Morbidelli: Saya tidak pernah terobsesi untuk menang

dibagikan
komentar
Morbidelli: Saya tidak pernah terobsesi untuk menang
Matteo Nugnes
Oleh: Matteo Nugnes
28 Mar 2017 05.38

Keberhasilan untuk akhirnya meraih kemenangan perdana di kelas Moto2, rupanya bukan merupakan obsesi bagi Franco Morbidelli. Ia lebih menekankan pentingnya melakukan pekerjaan dengan baik.

Franco Morbidelli, Marc VDS lead the field
Franco Morbidelli, Marc VDS
Franco Morbidelli, Marc VDS
Franco Morbidelli, Marc VDS; Thomas Luthi, CarXpert Interwetten
Franco Morbidelli, Marc VDS
Franco Morbidelli, Marc VDS
Franco Morbidelli, Marc VDS
Race winner Franco Morbidelli, Marc VDS

Pembalap Marc VDS itu begitu mendominasi jalannya balapan di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan lalu. Start dari pole position, ia langsung melesat dan memimpin di depan.

Kendati posisinya sempat diambil alih oleh rival utama Thomas Luthi, Morbidelli mampu merebutnya kembali dan bertahan di posisi pertama hingga melintasi garis finis lebih dulu.

“Hebat rasanya untuk mengawali musim dengan cara seperti ini, dengan pole position dan kemenangan. Sekarang saya ingin melanjutkannya,” ucapnya usai balapan.

“Tentu saya tampil baik selama tes pramusim. Saya cepat. Tapi untuk memutuskan kandidat juara dunia, saya pikir kita harus menunggu setidaknya empat atau lima balapan.”

Kemenangan di Qatar merupakan yang pertama bagi pembalap Italia itu, sejak debut di kelas Moto2 pada musim 2014. Kendati demikian, Morbidelli tak ingin terburu-buru untuk menambah jumlah kemenangannya.

“Saya tidak pernah terobsesi untuk menang. Tapi saya (terobsesi) untuk bekerja dengan baik, karena saya yakin kemenangan akan datang sebagai hasilnya,” tandasnya. 

“Kemenangan ini adalah hasil kesuksesan (dari pekerjaan saya), setelah tes musim dingin dan akhir pekan yang berjalan baik.”

Ditanya tentang penampilan dominan sepanjang balapan, anak didik Valentino Rossi itu menampik bahwa sebenarnya tak mudah untuk merebut kemenangan di Sirkui Losail.

“Itu bukan kemenangan yang mudah, karena jelas ada beberapa balapan yang sulit. Tapi memenangi (balapan) itu tidak pernah mudah.”

Lalu, kemenangan ini didedikasikan kepada siapa? “Ada dedikasi yang sangat istimewa, tapi saya lebih ingin menyimpan untuk diri sendiri. Saya memikirkan semua orang yang telah mendukung dalam hidup saya.”

Laporan tambahan oleh Jamie Klein

Artikel Moto2 berikutnya
Moto2 Qatar: Franco Morbidelli rebut kemenangan perdana

Artikel sebelumnya

Moto2 Qatar: Franco Morbidelli rebut kemenangan perdana

Next article

Data dan fakta jelang Moto2 Argentina

Data dan fakta jelang Moto2 Argentina
Load comments