Simoncelli Sesalkan Suzuki Tak Punya Rasa Lapar Kemenangan

Tatsuki Suzuki menyegel pole position di Moto3 Italia. Prestasi yang diperoleh di Sirkuit Mugello itu sebagai jawaban atas kritik yang dilontarkan pemilik tim SIC58 Squadra Corse, Paolo Simoncelli.

Simoncelli Sesalkan Suzuki Tak Punya Rasa Lapar Kemenangan

Sepanjang kiprahnya di Moto3, pembalap Jepang tersebut sudah mengumpulkan enam pole position, yakni Moto3 San Marino 2019, lalu Moto3 Qatar, Spanyol dan Andalusia musim lalu, tahun ini di Jerez dan Mugello.

Pencapaian tersebut tentu membuat bos tim, Paolo Simoncelli, riang. Pasalnya, penampilan pemuda 23 tahun itu fluktuatif. Bahkan, dalam tiga balapan sebelumnya, Suzuki selalu gagal menuntaskan lomba.

Simoncelli sangat mengenal Suzuki yang bergabung dengan timnya sejak lima tahun silam. Berasal dari keluarga berkecukupan, membuat pembalap tersebut kadang tak punya motivasi dan rasa haus kemenangan.

Padahal, ia punya potensi besar untuk naik podium kalau serius mengasah diri dan fokus pada balapan.

“Tatsu sangat tangguh dan hanya ada satu masalah, baik menang atau tidak, hidupnya tidak berubah. Dia datang dari keluarga berada dan punya kemungkinan, dibantu oleh keluarganya, ke Moto2 meski musimnya tidak berlangsung dengan baik,” ujarnya.

“Sebaliknya, ada orang-orang yang menang atau menghilang. Satu-satunya kelemahan Suzuki adalah tak lapar (kemenangan) dan itu satu-satunya yang menghambatnya jadi pembalap besar.”

Ketika lawan-lawannya sudah beranjak ke kategori lebih tinggi, Suzuki bertahan di Moto3 selama lima tahun. Hasil terbaiknya adalah peringkat kedelapan musim 2019. Selebihnya, ia duduk di posisi 12 dan 14.

Baca Juga:

Musim ini, jauh lebih parah karena ada di peringkat ke-21 dengan koleksi 12 poin. Kendati demikian, Simoncelli tidak memecat pembalap yang sudah dianggap seperti anak sendiri tersebut.

Pasalnya, Suzuki dan keluarganya memberi dukungan finansial yang cukup untuk tim tersebut.

“Jangan lupakan tema ekonomi. Tim agar bisa maju perlu uang dan kadang Anda dipaksa untuk merekrut pembalap muda yang kurang skill tapi mereka memberi bantuan kepada tim,” Simoncelli mengungkapkan.

“Menang tentu saja sulit tapi kalau ada satu pemenang dan naik kategori maka akan lebih mudah, tapi pemenang hanya ada satu.”

dibagikan
komentar
Sasaki: Dupasquier Jatuh di Depan Saya
Artikel sebelumnya

Sasaki: Dupasquier Jatuh di Depan Saya

Artikel berikutnya

Melambat Saat Q1, Artigas Dihukum Long Lap Penalty

Melambat Saat Q1, Artigas Dihukum Long Lap Penalty
Muat komentar