Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

RW Racing Kembali ke Kalex, Perjalanan NTS di Moto2 Tamat

Setelah empat tahun terakhir memakai motor pasokan dari NTS, RW Racing Team mengakhiri kerja sama dengan pabrikan asal Jepang tersebut.

Motor van Zonta van den Goorbergh, RW Racing GP

Untuk Kejuaraan Dunia Moto2 2022 nanti, tim asal Belanda tersebut akan diperkuat Barry Baltus dan Zonta van den Goorbergh.

Dalam empat tahun terakhir Moto2, RW Racing diketahui memakai motor (baca: sasis) dari NTS. Sedianya, kontrak dengan NTS akan diperpanjang untuk Moto2 2022. Namun, pengembangan NTS terkendala pandemi Covid-19.

Itulah mengapa mulai Moto2 2022 nanti, Baltus dan Van den Goorbergh akan memakai motor buatan Kalex. RW Racing terakhir memakai sasis buatan pabrikan asal Jerman itu pada 2017.

Saat itu, mereka banyak dibantu material dari Sito Pons Racing. Pasalnya, putra Sito Pons – pemilik tim yang juga juara dunia kelas 250cc 1988 dan 1989 – Axel Pons, saat itu dikontrak oleh RW Racing.

Menjelang Moto2 2018, RW Racing menggandeng NTS untuk kontrak berdurasi tiga tahun. Pada tahun keempat, 2021, mereka menjadi satu-satunya tim di Kejuaraan Dunia Moto2 yang memakai motor NTS. Saat itu, mereka memperpanjang kontrak setahun.

Di masa lalu, sejumlah pembalap seperti Joe Roberts, Jesko Raffin, Steven Odendaal, dan Bo Bendsneyder, pernah memperkuat RW Racing.

Jarno Janssen, Zonta van den Goorbergh, Barry Baltus, dan Roelof Waninge.

Jarno Janssen, Zonta van den Goorbergh, Barry Baltus, dan Roelof Waninge.

Foto oleh: Damon Teerink

Pada Moto2 2021, RW Racing turun bersama rookie berusia 17 tahun Barry Baltus dan mantan pembalap MotoGP asal Malaysia, Hafizh Syahrin. Dominique Aegerter juga pernah menjadi pembalap cadangan dan mampu merebut 4 poin hasil finis P12 Moto2 Austria 2020.

NTS kali pertama muncul di Moto2 pada 2014 bersama Japan Italy Racing Team (JiR) milik Luca Montiron dengan pembalap Tetsuta Nagashima dan Tomoyoshi Koyama. Namun, keseriusan NTS menggarap sasis Moto2 dimulai pada 2018.

Saat itu, teknisi asal Jepang Osamu Goto (pernah bekerja di Honda untuk F1 dan Sauber Petronas Engineering) bertanggung jawab atas operasional NTS bersama perusahaan asal Swiss, GEO Technology.

Di klasemen akhir konstruktor Moto2 2018, NTS hanya mampu merebut delapan poin sehingga berada di peringkat keenam.

Pada tiga balapan awal Moto2 2019, paling tidak satu pembalap NTS mampu menembus zona poin (15 besar) di setiap race. Pada akhir 2019, NTS mampu berada di P5 konstruktor dengan hanya mengoleksi 11 poin. Pada Moto2 2020, NTS naik ke P4 dengan 22 poin.

Pada Moto2 2021, NTS finis di posisi keempat pabrikan – di belakang Kalex, Boscoscuro (dahulu Speed Up), dan MV Agusta – dengan 11 poin.

Hafizh Syahrin, NTS RW Racing GP, saat turun di Moto2 Italia 2021 di Sirkuit Mugello.

Hafizh Syahrin, NTS RW Racing GP, saat turun di Moto2 Italia 2021 di Sirkuit Mugello.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Poin tersebut berhasil direbut Hafizh Syahrin dengan finis P9 (7 poin) di Mugello, Italia. Pada akhir musim, total poin Syahrin hanya sembilan sehingga harus puas berada di P28 klasemen Moto2. Sedangkan Baltus hanya mengemas dua poin di P32.

NTS memakai suspensi keluaran WP pada 2018, namun kemudian berganti Kayaba (KYB) sejak 2019 sampai 2021. Pergantian ini bukan tanpa alasan.

“Semua tahu, Tech3 memakai KYB yang saat itu memiliki kualitas material sangat bagus,” ucap Jarno Janssen, Manajer Tim RW Racing, tahun lalu, seperti dikutip Speedweek.com.

“Kami membuat progres bagus bersama NTS. Namun, memang sangat sulit melawan Kalex dan Boscoscuro. Kalex memiliki produk luar biasa dan para pembalap mereka sangat kuat,” tutur Janssen seraya menyebut sasis Kalex nanti akan memakai suspensi dari Ohlins.

Anggaran tahunan sekira 2 juta euro memang sangat sulit bagi tim privat kecil seperti RW Racing. Ditambah efek dari pandemi Covid-19.

Zonta van den Goorbergh, RW Racing GP.

Zonta van den Goorbergh, RW Racing GP.

Foto oleh: Damon Teerink

“Pemilik tim kami, mantan pengusaha jasa transportasi, Roelof Waninge, datang ke paddock di Moto2 Jerman pada Juni 2021 lalu. Itu kali pertama ia datang sejak balapan terakhir musim 2019 di Valendia,” kata Janssen.

“Kami harus mampu menjaga agar gairah dan semangat tim tetap ada meskipun dalam kondisi sangat sulit seperti saat ini.”

Janssen mengakui, kontrak baru dengan NTS sangat sulit diwujudkan karena situasi akibat Covid-19 yang menyebabkan situasi ekonomi di Jepang menjadi tidak pasti.

“NTS sebetulnya masih bersedia mendukung kami. Namun, mereka sulit membuat rencana untuk ke depan karena masih harus menunggu dan melihat bagaimana kondisi ekonomi di Jepang berjalan,” kata Janssen.

Berkaca dari situasi tersebut, RW Racing pun langsung membeli sasis Kalex milik Tim Petronas Sprinta – yang mundur dari Grand Prix – yang musim lalu dipakai Jake Dixon dan Xavi Vierge di Moto2.

Dengan situasi terakhir ini, NTS menjadi pabrikan keempat yang mundur dari Kejuaraan Dunia Moto2 dalam empat tahun terakhir setelah Suter, Tech3, dan KTM. Kini, di Moto2 tinggal Kalex, Boscoscuro, dan MV Agusta yang masih bertahan.

Baca Juga:

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya 5 Wanita Pendulang Poin di Grand Prix Balap Motor
Artikel berikutnya Celestino Vietti: Tak Mungkin ke Qatar dengan Ekspektasi Menang

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia