis SRT) menghubungi saya untuk mengatakan tentang prototipe baru mereka, yang menunjukkan performa sangat baik tapi belum berkesempatan untuk membuktikannya. Dia menjelaskan bahwa mereka (Suter) memiliki ketertarikan besar untuk berkooperasi dengan kami. Dia bertanya kepada saya apakah mereka bisa membuat paket untuk kami.

“Ketika mereka mengungkapkan detail rencana, kami yakin bahwa proyek ini dan Suter-MMX2 akan menjadi formula kemenangan,” paparnya.

Pekan lalu, Jonas Folger telah menguji coba prototipe baru SRT untuk musim 2017 di Sirkuit Valencia, Spanyol. Sedangkan, Sandro Cortese dan Marcel Schrotter akan mendapat kesempatan pertama untuk uji coba dengan motor baru pada November nanti.

“Hasilnya sangat positif dan kami menjadi percaya diri. Walaupun demikian, meninggalkan Kalex adalah keputusan yang sangat sulit. Tidak hanya dari perspektif teknis, tapi juga aspek emosional,” tutur Lingg.

“Kami selalu memiliki hubungan sangat baik dengan seluruh anggota tim Kalex. Namun, kami perlu untuk melihat dari sisi kompetitif dan memilih paket yang tepat bagi kami sebagai tim. Kami sangat mempercayai proyek ini!,” tandasnya.

Suter-MMX2 merupakan model yang sangat menjanjikan dan kompetitif dalam klasemen konstruktor Moto2. Suter pernah mencatatkan kesuksesan merebut gelar konstruktor terbaik selama tiga tahun beruntun, mulai 2010 sampai 2012. Bahkan, mereka juga memenangi gelar juara dunia pembalap bersama Marc Marquez pada 2012.

Artikel Moto2 berikutnya
Nagashima dapat wild card di Moto2 Aragon

Artikel sebelumnya

Nagashima dapat wild card di Moto2 Aragon

Next article

Quartararo naik kelas ke Moto2 pada 2017

Quartararo naik kelas ke Moto2 pada 2017
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Moto2
Tim Dynavolt Intact GP
Penulis Scherazade Mulia Saraswati
Tipe artikel Breaking news