Leopard Racing ungkap rahasia performa kompetitif Mir

Direktur Teknis Leopard Racing Team, Christian Lundberg, buka suara perihal performa kompetitif Joan Mir sepanjang paruh musim Moto3.

Ada dua faktor kunci di balik lima kemenangan yang telah direngkuh Mir pada 2017 ini, yakni analisis dan konsentrasi. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pertarungan pada lap terakhir.

Kemenangan di Catalunya merupakan contoh nyata bagaimana Mir mengalahkan Romano Fenati dan Jorge Martin tepat pada lap terakhir. Dan manuver ciamik itu kembali diulangi sang pembalap di Sachsenring.

Mir pun mempertahankan status pemuncak klasemen sementara dengan torehan 165 poin, atau unggul 37 poin atas rival terdekatnya Fenati.

Apa kesimpulan yang bisa dipetik dari paruh pertama musim?

“Pekan depan, kami akan melanjutkan balapan. Kemenangan di Sachsenring memberikan kami gengsi dan moral, tapi yang terpenting stimulus untuk meningkatkan performa dalam paruh kedua kejuaraan. Kami telah melihat ada perbedaan antara kemenangan dan posisi terakhir dalam 10 besar. Semuanya tentang lap terakhir.”

Bagaimana atmosfer di dalam tim?

“Kami punya semangat kompetitif dengan konsentrasi yang lebih besar sekarang. Kami harus menganalisis bagaimana kami memenangi lima balapan itu, tapi juga bagaimana kami membuang peluang poin berharga di empat balapan lainnya. Kenapa? Karena kami hanya unggul 37 poin. Di atas semua itu, kami harus memahami mengapa kami tidak mampu masuk lima besar di balapan seperti Austin, Mugello atau Assen.”

Ada dua balapan beruntun pekan depan, Brno dan Red Bull Ring, bagaimana peluang tim?
“Brno adalah trek yang secara sejarah tidak pernah menguntungkan tim kami, sementara Red Bull Ring, Misano dan Aragon merupakan favorit Joan [Mir]. Dan itu membuat kami memiliki harapan dan feeling bagus. Kami menantikan mencetak hasil baik di Brno, yang akan menjadi harapan dan motivasi untuk melanjutkan musim. Beberapa rival kami telah menjalani tes di trek Brno dan ini pasti menjadi keuntungan kecil bagi mereka, faktor yang harus dipertimbangkan kami.”

Siapa favorit juara untuk seri-seri terakhir?
“Rival langsung adalah Fenati, [Aron] Canet dan Martin. Bersama dengan Joan, mereka adalah protagonis sesungguhnya dari Moto3. Para pembalap ini tampil mengesankan dengan kecepatan yang telah kita lihat di musim sebelumnya.”

Akankah ada variabel lain yang perlu dipertimbangkan?
“Tahun ini kami belum maksimal di balapan basah. Kita lihat nanti apa yang akan terjadi dalam sembilan seri tersisa. Sebagai contoh Brno dan Silverstone, akan menjadi dua seri yang mempengaruhi hasil – menguraikan skenario lebih rumit dari yang diperkirakan. Tapi kami juga harus bekerja keras pada aspek ini selama latihan bebas atau kualifikasi. Dan kecepatan Joan juga meningkat. Kami berharap bisa mengelola situasi ini sebaik mungkin.

“Adalah penting, bahwa Joan dan pembalap Moto3 lainnya telah memastikan masa depan untuk musim depan, apakah naik kelas ke Moto2 atau memperbarui kontrak. Ini berarti tidak ada kepastian, kejuaraan tetap solid dan fokus, tanpa ‘sosok pembalap bodoh’ yang sama sekali ingin menunjukkan potensi mereka dan mungkin menjadi berbahaya bagi yang memperebutkan gelar juara.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Moto3
Pembalap Joan Mir
Tim Leopard Racing
Tipe artikel Interview