Gresini Berperan Penting atas Sukses Terbesar Moriwaki

Midori Moriwaki mengenang suksesnya di Moto2 lebih dari satu dekade lalu yang tidak lepas dari bantuan Fausto Gresini.

Gresini Berperan Penting atas Sukses Terbesar Moriwaki

Midori Moriwaki mengaku terpukul mendengar berita wafatnya Fausto Gresini pada Selasa (23/2/2021) lalu setelah terpapar Covid-19 sejak sebelum liburan Natal lalu.

Wanita asal Jepang yang kini memiliki tim di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK), MIE Racing Honda Team, tersebut menyebut Gresini lebih dari sekadar rekan kerja sama.

“Saya sangat terkejut sekaligus sedih mendengar kabar kematiannya. Fausto Gresini bukan hanya sahabat, kolega, dan orang penting yang selalu dibutuhkan lingkungannya. Saya merasa terhormat pernah bekerja sama dengannya,” ujar Moriwaki lewat pernyataan resmi.

Musim 2010 menjadi debut kelas baru di Kejuaraan Dunia Balap Motor, Moto2. Saat itu, Moto2 menggantikan kelas 250 cc bermesin 2-tak. Mesin Moto2 saat itu seragam dan dipasok Honda (600 cc) sampai 2018. Tetapi, sasis bebas dikembangkan setiap tim.

Baca Juga:

Fausto Gresini saat itu memutuskan turun dengan nama tim Gresini Racing Moto2 dengan menggandeng Moriwaki Engineering Co. Ltd sebagai pembuat sasis. Kala itu, Midori Moriwaki memimpin divisi balap Moriwaki.

Toni Elias yang saat itu memperkuat Gresini Racing akhirnya keluar sebagai kampiun Moto2 edisi pertama setelah sasis Moriwaki MD600 andalannya memenangi tujuh balapan, delapan podium, dan tiga pole position, dari 17 lomba yang diikuti.

Itulah satu-satunya gelar Moriwaki sebagai pembuat sasis Moto2 karena kemudian Kalex mendominasi.

“Itu masih satu-satunya sukses terbesar Moriwaki yang mungkin tidak bisa kami raih tanpa peran dan bantuan Fausto Gresini. Saat itu, kami selalu menghadapi berbagai tantangan dengan tenang dan menganggapnya kesenangan,” ucap Midori Moriwaki.

“Atas nama pribadi dan MIE Racing, saya mengucapkan duka cita sangat mendalam untuk keluarga, kerabat, dan sahabat Fausto Gresini.”

 

dibagikan
komentar
Tanggapan Bendsneyder Balapan di Bawah Bendera Indonesia

Artikel sebelumnya

Tanggapan Bendsneyder Balapan di Bawah Bendera Indonesia

Artikel berikutnya

Tak Ada Waktu Berduka, Tim Gresini Ikuti Tes Moto2 dan Moto3

Tak Ada Waktu Berduka, Tim Gresini Ikuti Tes Moto2 dan Moto3
Muat komentar