Alasan Pol Espargaro Idolakan Alex Barros

Pol Espargaro memiliki koneksi khusus dengan eks bintang MotoGP Alex Barros. Rider Repsol Honda itu mendasarkan pilihan nomor balap pada pemenang 7 kali Grand Prix di kelas premier tersebut.

Alasan Pol Espargaro Idolakan Alex Barros

Bagi sebagian besar rider MotoGP generasi saat ini, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo atau Casey Stoner jelas adalah teladan yang hebat. Namun, di sisi lain, Pol Espargaro menyebut Alex Barros sebagai idola dan anutannya.

“Saya tak ingat dengan baik ketika saya masih kecil. Tetapi saya ingat menonton semua balapan MotoGP bersama ayah dan kakak saya ketika kami tidak berlatih. Salah satu kenangan adalah ketika Alex (Barros) mengendarai motor kuning untuk tim Sito Pons,” kata Pol Espargaro.

“Ketika itu dia cukup cepat dan rutin berjuang untuk kemenangan, namun dia sering jatuh, benar-benar banyak. Sama seperti saya, setiap kali saya jatuh, ayah dan juga kakak saya akan mengatakan, ‘Lihat, dia jatuh lagi’,” juara dunia Moto2 2013 tersebut menambahkan.

Baca Juga:

Alex Barris juga menjadi sumber inspirasinya dalam hal nomor start. Ketika masih aktif, pembalap Brasil tersebut menggunakan #4. Sedangkan Espargaro memilih nomor #44.

“Saya mencoba membangun identitas saya sendiri di sekitar angka #4. Itu nomornya (Barros). Saya ingat ingin menggunakan nomor tersebut, tetapi tidak lagi tersedia. Itu sebabnya saya memutuskan memakai #44,” pembalap 30 tahun tersebut mengungkapkan.

Bahkan sebelum naik Kejuaraan Dunia Balap Motor, Espargaro mendapat kesempatan bertemu dengan idolanya di Barcelona. Kala itu, Barros sedang membalap di MotoGP.

“Dia sangat baik dan mengundang saya ke motorhome-nya. Itu adalah sesuatu yang saya sangat hargai lebih tinggi sekarang. Itu merupakan sikap yang sangat bagus,” tutur Pol Espargaro.

Alex Barros

Alex Barros

Foto oleh: Camel Media Service

“Saya tidak ingat balapan spesifik dari Alex. Saya hanya tahu bahwa dia memiliki gaya balap yang sangat tidak biasa, dan itu mengesankan. Dia adalah salah satu pembalap terbaik dalam hal tersebut, seperti Kevin Schwantz.

“Dia merupakan idola saya. Aneh bahwa saya tidak memiliki salah satu dari helm, sarung tangan atau tanda tangannya. Namun saya bukan seseorang yang meletakkan segala sesuatu pada hal-hal materi. Saya ingat saat-saat bersamanya.  

“Suatu hari saya ingin menjadi inspirasi besar untuk orang lain seperti halnya Alex (Barros) kepada saya, pembalap yang telah membukukan total podium F1 itu sepanjang kariernya,” ia menambahkan.

 

dibagikan
komentar
Casey Stoner: Run-Off Aspal Inovasi Terburuk di MotoGP
Artikel sebelumnya

Casey Stoner: Run-Off Aspal Inovasi Terburuk di MotoGP

Artikel berikutnya

Ayah Nicky Hayden Meninggal Dunia

Ayah Nicky Hayden Meninggal Dunia
Muat komentar