Debut Moto3, Mario Aji Pakai Nomor Balap Mendiang Ayah

Pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM), Mario Suryo Aji, melakoni debut di Moto3 dengan menggunaan #64 yang merupakan nomor balap almarhum ayahnya.

Debut Moto3, Mario Aji Pakai Nomor Balap Mendiang Ayah

Mario Aji akan debut di Moto3 setelah mendapat panggilan dari Honda Team Asia untuk menggunakan jatah wildcard dalam dua seri di Misano dan Portugal.

Namun, pembalap berjuluk Super Mario itu akan tetap menggunakan livery Astra Honda Racing Team (AHRT).

Tetapi, ada yang berbeda dengan tampilan motor Mario. Ketika turun di FIM CEV Moto3 Junior World Championship, ia biasa menggunakan #16.

Sedangkan di Red Bull Rookies Cup, pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu menyematkan angka 34 di motornya.

Tetapi, #16 sudah digunakan oleh Andrea Migno. Meski #34 belum ada yang menggunakannya, tetapi Mario Aji memilih menggunakan #64 untuk duel spesial.

Itu merupakan nomor start yang digunakan almarhum ayahnya, Hartoto, ketika masih aktif sebagai pembalap di masa lalu. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan untuk ayahnya yang meninggal karena serangan jantung beberapa waktu lalu.

“Meski saya menghadapi atmosfer persaingan yang cukup kuat di Moto3, saya berusaha untuk beradaptasi dengan cepat di kejuaraan dunia,” kata Mario dalam pernyataan resmi Astra Honda Motor.

“Saya akan menggunakan nomor 64 sebagai dedikasi untuk almarhum Ayah. Nomor itu digunakan Ayah saat balap dulu. Hal ini sangat berarti bagi saya dan semakin memberi motivasi untuk memberikan yang terbaik.”

Di kelas Moto3, Mario Suryo Aji akan berjuang bersama pembalap Indonesia lainnya di tim yang sama, yaitu Andi ‘Gilang’ Farid Izdihar.

Sebelum bergabung dengan Honda Team Asia di balapan grand prix, Andi Gilang juga merupakan pembalap AHRT yang dibina sejak dini melalui Astra Honda Racing School.

Baca Juga:

Untuk memberikan motivasi tambahan kepada Mario Aji, AHRT mengajak masyarakat terus memperkuat dukungan pada Mario Suryo Aji yang akan balapan bersama Honda Team Asia.

Mendapatkan kesempatan dua kali balap sebagai wildcard, Mario Aji akan menuntaskan kesempatan emas pertamanya bersaing dengan pembalap tangguh dari berbagai negara di balapan level dunia ini.

Berbekal pembinaan balap sejak dini di Astra Honda Racing School hingga jenjang balap FIM CEV Moto3 Junior World Championship, Mario Aji diharapkan telah memiliki mental dan karakter balap yang kuat.

General Manager Marketing and Planning Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan sejak bergabung dengan AHRT, Mario diyakini memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan kompetensi balapnya.

“Mario merupakan pembalap AHRT yang memilliki mental balap kuat,” ujar Andy.

“Kami yakin berbekal tempaan pembinaan balap yang selama ini dijalani bersama kami, Mario bisa kompetitif, percaya diri, dan  pantang menyerah saat bersaing dengan pembalap-pembalap Moto3 yang lebih berpengalaman.

“Mari kita dukung Mario menjadi salah satu pembalap kebanggaan Indonesia.”

Mario Suryo Aji bergabung dengan Astra Honda Racing School pada 2016. Kesempatan untuk bersaing di ajang balap yang tinggi pun semakin terbuka atas performanya yang terus meningkat.

Di ajang balap internasional, Mario mulai berlaga di Thailand Talent Cup pada 2017. Pada 2018, ia menjadi bagian dari pebalap AHRT dan turun di ajang Asia Talent Cup (ATC) serta Asia Road Racing Championship (ARRC) pada kelas AP250.

Lalu pada 2019 hingga 2021, Mario bersaing di FIM CEV Moto3 Junior World Championship. Performanya pun sangat menjanjikan, membuat dirinya mendapatkan kesempatan dua kali wildcard di Moto3 bersama Honda Team Asia.

Mario Suryo Aji

Mario Suryo Aji

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

dibagikan
komentar
Podcast: Mario Aji dan Pentingnya Wildcard bagi Pembalap
Artikel sebelumnya

Podcast: Mario Aji dan Pentingnya Wildcard bagi Pembalap

Artikel berikutnya

Pedro Acosta Berpeluang Kunci Gelar Juara Moto3 di Misano

Pedro Acosta Berpeluang Kunci Gelar Juara Moto3 di Misano
Muat komentar