10 Hal Menarik Seputar Marco Bezzecchi: Cabai sebagai Azimat

Marco Bezzecchi membuktikan omongannya bahwa tahun ini bakal menginjak podium MotoGP. Momen bersejarah terjadi pada balapan di Sirkuit Assen, Minggu (27/6/2022).

10 Hal Menarik Seputar Marco Bezzecchi: Cabai sebagai Azimat

Pembalap Mooney VR46 Racing Team tersebut menjadi runner-up dalam balapan yang penuh drama. Terjatuhnya Fabio Quartararo turut berperan dalam prestasi terbaik Bezzecchi, di samping kegigihannya mengejar Francesco Bagnaia dan menghalau Maverick Vinales.

Debutan MotoGP 2022 itu mempersembahkan podium perdana untuk sang mentor, Valentino Rossi.

Pencapaian Bezzecchi pun menggelitik rasa penasaran publik soal sosoknya. Berikut 10 hal menarik dari pemuda 23 tahun tersebut.

1. Mengidolakan Rossi

Banyak pembalap yang ada di grid MotoGP musim ini, tumbuh dengan melihat kehebatan The Doctor, termasuk Bezzecchi. Ia girang bukan kepalang ketika diundang bergabung ke Akademi VR46.

Kesempatan itu tak disia-siakan, ia belajar banyak hal dari sang maestro. Hasilnya bisa dilihat dalam beberapa musim terakhir. Bezzecchi berharap Rossi lebih banyak bekerja untuk tim.

2. Polini GP3 Motor Pertama

Ketertarikan mengendarai motor timbul ketika mendapat kado ulang tahun keenam berupa motor mini Polini GP3. Setiap hari, dia berputar di tempat parkir belakang rumah. Dia bahkan membawa helm ke tempat tidur.

Baca Juga:

3. Laguna Seca Masuk Bucket List

Putra Vito Bezzecchi tersebut memiliki beberapa daftar sirkuit yang ingin dikunjungi, salah satunya adalah Laguna Seca. Pasalnya, trek yang terletak di California tersebut pernah jadi lokasi persaingan sengit antara Casey Stoner dan Valentino Rossi pada 2008.

Sayangnya, harapan ini belum terwujud karena Laguna Seca tak dipakai lagi untuk MotoGP sejak 2013. Sirkuit itu digantikan COTA, Texas.

4. Kurang Suka Memainkan MotoGP di PlayStation

Layaknya pemuda biasa, Bezzecchi juga suka memainkan gim dengan konsol Playstation. Menariknya, ia kurang tertarik dengan MotoGP. Pembalap 23 tahun itu lebih memilih Call of Duty: Warzone.

Ia bermain bersama sesama rider Bagnaia, Luca Marini, Andrea Migno, Nicolo Antonelli, Stefano Manzi dan Federico Fuligni.

5. Suka Melakoni Olahraga Lain

Marco Bezzecchi menggemari olahraga di luar balapan. Ia bermain sepak bola, basket, tenis hingga olahraga ekstrim seperti skateboard dan snowboard.

6. Daftar Tamu Makan Malam

Bezzecchi memiliki tiga sosok istimewa yang diundang dalam makan malam. Mereka adalah Shaun White, atlet skateboard dan snowboard Amerika Serikat, Rossi dan Jason Anderson, juara AMA Motocross.

Marco Bezzecchi, VR46 Racing Team

Marco Bezzecchi, VR46 Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

7. Cabai Keberuntungan

Bezzecchi selalu melakukan aktivitas yang sama sebelum balapan. Menurutnya cabai merupakan azimat keberuntungan.

“Ayah saya punya bengkel truk dan saya selalu membantunya. Banyak pelanggan memberi kami cabai dan saya selalu menggantungkan satu cabai di motor. Tapi, sekarang itu tak mungkin dilakukan,” ujarnya.

 8. Ingin Nomor 12

Bagi penghuni peringkat ketiga Moto2 2021 tersebut, angka 12 punya arti khusus, yakni tanggal lahirnya. Dia bahkan punya tato angka 12 di jari manis tangan kanan dan kiri. Saat masih berlaga di Moto3, ia menyematkan 12 di depan motornya. Namun, angka itu ditanggalkan ketika promosi ke level tinggi. Sekarang, ia pun menggunakan #72.

9. Suka Bahasa Asing

Bezzecchi merupakan salah satu pembalap yang fasih bicara Bahasa Inggris. Ia juga tertarik untuk mempelajari Bahasa Jepang karena suka dengan budaya dan makanannya.

10. Kaul Unik

Menjuarai MotoGP adalah sesuatu yang sulit dilakukan para pembalap. Oleh karena itu, dia mengucapkan kaul yang sedikit aneh apabila menjadi salah satu kampiun.

Bezzecchi akan melakukan lap of honour di sirkuit hanya mengenakan celana dalam saja.

dibagikan
komentar
Marco Bezzecchi: Podium MotoGP Belanda untuk Valentino Rossi
Artikel sebelumnya

Marco Bezzecchi: Podium MotoGP Belanda untuk Valentino Rossi

Artikel berikutnya

Alex Rins Ungkap Pertimbangan Singkirkan Tawaran Ducati

Alex Rins Ungkap Pertimbangan Singkirkan Tawaran Ducati