Fernandez Tak Menyangka Kesulitan Sepanjang Moto2 2020

Mengusung ekspektasi tinggi bersama Marc VDS pada Moto2 musim lalu, Augusto Fernandez malah tampil kedodoran.

Fernandez Tak Menyangka Kesulitan Sepanjang Moto2 2020

Fernandez menunjukkan grafik peningkatan performa di Moto2 2019. Lima podium berhasil dikemasnya, termasuk tiga kemenangan, yang kemudian berujung dengan tawaran kontrak dari Marc VDS.

Alih-alih muncul sebagai penantang kuat dalam perebutan gelar juara dunia kategori intermediate, Fernandez justru menghadapi masalah. Mulai dari sindrom kompartemen pada lengan kanannya, hingga cedera kaki kirinya.

Usai keberhasilan mengklaim peringkat kelima dalam klasemen akhir dua tahun lalu, pembalap Spanyol itu pun akhirnya harus puas terlempar keluar dari 10 besar, tepatnya menduduki peringkat ke-13.

“Musim yang berat dan sulit, di mana saya tidak berharap untuk menderita begitu banyak. Setelah tahun 2019 berlalu, saya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Kami bekerja keras, tetapi selalu ada sesuatu yang hilang. Seringkali sangat sedikit, tetapi itu terbukti pada hasil akhir,” tuturnya kepada Motosprint beberapa waktu lalu.

“Sejak tes pramusim pertama, kami mencari klik yang akan membuat saya merasa senyaman musim sebelumnya. Saya telah menyeret kurangnya kepercayaan diri pada motor bersama saya sepanjang tahun, dan itu membuat saya kalah 0,2 detik per lap, yang memisahkan saya dari pertarungan untuk lima besar dan kemenangan.”

Baca Juga:

Dalam upaya menganalisis menurunnya performa, Fernandez tidak ingin serta merta menyalahkan pada pergantian ban depan Dunlop, meski sadar hal tersebut memang mempengaruhi penampilannya.

Selain itu, kesulitan sepanjang Moto2 2020, dinilai sang pembalap telah memberikannya sejumlah pelajaran berharga, modal penting demi menatap kejuaraan Moto2 di masa mendatang.

“Secara mental saya mendapatkan kekuatan. Ada saat-saat yang sangat sulit yang saya atasi berkat dukungan tim. Itu adalah ujian yang bagus, karena bahkan ketika kami mengira berada pada titik di mana keadaan tidak bisa menjadi lebih buruk, itu terjadi,” ucap Fernandez.

“Tidak menyerah dan tiba di Portimao untuk memperebutkan posisi teratas memperkuat kami. Saya yakin jika segala sesuatunya berjalan baik untuk kami di masa depan, itu sebagian karena hal-hal yang telah kami pelajari musim ini.”

 

Kini, Moto2 2021 akan bergulir. Pada tahun keduanya bersama Marc VDS, Fernandez rupanya begitu bersemangat untuk membayar kegagalannya pada 2020. Sebuah target besar pun ditetapkannya.

“Saya memiliki banyak keinginan untuk melakukan penyetelan ulang. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan tahun lalu, tetapi menerapkan apa yang saya pelajari dan memberikan semuanya di trek,” ujarnya.

“Tujuan pertama adalah segera memulihkan diri. Itu berarti melakukan pekerjaan yang baik di pramusim untuk tiba di Qatar dengan basis yang kokoh dan tanpa keraguan.

“Saya benar-benar ingin menjadi kompetitif lagi, memenangi balapan dan bertarung untuk kejuaraan dunia. Ini adalah rencana saya pada 2021. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk bisa memenangi kejuaraan dunia.”

Augusto Fernandez, Marc VDS Racing

Augusto Fernandez, Marc VDS Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Kalex Raja Sasis Moto2

Artikel sebelumnya

Kalex Raja Sasis Moto2

Artikel berikutnya

Baldassarri Hampir Putus Asa di Moto2 2020

Baldassarri Hampir Putus Asa di Moto2 2020
Muat komentar