Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Moto3 Termas de Rio Hondo

David Almansa, Kandasnya Impian Figuran untuk Jadi Aktor Utama

Pembalap muda asal Spanyol ini tiba di Moto3 Argentina sebagai pengganti Joel Kelso yang cedera. Meski masih hijau, ia mampu menjadi penantang podium hingga akhirnya crash.

David Almansa, Prustel GP

Cedera dialami Joel Kelso di akhir Moto3 Grand Prix Portugal, ketika ia ditabrak dari belakang oleh sang pemenang (Dani Holgado) hanya beberapa meter setelah melewati garis finis. Tak pelak, tim Pruestel harus bekerja secepatnya untuk mencari pengganti.

Setelah melakukan seleksi, terpilih pembalap sangat muda dari La Mancha yang baru turun sekali di Kejuaraan Dunia. Ia diberi kesempatan untuk turun di Valencia tahun lalu dan finis P25.

Meski begitu, kualitas dan bakat rookie KTM yang memperkuat Finetwork Mir Racing Team dalam FIM JuniorGP 2022 itu mencuri perhatian.

Awal pekan lalu, telepon remaja 17 tahun itu berdering. Ia mendapat instruksi, “Siapkan koper Anda, Anda akan pergi ke Argentina.”

Bagi Almansa, panggilan seperti itu merupakan sebuah hadiah, kegembiraan, dan kesempatan untuk menikmati mengendarai motor. Ia sama sekali tidak menyangka apa yang akan terjadi di atas aspal basah di Termas de Rio Hondo.

Baca Juga:

"Saya sangat senang bisa berkompetisi di Moto3 Argentina bersama CFMOTO Racing PruestelGP. Saya sangat termotivasi dan ingin menikmati serta belajar dari para pembalap terbaik di dunia," ujar David dengan malu-malu.

Namun, anak laki-laki yang telah direkrut sebagai figuran untuk film akhir pekan itu, memutuskan untuk menjadi pemeran utama. Gagal lolos langsung ke Q2, Almansa berjuang dari kualifikasi pertama dan menempati posisi ke-11.

Ia terpaksa memulai dari grid ke-25 bahkan lebih buruk daripada debutnya di Valencia tahun sebelumnya, ketika ia start di urutan ke-22.

Namun, hari Minggu pagi terasa sejuk dan lembab di Termas, hujan turun semalaman dan gerimis tipis yang mencegah aspal mengering.

Dalam kondisi sulit seperti itu, di mana setiap gerakan yang salah akan membuat rider terjatuh dan perlu ekstra hati-hati saat melakukan pengereman, Almansa malah melesat seperti roket setelah lampu hijau menyala.

Pada putaran pertama, dia sudah berada di urutan ke-11. Di lap berikutnya, melompat tiga tangga dan berada di P5 saat putaran ketiga. Almansa maju ke tiga besar lalu berada di urutan kedua pada lap kelima.

 

Meskipun masih muda dan kurang pengalaman, Almansa tidak gugup sehingga tidak membuat kesalahan atau melakukan manuver aneh. Dia memaksakan ritmenya dan tetap berada di grup terdepan.

Dengan Tatsuki Suzuki lolos dari lap pertama, hasil maksimal yang bisa diraih adalah podium kedua. Almansa tidak pernah turun di bawah posisi tiga besar sepanjang balapan, menunjukkan gaya berkendara yang sangat pantas untuk anak muda dan hanya pada balapan keduanya di kejuaraan ini.

Di lap terakhir, ketika podium seolah sudah di tangannya. Namun, manuver absurd dari Scott Ogden membuat bocah itu terjatuh dan mimpinya hancur. Gambar David mengangkat sepeda motor dari kerikil (dia melewati garis finis di urutan ke-17) dan tiba di box, menangis tak terkendali, begitu kuat sehingga beberapa pembalap mencoba menghiburnya.

 

Alex Marquez bahkan meninggalkan persiapannya untuk balapan selama beberapa saat demi menenangkan remaja itu. Ogden juga meminta maaf setelah menuntaskan lomba di urutan kelima.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah balapan terbaik sepanjang hidup saya," Almansa mengakui ketika amarahnya mereda. "Memulai balapan dari posisi paling belakang dan bertarung memperebutkan podium beberapa lap kemudian, pada balapan kedua saya di kejuaraan dunia, adalah sesuatu yang mencerminkan kerja keras yang kami lakukan sepanjang akhir pekan.

“Selain itu, saya belum pernah membalap di lintasan basah dengan Moto3 dan sirkuit ini masih baru bagi saya. Sangat disayangkan bahwa mereka membuang saya di lap terakhir saat kami hampir naik podium, tetapi saya tetap puas dengan pekerjaan yang telah kami lakukan.

"Sangat marah untuk sampai di lap terakhir, dengan balapan yang terkendali dan terlempar. Tapi ini adalah hal-hal yang terjadi, sebuah tantangan dalam karier. Saya juga tidak bermain di kejuaraan, saya pergi ke Argentina tanpa tekanan dan untuk bersenang-senang.”

David Almansa, Prustel GP
David Almansa, Prustel GP
David Almansa, Prustel GP
David Almansa, Prustel GP
David Almansa, Prustel GP
David Almansa, Prustel GP
6

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Race Moto3 Argentina: Suzuki Menang, Mario Aji Crash
Artikel berikutnya Practice 1 Moto3 Amerika: Moreira Mengagumkan

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia