8 Hal yang dinanti di tes MotoGP Qatar

Dengan tes pramusim terakhir MotoGP yang akan digelar Jumat (10/3) hari ini, Oriol Puigdemont melihat apa saja poin penting selama tiga hari di trek Losail.

Vinales mencari konfirmasi

Tidak perlu diragukan bahwa Maverick Vinales menjadi sosok pembalap menonjol selama tes musim dingin. Banyak orang di paddock menganggapnya sebagai salah satu talenta terhebat, bahkan Yamaha tidak menyangka adaptasi sang pembalap di atas motor YZR-M1 begitu mulus.

Vinales juga belum terjatuh dari delapan tes yang telah dijalani, dan paket YZR-M1 justru membuatnya semakin kuat setiap harinya.

Kini, waktunya bagi dia untuk mulai memikirkan tentang seri pembuka musim 2017. Tekanan untuk menang di Losail akan berada di pundaknya; tinggal bagaimana ia bereaksi untuk menjawab pertanyaan yang tersisa.

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Rossi perlu langkah besar ke depan

Akan menjadi kesalahan besar untuk membuat kesimpulan apapun tentang apa yang harus diharapkan dari Valentino Rossi, terutama mengingat musim baru belum dimulai. Namun, The Doctor tampak jauh di belakang rekan setim anyar Vinales, dan juga Marc Marquez.

Rossi tak punya pilihan selain mengambil risiko lebih. Pembalap berusia 38 tahun itu kehabisan waktu dan harus mencari set-up yang lebih nyaman untuk YZR-M1, agar dia dapat memangkas jarak dengan dua rival Spanyolnya tersebut, baik saat single lap dan long run.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Marquez fokus pada tune-up Honda

Saat melakukan long run (simulasi balap) di Phillip Island, Marquez mulai merasa sangat nyaman dengan motornya. Ini juga membuktikan bahwa dia hampir menemukan ritme untuk balapan, sesuatu yang menempatkannya di depan Vinales.

Di Qatar, target utama juara dunia bertahan itu adalah menyelaraskan mesin baru RC213V dengan elektronik – dengan asumsi cedera dislokasi bahu tak akan menganggu performa Marquez.

Tes pramusim terakhir ini juga akan menjadi uji coba penting untuk membandingkan Honda musim 2017 dan 2016. Musim lalu, pabrikan Jepang itu datang ke Losail dengan prototipe yang lamban di segala area. 

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Ducati kembali ke wilayah ramah

Qatar selalu menjadi sirkuit yang baik bagi Ducati dan Jorge Lorenzo (telah mencetak tiga kemenangan). Jadi, tidak ada sirkuit yang lebih baik daripada Losail untuk melihat aliansi antara pabrikan Italia itu dengan sang pembalap anyar.

Kurang dari tiga bulan, Lorenzo yang awalnya memiliki feeling bagus saat debut mengendarai Desmosedici GP di Valencia, berubah total menjadi mimpi buruk pada tes hari pertama di Sepang. Dua pekan lalu, di Phillip Island, ia bahkan secara praktis mencoret dirinya keluar dari perebutan gelar juara.

Jika Ducati tidak menetapkan standar di Qatar, di mana trek lurus Losail seharusnya memberikan keuntungan bagi Desmosedici GP, maka skuad balap ini tampaknya akan kesulitan pada 2017.

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Pedrosa tampak seperti pesaing

Beberapa hari lalu, Marquez ditanya tentang rival yang akan dihadapi dalam pertarungan gelar juara 2017, dan dia membicarakan Vinales, Rossi, serta rekan setim Dani Pedrosa.

Kombinasi dari pekerjaan yang dilakukan Honda dengan RC213V dan kedatangan Sete Gibernau sebagai pelatih pembalap, itu berarti bahwa Pedrosa terlihat lebih cepat dan termotivasi setelah menderita cedera pada 2016.

Pembalap Spanyol itu juga tampil konsisten dan kencang (berada di posisi ketiga saat tes Phillip Island). Dan jika dia menempatkan segala hal dengan tepat, maka dia seharusnya masuk persaingan untuk podium sejak awal musim.

Dani Pedrosa, Repsol Honda Team

Iannone berambisi bangkit kembali

Andrea Iannone mengalami kesulitan di Phillip Island. Hembusan angin dan Suzuki GSX-RR menghalanginya untuk tampil kencang seperti yang telah ditunjukkan saat tes Valencia dan Sepang.

Tes Qatar akan menjadi peluang bagus bagi pembalap Italia itu untuk unjuk gigi, dan terutama mengungguli rekan setim anyar, Alex Rins, yang mampu tampil lebih cepat di Phillip Island.

Namun, tetap harus dilihat bagaimana mesin GSX-RR merespons karakteristik Losail yang dominan dengan trek lurus panjang, serta bagaimana motor bereaksi saat long run (simulasi balap) setelah 15 lap.

Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP

KTM mencari kemajuan lebih lanjut

Usai tes pramusim yang produktif, KTM berhasil membuat kemajuan besar. Dan tes terakhir ini akan memberikan gambaran apa yang harus diharapkan dari pabrikan Austria tersebut jelang debut semusim penuh di MotoGP.

Selama musim dingin, KTM tidak berhenti untuk bekerja pada motor prototipe dan membawa material penting di setiap lokasi tes. Di Losail, mereka diyakini akan menguji coba mesin baru, yang karakteristiknya lebih halus, serta agar tidak menyulitkan Pol Espargaro dan Bradley Smith. 

Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing

Akankah Ducati merilis fairing anyar?

Pelarangan winglet masih menjadi pembicaraan terbesar jelang bergulirnya musim baru. Tim harus mendapatkan homologasi terkait fairing motor, dan mereka hanya memiliki satu kali update sepanjang musim (selain KTM, berkat status keistimewaan yang dimiliki pada tahun pertama).

Secara teori, tes Qatar akan menjadi ajang bagi para pabrikan untuk merilis desain fairing anyar, terutama bagi Ducati. Pasalnya, Yamaha, Suzuki dan Aprilia telah memamerkan fairing anyar saat tes Sepang dan Phillip Island.

Setelah kehilangan winglet pada Desmosedici GP, pabrikan Italia itu kini berkesempatan untuk melawan kembali.

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Valentino Rossi , Jorge Lorenzo , Dani Pedrosa , Marc Marquez , Andrea Iannone , Maverick Viñales
Tipe artikel Analisis