Loncat ke konten utama

Alami Masalah Sendiri, Di Giannantonio Merasa GP25 Membakarnya

Fabio Di Giannantonio harus mengundurkan diri dari Sprint Race MotoGP Thailand, di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu (1/3/2025), karena temperatur Ducati Desmosedici GP25 yang tinggi.

Fabio Di Giannantonio, VR46 Racing Team

Fabio Di Giannantonio adalah pembalap pertama yang retire pada MotoGP 2025 karena masalah teknis yang tidak terkait dengan kinerjanya di trek. Sementara Jack Miller adalah orang pertama yang keluar dari Sprint Race di Buriram karena crash saat berada di posisi terdepan.

Setelah setengah jalan balapan, pembalap Pertamina Enduro VR46 itu mulai kehilangan posisi makin banyak hingga akhirnya ia memutuskan untuk pensiun setelah 11 lap dari 13 lap yang dijadwalkan. Pada awalnya, ada spekulasi bahwa hal itu mungkin terkait dengan cedera bahu. Namun, segera menjadi jelas bahwa itu ada hubungannya dengan motor Ducati-nya.

Di garasi, para mekanik mulai memeriksanya segera setelah pembalap asal Roma itu turun dari motor. Berbicara kepada media, termasuk Motorsport.com, Di Giannantonio sendiri mengakui bahwa pengunduran dirinya disebabkan oleh masalah teknis yang berkaitan dengan panas, karena motornya seolah "terbakar", sampai-sampai ia memiliki hipotesis di kepalanya bahwa ada api di dalamnya.

"Motornya terasa terbakar. Kami tahu ini bukan masalah teknis, tapi dalam kasus saya, motor saya seperti terbakar. Di lintasan lurus saya bahkan tidak bisa meletakkan kaki saya di atas motor. Saya merasa seperti terbakar, saya tidak tahu apakah ada api atau tidak," kata pembalap Italia itu, yang juga mengungkapkan bahwa hal itu pernah terjadi padanya di FP1, Jumat (28/1/2025). Problem itu tidak dialami Desmosedici lain di grid.

"Itu sudah terjadi pada saya di sesi pagi kemarin. Saya harus melihat, tapi kami harus mencari solusinya, karena tidak mungkin terus seperti ini. Pembalap lain di tim ini tak mengalami masalah ini," lanjutnya.

Di Giannantonio adalah satu-satunya dari enam pembalap Ducati yang, sebagai bagian dari kesepakatan tim Valentino Rossi dengan Borgo Panigale, dapat mengendarai motor yang sama persis dengan yang digunakan oleh pembalap tim pabrikan, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez.

Perbedaan dengan GP24 telah dikurangi dengan pilihan mesin, sasis, dan fairing aerodinamis dari versi lama, tetapi Ducati pasti akan mencermati kekurangan ini, jangan sampai terulang kembali di motor merah.

Baca Juga:
Artikel sebelumnya Ogura Senang Bisa Belajar dari Duel dengan Bagnaia
Artikel berikutnya Race MotoGP Thailand: Marquez Kembali Menjadi Binatang Buas

Top Comments

Berita terbaru