Bagnaia tak sabar jajal Ducati GP14.2

Tes akhir musim Valencia pekan depan bakal jadi momen istimewa bagi Francesco Bagnaia. Pasalnya, pembalap Moto3 itu mendapat kesempatan untuk mengendarai Ducati GP14.2.

Usai memenangi balapan di Sepang akhir pekan lalu, Bagnaia mengungkapkan bahwa ia memenangi taruhan dengan pemilik Aspar Team, Jorge Martinez dan Direktur Olahraga, Gino Borsoi.

Pembalap muda Italia itu ditantang jika mampu kembali meraih kemenangan – setelah berjaya di Assen – maka ia diperbolehkan mengendarai motor MotoGP Ducati. Bagnaia pun berhasil melakukannya dengan merebut podium teratas.

Pecco (nama panggilan Bagnaia), apa yang dirasakan setelah balapan di Malaysia? Bagaimana Anda merayakannya?

“Sangat baik. Ketika saya sampai di rumah sudah hari Senin, bersamaan dengan Halloween. Saya dan teman-teman berpesta, terutama untuk merayakan kemenangan saya.”

Anda telah mengoleksi dua kemenangan dan enam podium musim ini, yang merupakan prestasi terbaik sepanjang karier. Bagaimana penilaian Anda?

“Saya akan memberikan nilai delapan dari 10 untuk diri sendiri. Benar bahwa kami mengawali musim secara kuat, dengan podium di Qatar. Tapi seiring berjalannya musim, kami mengalami masalah di beberapa balapan. Atau saya juga melakukan kesalahan, seperti di Austin. Kami belum mampu mencapai hasil yang diinginkan. Kendati demikian, ini telah menjadi musim yang baik secara umum.”

Bagaimana perubahan motor dari awal musim hingga sekarang?

“Kami telah bekerja keras untuk menemukan setup dan saya pikir kami telah melakukan pekerjaan hebat, karena performa motor sangat baik. Hanya sedikit kesulitan di awal, karena motor baru datang pada November (2015) dan kami tidak punya waktu untuk melakukan tes. Sekarang kami ada di sana, bertarung melawan Honda dan KTM.”

Apa titik kekuatan dari motor dan di mana yang menurut Anda masih bisa ditingkatkan?

“Jelas bahwa kekuatan motor ada di sasis. Ini sangat membantu dengan gaya balap saya; membuat saya mengerem sangat keras karena motor menikung dengan baik. Akan tetapi, saya pikir motor masih memiliki kekurangan dalam hal akselerasi dan girboks perlu diperbaiki.”

Kemenangan di Malaysia mengantarkan Anda ke peringkat ketiga di klasemen – target yang ditetapkan pada paruh kedua musim...

“Itu telah menjadi target sepanjang musim dan kami akan lebih dekat untuk meraihnya. Andai saya tidak terjatuh di Phillip Island, maka selisih poin dengan (Enea) Bastianini akan lebih pendek. Di Valencia, kami punya kesempatan untuk mengakhiri kejuaraan sebagai runner-up. Peluang yang tipis, tapi kami akan mencoba segala kemungkinan untuk mencapainya.”

Di akhir balapan Malaysia, Anda mengungkapkan melakukan kesepakatan dengan Jorge Martinez dan Gino Borsoi, jika meraih kemenangan kedua. Bagaimana pertaruhan itu terjadi?

“Kami membuat taruhan di awal musim, di Argentina atau Austin. Saat itu, kami berada di garasi MotoGP, ada saya dan Jorge Martinez. Saya duduk di motor Eugene Laverty dan berkata kepada Martinez bahwa saya ingin mencobanya. Gino Borsoi juga berada di garasi dan dia mendengar perkataan saya. Lalu, dia datang dan menantang saya jika memenangi dua balapan musim ini, maka saya bisa mengendarai Ducati dalam tes akhir musim di Valencia.”

Di titik apa Anda berpikir dapat meraih kemenangan yang kedua?

“Jelas, jika itu bukan karena kecelakaan (Brad) Binder, (Joan) Mir dan (Lorenzo) Dalla Porta di awal balapan, maka pertarungan akan lebih sulit. Tapi kami telah tampil kuat sepanjang akhir pekan. Dan ketika saya mencetak lap pertama dalam balapan, ketika saya melihat jarak yang jauh dengan pembalap lainnya, saya mulai berpikir target akan tercapai.”

Apakah Anda telah memikirkan tentang tes nanti? Bagaimana Anda membayangkannya?

“Ini sesuatu yang sangat penting bagi saya. Tidak semua pembalap mendapat kesempatan ini, jadi rasanya luar biasa. Sebelumnya saya tidak ingin terlalu banyak memikirkan karena jika tidak terjadi, maka saya akan merasa lebih buruk. Tapi karena sekarang saya telah mencapainya, saya memimpikannya setiap hari! Rencananya, saya akan melakukan lima atau enam lap pada Selasa (15/11). Tapi saya tidak akan berhenti hingga motor kehabisan bahan bakar!”

Itu akan menjadi cara sempurna untuk mengakhiri dua musim bersama tim. Bagaimana rasanya membalap bersama Aspar Team, dan saran apa yang telah diberikan Jorge Martinez kepada Anda?

“Ini telah menjadi dua musim hebat bagi saya. Tim sangat mendukung saya sejak awal. Jorge, Gino, staf teknis dan hubungan hebat yang saya miliki dengan rekan setim... berada di Aspar Team seperti bersama keluarga. Saya mendengarkan setiap saran dari mereka dan itu sangat penting di dalam tim. Ada hubungan kuat di antara kami dan itu akan selalu ada di sana. Juga, pengalaman Aspar telah memberikan kami kekuatan dan energi untuk terus bergerak maju pada momen-momen yang paling sulit.”

 

Aspar Team

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Moto3 , MotoGP
Pembalap Francesco Bagnaia
Tim Aspar Racing Team
Tipe artikel Interview