Refleksi: Podium Grand Prix terakhir untuk Luis Salom

dibagikan
komentar
Refleksi: Podium Grand Prix terakhir untuk Luis Salom
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Diterjemahkan oleh: Scherazade Mulia Saraswati, Editor
4 Jun 2016 18.49

Menyusul kabar duka Luis Salom yang meninggal dunia, Jumat (3/6), Jamie Klein berbagi kenangan tentang podium kedua sang pembalap Spanyol itu pada seri pembuka Moto2 Qatar.

Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team
Luis Salom, SAG Racing Team

Walaupun secara pribadi saya tidak mengenal Luis Salom, saya cukup beruntung berada di Qatar beberapa bulan lalu ketika ia berhasil naik podium kedua.

Itu adalah hasil yang tidak hanya mengingatkan akan kecepatan dan keuletannya, tapi juga mengungkapkan karakter menarik dari Salom.

Podium kedua di Qatar diakui datang dalam keadaan tak biasa, karena tujuh dari delapan pembalap di grid melakukan jump start.

Hasilnya, sejumlah pembalap dijatuhi penalti, dan Salom yang start dari posisi ke-17 melesat naik ke posisi depan tanpa diduga.

“Saya tidak tahu [tentang penalti], saya hanya menekan,” ujar pembalap Spanyol itu usai balapan.

“Saya hanya tahu bahwa saya menyalip lima atau enam pembalap, serta ada gap besar di depan antara Sandro [Cortese] dan Simone [Corsi].

“Lalu saya menekan, menekan, menekan dan saya tiba di lap terakhir di belakang Sandro. Saya menyalip dia di tikungan kedua dan saya menekan maksimum untuk mendekati Simone.

“Saya mempersiapkan secara sempurna untuk tikungan terakhir, dan saya bisa mengejarnya [di garis finis],” imbuh Salom, yang finis di depan Corsi dengan terpaut 0,055 detik.

Salom melanjutkan: “Saya melihat seluruh tim sangat senang – Saya tidak di posisi [berapa saya finis].

“Tapi lalu di layar besar saya melihat ‘P2’, dan saya pun jadi paham!”

“Anda harus mencoba dan menikmati balapan lagi”

Itu adalah podium pertama Salom selama hampir dua musim. Terakhir kali ia naik podium adalah di Mugello pada 2014 – ketika finis kedua dari enam balapan pertama saat berstatus rookie.

Tapi setelah balapan di Catalunya, Salom kecelakaan dan mengalami cedera tangan yang membutuhkan operasi. Ketika kembali balapan, ia sulit menemukan performa terbaiknya.

Ia dikalahkan Maverick Vinales, dan lalu oleh Alex Rins pada 2015. Salom pun mengakhiri musim dengan menempati peringkat ke-13 di klasemen akhir.

Meskipun jarang meraih hasil apik – terutama menjadi pemenang reguler di Moto3 – Salom tak pernah kehilangan antusiasmenya untuk balapan. Dan ini yang diungkapkan dia usai podium di Qatar pada Maret lalu.

“Kemarin saya berbicara dengan ibu saya, dan dia mengatakan ‘Kamu harus mencoba dan menikmati [balapan] lagi’,” tutur Salom dengan penuh emosional.

“Saya tidak menikmati dua tahun terakhir, and juga awal tahun ini [dalam tes pramusim di Jerez], ketika saya mulai menekan terlalu kuat dan mengalami dua kecelakaan besar.

“Saya juga mengalami dua kecelakaan besar di sini [saat tes pramusim Qatar]. Saya tidak percaya diri di atas motor.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim yang telah memberikan saya kepercayaan untuk berada di Moto2 tahun ini, serta terima kasih kepada ibu dan seluruh keluarga yang selalu mendukung saya.”

Dengan kepercayaan diri dan rasa cinta kepada balapan yang kembali muncul, masa depan yang mulai cerah untuk Salom tiba-tiba meredup karena kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya.

Selamat beristirahat dengan tenang, Luis – kamu akan dirindukan.

Artikel Moto2 berikutnya
Luis Salom mengalami serangan jantung saat kecelakaan

Artikel sebelumnya

Luis Salom mengalami serangan jantung saat kecelakaan

Next article

Moto2 Catalunya: Zarco pole position, Lowes terjatuh

Moto2 Catalunya: Zarco pole position, Lowes terjatuh
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Moto2
Pembalap Luis Salom
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Komentar