"Akan jadi bencana jika Vinales finis kedua di Qatar"

Crew Chief Maverick Vinales, Ramon Forcada, mengungkapkan tidak ada pilihan bagi pembalapnya selain memenangi seri pembuka MotoGP Qatar lalu.

Kondisi trek dan cuaca di Sirkuit Losail awalnya dianggap bakal menyulitkan Vinales, usai penampilan yang begitu impresif sepanjang tes pramusim dan sesi Free Practice.

Dengan start balapan yang sempat ditunda dua kali dan kondisi trek yang berkurang grip, ditambah start buruk Vinales yang turun di posisi kelima, anggapan itupun dirasa bakal menjadi kenyataan.

Namun, pembalap Spanyol itu rupanya mampu menjawab keraguan. Vinales tidak menekan sejak awal, ia memilih untuk menghemat usia ban dan baru menyerang jelang lap-lap terakhir. Ia lalu merangkak naik, berduel sengit melawan Andrea Dovizioso dan akhirnya berhasil finis pertama.

“Kami bisa merasakan semacam suasana yang aneh, di mana posisi kedua dari Vinales akan terlihat sebagai bencana,” kata Forcada Motorsport.com.

“Itu tampak seperti tidak ada pilihan selain menang, dan sesuatu yang berbeda akan dianggap kegagalan. Ada banyak tekanan, dan bahkan lebih karena kondisi balapan.

“Dia tidak start dengan baik dan (Johann) Zarco sedikit lebih cepat. Dia lalu menunggu, tetap tenang ketika (Andrea) Iannone terjatuh di depannya.

“Dia membuka jarak pada lap terakhir dengan beberapa margin lebih dari Ducati, motor yang cukup cepat saat berakselerasi dari gigi keempat.

“Itulah satu-satunya cara untuk menghentikan Ducati di trek lurus. Dia (Vinales) melakukannya secara sempurna.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Qatar
Trek Losail International Circuit
Pembalap Maverick Viñales
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Breaking news