Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

MotoGP: Alasan Penalti Berat Pelanggaran Track Limit di Lap Terakhir

Hingga sekarang, track limit masih jadi bahan pembicaraan di MotoGP. Ketika pembalap melanggar pada lap terakhir balapan maka segera dijatuhi penalti. Kenapa keputusan itu berlaku di lap penutup?

Race Director Mike Webb with FIM MotoGP Stewards and representatives

Hukuman pada pelanggaran batas trek ketika latihan dan balapan berbeda. Saat free practice, pembalap yang menginjak curb meski hanya beberapa millimeter otomatis dihapus waktu putarannya.

Saat seorang pembalap melebar ke luar trek dalam balapan, kehilangan waktu atau posisi, maka tidak ada penalti. Situasi berbeda kalau manuver itu membawa langsung ke tikungan berikutnya. Ia akan diinvestigasi race control.

Baca Juga:

Seorang rider boleh melewati track limit tiga kali dengan toleransi sangat kecil, tapi setelah itu, dia dapat peringatan. Penalti berupa long lap penalty diberikan ketika terjadi pelanggaran kelima.

Beda cerita kalau pelanggaran terjadi pada putaran pamungkas dan dalam kondisi berduel dengan lawan. Ia bakal langsung dapat sanksi diminta mundur satu posisi.

Ide penerapan penalti seperti itu berawal dari Moto2 2019 di Misano. Fabio di Giannantonio dan Augusto Fernandez bertarung untuk kemenangan pada lap pamungkas.

 

Saat melintasi Curvone (Tikungan 11), Fernandez melebar ke zona run-off sehingga bisa menyodok di Giannantonio lewat Tikungan 14. Sayangnya, kala itu regulasi track limit belum berlaku.

Keduanya dipanggil race control dan ditetapkan bahwa pembalap Spanyol tersebut keluar sebagai pemenang. Alasannya tidak ada bukti yang menunjukkan Fernandez mendapat keuntungan dari manuvernya.

Direktur balap MotoGP Mike Webb mengungkapkan, “Insiden Fernandez itu pastinya akan ditangani dengan cara berbeda sekarang. Itu kenapa kami punya kriteria dalam hal lap terakhir dan melebar sebentar untuk memperebutkan posisi.

“Itu adalah hasil langsung dari insiden seperti itu, di mana kriteria kala itu mengatakan kalau Anda harus melihat keuntungan jelas, seperti mendapat manfaat dari posisi atau sesuatu.”

Terkait dengan manuver itu, Webb menekankan, “Dia masih bisa menyalip untuk kemenangan. Itu jadi contoh bagus kenapa kriteria harus diubah. Dan ya, keputusan akan berbeda apabila regulasi sekarang diterapkan.”

 

Peristiwa serupa terjadi di Moto2 Austria 2020, hanya saja kali ini melibatkan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Keduanya berambisi meraih kemenangan.

Pembalap Spanyol melewati garis finis di depan Bezzecchi. Namun, kemenangannya dibatalkan karena Martin sempat melewati kerb saat keluar Tikungan 8. Martin harus rela dapat posisi kedua.

“Balapan di Austria, contohnya, jadi bukti jelas. Aturannya jika Anda bertarung sangat dekat, dengan pembalap lain dan Anda jelas keluar, kemudian Anda harus berada dalam posisi tidak menguntungkan,” Webb melanjutkan.

“Martin jelas keluar, Bezzecchi tidak. Kami punya gambaran jelas dan pasti, ada konsekuensi wajar kriterianya. Itu adalah lap terakhir, duel sengit untuk posisi dan dia tidak dapat keuntungan.

“Itu kenapa posisi berubah. Steward membuat keputusan itu, tapi mereka melakukannya berdasarkan bukti yang tak terbantahkan. Jadi ada keadaan di mana harus dipertimbangkan Steward.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Danilo Petrucci Kecewa Tak Dilibatkan dalam Proyek KTM
Artikel berikutnya Studi Ungkap Kemampuan Super Pembalap MotoGP

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia