Tekan Bahaya, Paolo Simoncelli Setuju Peserta Balapan Dikurangi

Dalam dua pekan terakhir, terjadi kecelakaan fatal di kompetisi balap motor level rendah. Pemilik SIC58 Squadra Corse, Paolo Simoncelli, setuju kalau jumlah pembalap dikurangi.

Tekan Bahaya, Paolo Simoncelli Setuju Peserta Balapan Dikurangi

Dua pekan lalu, Dean Berta Vinales menghembuskan napas terakhir. Pembalap 15 tahun itu jatuh dan ditabrak oleh lawannya di World Supersport 300 Spanyol. Nyawanya tak tertolong setelah cedera serius pada kepala dan dada.

Minggu (3/10/2021), di Moto3 Amerika, kecerobohan Denis Oncu membuat rivalnya celaka. Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu menyenggol Jeremy Alcoba hingga jatuh di tengah trek.

Pedro Acosta dan Andrea Migno tak bisa menghindar sehingga terbang bersama motornya setelah menabrak motor Alcoba. Rookie Moto3 itu membentur dinding pembatas dan jungkir balik. Sedangkan, Migno berguling dan meluncur di trek.

Mereka beruntung karena para pembalap di belakang bisa menghindar sehingga tidak ada korban jiwa.

Agresivitas rider muda tersebut jadi sorotan beberapa pembalap senior di MotoGP. Mereka tak segan melontarkan kritikan serta meminta pihak berwenang turun tangan.

Simoncelli, yang kehilangan putranya, Marco, dalam kecelakaan di MotoGP Malaysia 2015, tak tinggal diam menyangkut masalah tersebut. Menurutnya, akan lebih baik kalau pendidikan seputar respek dan fair play ditanamkan sejak dini.

“Menurut saya, masalahnya pada pendidikan, diawali dari motor mini, sejak awal Anda menempatkan seorang anak di atas motor. Karena Anda tidak menganggap pentingnya bendera kuning dan tidak mengerti bahwa seseorang mungkin terkapar di tanah. Anda tidak menutup gas,” ia mengungkapkan kepada Sky.

Terkait insiden yang menewaskan Vinales, seharusnya siapa pun yang melanggar yellow flag seharusnya mendapat hukuman.

“Itu terjadi di Tikungan 1 Jerez setelah 15 lap? Ada sesuatu yang tidak berfungsi, terutama karena penalti tidak diberikan dengan ukuran tepat. Perlu memiliki hukuman lebih keras untuk siapa pun yang tak menghormati bendera kuning,” Simoncelli melanjutkan.

Baca Juga:

“Kemudian, ada diskusi panjang yang dilakukan. Bendera hijau di luar tikungan memungkinkan pembalap menikung lebih kencang juga lebih dari 10-20 km, kalau dia salah akan masuk lagi.

“Kelihatannya sebuah omong kosong tapi tidak seperti itu. Orang-orang harus tahu ada dinding dan jika Anda keluar maka kehilangan 5 detik. Anda tidak bisa memberikan long lap penalty setelah keluar lima kali, itu terlalu nyaman. Jika mereka tidak mengerti hal-hal seperti ini, maka Anda tidak pergi ke mana pun.”

Simoncelli juga setuju dengan ide pengurangan jumlah pembalap di trek. Terlalu banyak tim dan pembalap menimbulkan kepadatan di trek dan persaingan panas. FIM dan Dorna yang bisa mengatur hal itu.

“Aspek penting lainnya adalah jumlah pembalap yang start, mengurangi itu bisa membantu,” katanya.

Kate Fretti, Rossella Simoncelli dan Paolo Simoncelli memotong pita dalam pembukaan Casa Marco Simoncelli

Kate Fretti, Rossella Simoncelli dan Paolo Simoncelli memotong pita dalam pembukaan Casa Marco Simoncelli

Foto oleh: Fondazione Marco Simoncelli

dibagikan
komentar
Pedro Acosta Tak Merasa Sakit Usai Alami Insiden COTA

Artikel sebelumnya

Pedro Acosta Tak Merasa Sakit Usai Alami Insiden COTA

Artikel berikutnya

Andrea Migno Serukan Perubahan untuk Keselamatan Balap

Andrea Migno Serukan Perubahan untuk Keselamatan Balap
Muat komentar