Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Rider of the Month: Izan Guevara

Izan Guevara berhasil mewujudkan impian jadi juara dunia Moto3 di usia 18 tahun. Rider GasGas Aspar itu mampu menaklukkan prestasi Valentino Rossi.

Cover Rider of the Month Izan Guevara

Foto oleh: Motorsport.com Indonesia

Kamis selalu menjadi hari paling menegangkan bagi Guevara. Bukan karena mendekati akhir pekan balapab, melainkan gegara harus menjalani konferensi pers dalam Bahasa Inggris.

Setelah sesi terlewati, biasanya pembalap asal Palma de Mallorca itu lebih tenang bahkan bisa tidur nyenyak. Namun sepertinya, Kamis (13/10/2022), ketegangan kadang masih terasa karena ia kian dekat dengan takhta juara.

Guevara butuh keunggulan dua poin dari rival terdekatnya Dennis Foggia. Di atas kertas, misi tersebut terlihat sangat mudah.

Namun, pada kenyataannya, ia harus berjibaku mengatasi perlawanan Sergio Garcia Dols dan Ayumu Sasaki. Berkat kepiawaiannya, Guevara berhasil menaklukkan podium tertinggi Moto3 Australia sekaligus menggondol mahkota juara dunia.

Prestasi itu ditorehkan ketika usianya 18 tahun 110 hari. Ia pun menggusur Rossi dari peraih titel termuda kelima di kelas ringan. Kala itu, The Doctor meraihnya gelar 125cc di umur 18 tahun 196 hari, tepatnya Brno 1997.

Pastinya, Guevara tak menyangka mampu melakukannya pada tahun kedua di Moto3. Ini jadi tanda mata yang indah sebelum naik kelas ke Moto2 musim depan.

Berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya bahkan tak bisa membelikan motor kecil dan memilih memasukkannya ke sekolah sepak bola yang lebih terjangkau. Alih-alih gembira, ia sering menangis saat latihan.

Baca Juga:

Toni dan Marga pun menyerah sehingga mendaftarkan bocah yang sering menirukan suara raungan motor itu ke akademi milik Federasi Motor Balearic. Guevara memulai petualangannya di usia enam tahun.

Ia pun memanfaatkan fasilitas yang tersedia semaksimal mungkin. Adik dari Aitor itu lantas berlaga di kompetisi anak-anak lokal. Butuh lebih dari satu tahun untuk membuatnya juara.

Guevara terus menapaki jenjang yang diperlukan untuk sampai ke kompetisi idaman para rider. Berbeda dengan kompetitor lain yang getol berlatih dengan motocross, ia kurang tertarik dengan aktivitas tersebut.

Jika diharusnya, maka pembalap itu hanya menjalankan sesuai kebutuhan. “Sepanjang musim, saya tidak naik motocrosss untuk menghindari cedera dan semacamnya. Pedro Acosta cedera, saya pilih mengesampingkannya,” kata Guevara dikutip dari Marca.

“Saya akan menjalankan sesi latihan lain dengan hati-hati. Kadang saya juga mencoba melaju di dirt track. Saya lebih suka ke sasana, lari dan bersepeda.”

Sebaliknya, ia tergila-gila menggembleng bodi di sasana. Hanya saja, kegiatan itu mesti ditinggalkan sejenak karena tubuhnya terlalu berotot.

Izan Guevara, GasGas Aspar Team

Izan Guevara, GasGas Aspar Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya latihan di gym seperti orang lain. Saya berlatih secukupnya, saya suka pergi ke sasana. Saya harus berhenti bulan lalu karena bobot bertambah, volume meningkat. Selain itu, masih ada satu bulan lagi dengan Moto3.”

“Kami akan gembira ketika mengendarai motor lebih besar. Saya sempat tak mau naik motor besar karena saya masih berkutat dengan roda kecil. Saya tak mau terbiasa dengan motor lebih besar.”

Kehebatannya mengunci puncak klasemen FIM CEV Moto3 Junior Championship berbonus peluang ke Moto3 2021.

Ada campur tangan juara dunia kelas 125cc, Nico Terol, di sana. Terkesan dengan talenta sang pembalap itu sejak usia 15 tahun, ia menyarankan agar GasGas Aspar Team merekrut Guevara.

Kepercayaan dibayar penggemar Marc Marquez itu dengan 12 podium, di antaranya tujuh kemenangan, 4 pole position dan 2 fastest lap. Walau berada di level atas Moto3, ia tetap rendah hati.

“Anda merasa sebagai juara hebat ketika menang di MotoGP. Sekarang, saya berada di kategori kecil. Memang benar bahwa sulit menang di sini,” ia menambahkan.

“Selain itu, Anda bertarung lawan yang terbaik, tapi saya belum merasa jadi juara hebat.”

Sang bos, Gino Borsoi, tak ragu menyamakannya dengan Rossi terutama sifat dan etos kerjanya. Menanggapi hal itu, Guevara berkomentar, “Saya sungguh tersanjung dibandingkan dengan Valentino Rossi. Saya harap bisa mengejar dia. Sungguh sulit karena dia sudah menetapkan standar sangat tinggi.”

Balapan tak hanya membuatnya matang sebagai rider tapi juga mengubahnya jadi sosok yang lebih terbuka.

“Ketika kecil, saya sangat pemalu. Tidak mau bicara dengan sembarang orang, sangat sulit menjalin hubungan pertemanan. Saat berlaga di kejuaraan dunia, saya mulai terbuka dan harus menjalani wawancara. Itu membantu membuka diri,” ungkapnya.

“Saya mendefinisikan diri sebagai orang yang keras kepala, sangat aktif. Dalam balapan, menjadi agresif ketika kondisi memaksa. Biasanya, saya suka bekerja sendiri.”

Izan Guevara, GasGas Aspar Team

Izan Guevara, GasGas Aspar Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Guevara saat ini ingin menikmati proses yang dilalui. Ia tak mau berandai-andai jadi pembalap MotoGP dalam waktu dekat.

“Saya hanya menjalani hidup sekarang, menjaga kaki tetap menginjak bumi, Anda tidak perlu berpikir lebih jauh. Kami harus melanjutkan ide bahwa kami bekerja dengan baik,” ujarnya.

“Tahun depan, kami akan santai di Moto2. Bisa jadi itu tahun bagus, tapi dengan kaki menginjak bumi, tahu apa yang dimiliki serta berprogres untuk masing-masing kategori. Saya tidak tahu apa berada dalam rencana MotoGP tim.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Filippo Farioli Wildcard bersama GasGas Aspar di Moto3 Valencia
Artikel berikutnya Tak Puas, Guevara Rebut Pole Position Moto3 Valencia

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia