KTM Belum Bicarakan soal Gardner ke MotoGP

Tahun ini menjadi musim keenam Remy Gardner di Moto2. Melihat pengalamannya, seharusnya pembalap Australia sudah bisa promosi ke MotoGP.

KTM Belum Bicarakan soal Gardner ke MotoGP

Belum lama ini, ayah Remy Gardner, Wayne Gardner, menyebut putranya sudah menjadi bagian dari KTM begitu menandatangani kontrak dua tahun dengan Red Bull KTM Ajo untuk Moto2 mulai musim ini.

Wayne Gardner, kampiun kelas 500 cc 1987 – pembalap Australia pertama yang mampu menjadi juara dunia di kelas utama – menyebut dengan kontrak tersebut, putranya memiliki pilihan untuk turun di kelas utama pada 2022.

Klausul tersebut, menurut Wayne Gardner, juga menyebut bila KTM tidak menginginkan putranya, ia bisa memilih tim lain. Wayne Gardner bahkan menyebut beberapa tim MotoGP sudah melirik putranya tersebut.

Pernyataan Wayne Gardner tersebut ditanggapi dingin oleh Pit Beirer, Direktur Motorsport KTM. Sampai tiga lomba awal Kejuaraan Dunia Balap Motor 2021, empat pembalap Red Bull KTM Ajo menguasai klasemen Moto2 dan Moto3.

Remy Gardner dan Raul Fernandez menempati posisi 1-2 klasemen Moto2 sedangkan Pedro Acosta dan Jaume Masia di peringkat yang sama klasemen Moto3.

Remy Gardner merebut puncak klasemen setelah finis podium ketiga di Moto2 Portugal, Minggu (18/4/2021) lalu. Beirer pun menyambut baik torehan para pembalap muda KTM ini seraya mengomentari masa depan mereka, utamanya terkait kontrak.  

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Remy Gardner, Red Bull KTM Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Saat ini, tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing memiliki Brad Binder dan Miguel Oliveira yang dikontrak sampai 2022. Sementara, tim satelit Tech3 KTM Factory Racing hanya mengontrak Danilo Petrucci dan Iker Lecuona sampai akhir musim 2021.

Saat disinggung soal kemungkinan salah satu dari Remy Gardner atau Raul Fernandez promos ke MotoGP pada 2022, Beirer menyatakan hal itu masih terlalu dini.

“Tentu, kami harus memikirkan itu. Namun, setelah tiga lomba, kami belum memutuskan ada atau tidaknya pembalap muda kami yang akan naik ke MotoGP tahun depan. Kami tentu masih ingin melihat hasil lomba-lomba lainnya,” kata Beirer, seperti dikutip Speedweek.com.

“Kami baru di awal musim. Kami tentu ingin menilai situasi di tengah musim nanti seperti apa sebelum membuat keputusan. Kami tentu harus mengetahui lebih baik lagi soal para pembalap ini sebelum mengambil kebijakan selanjutnya.

“Kami memiliki kontrak untuk musim depan (2022) dengan keempat pembalap dari Moto3 dan Moto2. Jadi, kami memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan jadi atau tidaknya menarik mereka ke MotoGP.” 

Baca Juga:

Lebih jauh Beirer juga tidak mengerti mengapa Wayne Gardner bisa menyimpulkan bila putranya, Remy Gardner, pasti mendapatkan tempat di MotoGP untuk 2022.

Selain itu, banyak yang menyebut bila KTM hanya menginginkan juara dunia di kelas bawah (dalam hal ini Moto2) sebelum ke MotoGP. Faktanya, baik Brad Binder maupun Miguel Oliveira tidak pernah menjadi kampium Moto2.

“Saya tidak tahu dari mana Wayne Gardner membaca klausul (tahun 2022 Remy Gardner ke MotoGP) tersebut. Saya tidak melihatnya di dalam kontrak (Remy Gardner),” tutur Pit Beirer.

Pit Beirer juga tidak menjelaskan apakah syarat pembalap untuk promosi ke MotoGP bersama KTM harus mampu finis sebagai juara atau minimal runner-up di Moto2.

“Tidak. Itu tidak diatur sama sekali. Semua keputusan tetap di tangan kami sepenuhnya,” tutur Pit Beirer.

dibagikan
komentar
Akhir Pekan Lowes Berakhir Nol Poin

Artikel sebelumnya

Akhir Pekan Lowes Berakhir Nol Poin

Artikel berikutnya

Menang Perdana, Fernandez Kehabisan Kata-kata

Menang Perdana, Fernandez Kehabisan Kata-kata
Muat komentar