Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Valentino Rossi: Celestino Vietti Sangat Cepat dan Punya Talenta

Legenda MotoGP, Valentino Rossi, angkat topi dengan reaksi Celestino Vietti memperbaiki kesulitan yang dialami pada musim debut Moto2.

Celestino Vietti, Sky Racing Team VR46 race

Sebagai murid Akademi Balap VR46, pemuda 20 tahun tersebut memiliki keuntungan dari sisi jenjang karier yang sudah diatur. Setelah memperkuat Sky Racing Team VR46 di Moto3 selama tiga tahun, di mana pada 2020, berhasil membukukan enam podium (dua menang), ia dianggap pantas naik kelas.

Berlaga di Moto2, ia mengalami kemunduran prestasi. Dari peringkat kelima Moto3 2020, menjadi posisi ke-12 Moto2 2021. Namun, hal itu bisa dianggap wajar mengingat Vietti baru berkiprah dengan motor lebih berat.

Hingga paruh pertama, pembalap Italia tersebut sulit masuk 10 besar. Namun, situasi berubah selepas libur musim panas.

Vietti sering masuk enam besar, tepatnya lima kali dari sembilan lomba. Peringkat terbaiknya keempat di Moto2 Emilia Romagna dan Valencia. Total poin yang dikumpulkan 89.

Baca Juga:

Musim 2022, ia masih bertahan dalam kategori yang sama dan bermitra dengan Niccolo Antonelli, mengisi slot yang ditinggalkan Marco Bezzecchi.

Menilik dari fondasi bagus yang diletakkannya, maka bukan tak mungkin ia bisa naik podium lagi. Mentornya, Rossi, sangat yakin dengan prospek pemuda tersebut.

“Menurut saya, dia sangat cepat dan punya talenta. Awalnya, dia memiliki sedikit kesulitan karena ganti kategori. Tapi, pada akhirnya dia bisa melakukan penebusan,” kata pria yang baru pensiun dari MotoGP itu kepada Tuttosport.

The Doctor mengaku sifat Vietti kadang sulit dimengerti. Namun, ia memaklumi karena usianya masih muda.

Ia berharap pemilik nomor 13 itu bisa mematangkan fisik dan mental sehingga lebih berani merangsek ke depan dan memenangi balapan.

“Karakternya terkadang sedikit rumit, tapi bukan karena itu talentanya menghilang. Untuk musim depan, saya pikir dan saya harapkan dia bisa lebih siap membidik kemenangan grand prix,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, Vietti dan para pembalap VR46 lainnya berada di ranch. Mereka berlatih menggunakan motor MotoGP.

 

Lewat sesi tersebut, Rossi bisa menilai perkembangan anak didiknya sekaligus bisa memberikan banyak saran.

“Ketika Celestino berlatih dengan saya, terlihat kalau dia memang punya potensi besar,” katanya.

Vietti sudah memetik banyak pelajaran dari tahun perdana di Moto2. Ia bertekad ke depannya tidak boleh banyak melakukan kesalahan karena kompetisi butuh ritme dan lebih presisi.

Motor Moto2 pun lebih kencang daripada Moto3, tapi para pembalap dituntut untuk lebih konsisten dan berkonsenstrasi penuh. Perlu penyesuaian terus dalam berkendara.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Manuel Gonzalez: Saya Satu-satunya Rider Moto2 yang Pernah Tampil di Indonesia
Artikel berikutnya KTM Investasi Besar untuk Bina Pembalap Muda

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia