Gardner: Saya Tidak Punya Cara Konvensional Naik ke MotoGP

Remy Gardner mendapat nasihat dari Jack Miller agar berkonsentrasi dalam perebutan gelar Moto2 2021. Pembalap muda asal Australia itu akan lebih diperhitungkan di grid MotoGP 2022 kalau menyandang predikat juara dunia Moto2.

Gardner: Saya Tidak Punya Cara Konvensional Naik ke MotoGP

Wakil Red Bull KTM Ajo makin dekat dengan impiannya melompat ke MotoGP. Gardner baru saja menandatangani kontrak bersama pabrikan motor Austria untuk membela tim di kategori utama mulai musim depan.

Ia akan berjuang bersama Tech3 KTM , kemungkinan sebagai pengganti Iker Lecuona yang mempertontonkan performa jauh di bawah ekspektasi musim ini. Kamis (3/6/2021), pemuda 23 tahun itu mendapat kehormatan berada satu panggung dengan bintang-bintang MotoGP.

 “Sebuah impian yang jadi nyata bagi saya setelah berjuang bertahun-tahun agar bisa masuk ke MotoGP dan ya, itu tak mudah, tapi pada akhirnya, saya berhasil. Saya tidak sabar menunggangi iblis, tapi sekarang, kami masih harus fokus pada pekerjaan, bertarung untuk kejuaraan kelas Moto2,” katanya.

“Saya kira itu tidak akan memengaruhi saya. Tapi saya tidak yakin hingga kontrak ditandatangani. Untuk sekarang, tidak ada perubahan, kami masih harus mendorong dan menghadapi balapan di depan kami.”

Kontrak itu merupakan imbalan atas prestasinya yang mengesankan di Moto2. Di tahun keenamnya berjuang dalam Moto2, setelah ditampung Red Bull KTM, Gardner baru dapat kesempatan memperebutkan titel.

Baca Juga:

“Saya kira saya tidak punya cara paling konvensional untuk naik ke MotoGP. Saya mengalami tahun-tahun berat. Di Moto3, sangat mengerikan. Saya hanya mendapat poin sekali sepanjang musim. Pada Moto2, mungkin tidak punya perangkat sama dengan pembalap lain saat itu, jadi sangat berat,” ia menjelaskan.

“Pada akhirnya, tahun-tahun sulit itu membuat saya lebih tangguh di atas motor secara mental dan fisik. Saya kira itu bertambah pada akhirnya.

“Sejujurnya ketika punya perangkat pada 2019, saya belum siap menang balapan karena melakukan kesalahan dari waktu ke waktu, tapi itu bukan tahun pertama saya balapan di depan. Jadi, itu seperti sebuah pengalaman baru bagi saya.

“Pada 2020, saya seperti bekerja untuk diri sendiri, bekerja dengan tim dan pada akhir 2020, kami bekerja dengan baik untuk membawa itu pada musim ini. Pastinya, itu tidak mudah tapi saya berhasil naik ke kelas besar.”

Ketika dimintai pendapat tentang rekan setimnya, Fernandez, Gardner memberi komentar positif dan menilai musuh utamanya itu mampu naik ke MotoGP.

Saat ini, ia mengumpulkan nilai 114, selisih enam poin dari Fernandez. Musim ini masih akan berlangsung lama, jadi segala kemungkinan bisa terjadi.

“Saya yakin dia tidak akan punya masalah kalau dia bisa memanjat. Dia cepat, bertalenta dan itu kenapa bagus bagi saya berbagi garasi dengannya,” Gardner menandaskan.

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sementara itu, kompatriot Gardner yang sedang mengecap periode keemasan di MotoGP, Jack Miller, memberi peringatan tentang beratnya level rivalitas di kelas atas. Ia meminta agar pembalap muda tersebut datang ke MotoGP dengan status juara dunia Moto2.

“Itu tidak nyata untuknya. Saya sangat gembira,” ujar pilot Ducati itu. “Dia harus bekerja keras, berangkat ke Moto3, kemudian kembali ke Kejuaraan Spanyol di Moto2, lalu dengan Tech3 dan bekerja keras demi bisa dapat keempatan berikutnya, tahun depan di MotoGP adalah terobosan besar baginya.

“Hal terpenting baginya sekarang sudah diselesaikan sehingga dapat fokus menyelesaikan kejuaraan di Moto2 dan tampil sebagai juara dunia. Itu akan bagus baginya, serta berita fantastis dari Australia, punya pembalap lain yang bisa ditonton.”

dibagikan
komentar
Hasil FP1 MotoGP Catalunya: Aprilia Menjanjikan, Yamaha Stabil
Artikel sebelumnya

Hasil FP1 MotoGP Catalunya: Aprilia Menjanjikan, Yamaha Stabil

Artikel berikutnya

Rins: Ini Sangat Mengecewakan

Rins: Ini Sangat Mengecewakan
Muat komentar