Dennis Foggia Coba Hidupkan Lagi Peluang Gelar

Kemenangan Dennis Foggia membuat persaingan perebutan gelar di Kejuraan Dunia Moto3 2021 semakin sengit.

Dennis Foggia Coba Hidupkan Lagi Peluang Gelar

Pembalap Leopard Racing tersebut berhasil memaksimalkan kondisi kegagalan Pedro Acosta (Red Bull KTM Ajo) dan Sergio Garcia (Gaviota GasGas Aspar Team) yang tidak mampu merebut poin setelah masing-masing terjatuh dan finis di P18.

Tambahan 25 poin di Moto3 Aragon, Minggu (12/9/2021) lalu, membuat Foggia merangsek ke posisi ketiga klasemen.

Pasalnya, Romano Fenati (Sterligarda Max Racing Team) yang sebelumnya menempati peringkat tersebut, hanya mampu menambah 2 poin seusai finis P14 di Sirkuit MotorLand, Aragon, Spanyol.

Kemenangan di Aragon membuat Foggia dan lomba tanpa poin yang dialami Acosta sebagai pemuncak klasemen, membuat pembalap Italia tersebut berhasil memangkas gap dari 83 menjadi 58 poin dengan lima seri tersisa.

Bagi Foggia, hasil Moto3 Aragon menjadi finis podium ketujuhnya musim ini. Selain itu, podium utama di MotorLand ini menjadi kemenangan ketiganya pada 2021 atau yang keempat sepanjang karier di Moto3 yang dimulainya sejak 2017.

Dennis Foggia, Leopard Racing

Dennis Foggia, Leopard Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Ada satu fakta menarik dari Foggia dari 13 lomba Moto3 yang sudah digelar musim ini. Saat finis di zona poin, Foggia sejauh ini selalu mampu naik podium. Ia sudah tiga kali retired dan tiga finis di luar zona poin (15 teratas). Kondisi inilah yang juga menghantuinya di lima balapan tersisa.

Dengan gap 58 poin dan maksimal 125 poin yang bisa diperebutkan, Foggia jelas masih berpeluang juara. Namun, ia harus mampu lebih konsisten di sisa musim mengingat sudah separuh dari 13 balapan ia selesaikan tanpa poin.

“Saya memang benar-benar menginginkan kemenangan ini dan itu membuat saya sangat bahagia. Ketika melihat Acosta tidak mampu melanjutkan balapan, saya tahu harus mampu merebut poin sebanyak mungkin,” tutur pembalap 20 tahun tersebut.

Mantan pembalap binaan VR46 Racing Academy (keluar pada akhir 2019) tersebut sekali lagi berhasil membuktikan bila posisi start tidak berpengaruh signifikan atas hasil lomba. Di Aragon lalu, Foggia mampu memenangi balapan meskipun hanya start dari grid 14.

Performa buruk Sergio Garcia juga menjadi faktor keberhasilan Foggia memenangi Moto3 Aragon. Garcia yang hanya finis P18 di Aragon memang masih berada di peringkat kedua klasemen dengan gap yang masih 46 dari Acosta.

Baca Juga:

Tetapi, selisih poinnya dengan peringkat ketiga berkurang dari sebelumnya 23 poin (dengan Fenati) menjadi tinggal 12 (Foggia).

Jika Foggia berhasil memenangi lomba di Aragon, nasib sial dialami rekan setimnya, Xavier Artigas. Ia ikut terjatuh setelah tersenggol Acosta. Diagnosis awal menunjukkan pembalap Spanyol itu mengalami sobek otot dan memar di sekitar punggung dan lutut.

“Sungguh disayangkan saya harus mengakhiri lomba seperti ini karena kami sudah mampu bagus sepanjang akhir pekan,” ucap Artigas yang bersama Foggia sempat berada di zona podium.

“Saya memang terjatuh sangat keras. Namun, beruntung kondisi saya baik-baik saja. Saya akan mencoba turun di Misano, akhir pekan depan, dan melihat seperti apa kondisinya.”

Menjelang seri ke-14 Kejuaraan Dunia Moto3 2021, GP San Marino pada akhir pekan depan (17-19/9/2021), Artigas berada di peringkat ke-19 klasemen dengan 30 poin.

 

dibagikan
komentar
Debut Mengesankan Syarifuddin Azman di Moto3 Aragon
Artikel sebelumnya

Debut Mengesankan Syarifuddin Azman di Moto3 Aragon

Artikel berikutnya

Max Biaggi Nilai Romano Fenati Punya Mental Juara

Max Biaggi Nilai Romano Fenati Punya Mental Juara
Muat komentar