Kalex Raja Sasis Moto2

Kalex masih terlalu tangguh sebagai pembuat sasis di Moto2. Hingga musim 2020 lalu, pabrikan asal Jerman itu sudah mengantongi 125 kemenangan di Kejuaraan Dunia Moto2.

Kalex Raja Sasis Moto2

Sejak Moto2 menggantikan kelas 250 cc mulai Kejuaraan Dunia Balap Motor 2010, banyak pabrikan pembuat sasis turun di kelas tersebut. Maklum, sesuai regulasi, Moto2 hanya menggunakan satu jenis mesin yang dipasok pabrikan tertentu.

Pada Moto2 2010 itu, Kalex – yang merupakan kependekan dari nama depan dua pendirinya, Klaus Hirsekorn dan Alex Baumgartel – langsung ikut bersaing membuat motor.

Pada debutnya itu, Kalex hanya membuat sasis – yang dinamai Kalex Moto2 – untuk dua tim, Tenerife 40 Pons dan MGM Racing Performance MC.

Kala itu, Kalex harus bersaing dengan sederet pabrikan pembuat sasis top seperti Moriwaki, Suter, Speed Up, FTR, Bimota, Promoharris, Tech3, dan BQR.

Torehan impresif pertama Kalex terjadi pada Moto2 2016. Saat itu, mereka mampu memenangi seluruh 18 balapan. Tetapi, pada musim berikutnya mereka mendapatkan lawan tangguh setelah KTM turun perdana di Moto2.

Baca Juga:

Sejak takluk (dari Speed Up) pada GP America di Sirkuit COTA, Texas, Amerika Serikat, pada April 2015, Kalex tidak pernah lagi kalah di setiap lomba Moto2. Rekor itu baru terhenti usai Kalex merebut 46 kemenangan beruntun.     

Pembalap Tim Kiefer Racing, Dominique Aegerter, mampu memenangi GP San Marino 2017 dengan sasis Suter MMX2. Dalam lomba basah di Sirkuit Misano itu, Aegeter finis di depan Tom Luthi (Garage Plus Interwetten) yang memakai sasis Kalex Moto2.

Namun, Aegerter lalu didiskualifikasi karena memakai oli ilegal. Alhasil, Luthi pun dianggap memenangi GP San Marino 2017. Total, di Moto2 2017 itu, Kalex memenangi lomba pertama sampai ke-15. Tiga lomba terakhir diambil KTM lewat Miguel Oliveira.

Sampai GP Jepang 2017, Kalex mampu memenangi 49 lomba beruntun di Moto2. Tidak ada pabrikan lain di kejuaraan dunia yang mampu melakukan itu sejak ajang ini kali pertama digelar pada 1949.

Pada Moto2 2018, Kalex kembali dominan. Pabrikan asal Jerman yang baru didirikan pada 2008 itu mampu memenangi 11 dari 18 lomba. KTM tiga kali menang masing-masing lewat Oliveira dan Brad Binder sedangkan Speed Up sekali lewat Fabio Quartararo.

Di Moto2 2019, Kalex mampu memenangi 14 dari 19 balapan masing-masing lewat Alex Marquez (5 kali), Lorenzo Baldassarri (3), Augusto Fernandez (3), Luca Marini (2), dan Thomas Luthi (1).

Pol Espargaro menjadi juara dunia Moto2 2013 dengan sasis Kalex.

Pol Espargaro menjadi juara dunia Moto2 2013 dengan sasis Kalex.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

KTM mampu memenangi lima sisanya yang semua diborong Brad Binder masing-masing di Spielberg/Red Bull Ring (Austria), Aragon (Spanyol), Phillip Island (Australia), Sepang (Malaysia), dan Valencia (Spanyol).

Total, sejak turun pada 2017, KTM mampu merebut 14 kemenangan di Moto2. Pabrikan asal Austria itu mundur dari kelas Moto2 pada musim 2019. Sejak saat itu, Kalex mampu memenangi semua balapan di Moto2.

Kalex berhasil memenangi 125 lomba Moto2 sejak debut pada 2010, kali pertama kelas ini dilombakan. KTM hanya turun pada 2017 sampai 2019.

Suter Industries tidak lagi menjadi ancaman sejak 2017. Mereka bergabung dengan Forward pada 2018 lalu mundur total pada 2019. Tech3 juga mundur dan bergabung dengan KTM di MotoGP sejak 2019 dan turun di Moto3 mulai 2020.

Pada Moto2 2020 lalu, ada empat pabrikan pembuat sasis yang turun, yakni Kalex (dengan sasis Moto2), MV Agusta (F2), NTS (NH7), dan Speed Up (SF20T).

Pabrikan asal Jepang, NTS belakangan terlihat semakin kuat. MV Agusta yang baru turun sejak 2019 baru mencari bentuk terbaik. Sementara, setelah menghentak pada 2014-2015, Speed Up cenderung stagnan.

Tito Rabat, Marc VDS, saat turun di Moto2 2014 dan menjadi juara dunia.

Tito Rabat, Marc VDS, saat turun di Moto2 2014 dan menjadi juara dunia.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sejak kelas Moto2 kali pertama digelar pada 2010, Kalex hanya dua kali gagal menempatkan pembalapnya menjadi juara dunia. Tepatnya saat Toni Elias (Moriwaki) dan Marc Marquez (Suter) menjadi kampiun masing-masing pada 2010 dan 2012.

Kalex kali pertama menjadi juara dunia Moto2 lewat Stefan Bradl pada 2011. Sejak Pol Espargaro menjadi kampiun pada 2013, Kalex tidak lagi tersentuh.

Kalex juara dunia pembalap beruntun masing-masing lewat Tito Rabat (2014), Johann Zarco (2015, 2016), Franco Morbidelli (2017), Francesco Bagnaia (2018), Alex Marquez (2019), dan Enea Bastianini (2020).   

Johann Zarco saat memperkuat Tim Ajo Motorsport di Moto2 2015 dengan sasis dari Kalex.

Johann Zarco saat memperkuat Tim Ajo Motorsport di Moto2 2015 dengan sasis dari Kalex.

Di klasemen konstruktor, Kalex juga menjadi kampiun Moto2 delapan musim terakhir beruntun. Total, mereka merebut sembilan gelar konstruktor atau yang terbanyak di era Moto2.

Jumlah gelar konstruktor Kalex di kelas menengah ini sama dengan Aprilia saat masih bernama kelas 250 cc. Kalex hanya kalah dari Honda (16) dan Yamaha (14).  

Dari total 125 kemenangan Kalex di kelas Moto2, mereka merebutnya dalam 10 musim terakhir masing-masing 15 (pada 2020), 14 (2019), 11 (2018), 15 (2017), 18 (2016), 17 (2015), 14 (2014), 13 (2013), dan masing-masing empat pada 2012 dan 2011.

Alex Marquez, Marc VDS Racing, kampiun Moto2 2019 di atas sasis Kalex.

Alex Marquez, Marc VDS Racing, kampiun Moto2 2019 di atas sasis Kalex.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tidak kurang 25 pembalap berkontribusi atas 125 kemenangan Kalex di Moto2 antara 2010 sampai 2020. Tiga terbanyak masing-masing dibuat oleh Johann Zarco (15), Tito Rabat (13), dan Pol Espargaro (10).

Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, Thomas Luthi, dan Alex Marquez masing-masing memberikan delapan kemenangan. Berikutnya ada Luca Marini (6), Lorenzo Baldassarri (5), dan Sam Lowes (5).

Stefan Bradl, Maverick Vinales, Alex Rins, dan Mika Kallio masing-masing empat kemenangan. Scott Redding, Augusto Fernandez, Jonas Folger, dan Enea Bastianini masing-masing membuat tiga kemenangan.

Mattia Pasini, Takaaki Nakagami, Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi masing-masing dua sedangkan Xavier Simeon, Tetsuya Nagashima, dan Remy Gardner masing-masing satu.

Kehebatan Kalex dalam membuat sasis juga terlihat dari jumlah pembalap yang memakainya pada setiap musim Moto2. Pada 2014, hanya ada 14 pembalap yang memakai sasis Kalex .

Peningkatan pesat terjadi pada Moto2 2015, saat 22 dari 31 pembalap memakai Kalex. Pada 2016, 22 dari 27 pembalap reguler memakai Kalex. Ada 19 pembalap Moto2 2017 yang memakai Kalex, 17 pada 2019, dan 22 pada 2020.

 

 

dibagikan
komentar
Tinggalkan AGV, Baldassarri Beralih ke HJC

Artikel sebelumnya

Tinggalkan AGV, Baldassarri Beralih ke HJC

Artikel berikutnya

Fernandez Tak Menyangka Kesulitan Sepanjang Moto2 2020

Fernandez Tak Menyangka Kesulitan Sepanjang Moto2 2020
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Moto2
Tag moto2 , enea bastianini , kalex
Penulis Tri Cahyo Nugroho