Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP German GP

Aldeguer Pasrah Ditempatkan ke Gresini atau VR46

Fermin Aldeguer mengaku belum tahu akan bergabung dengan tim mana di MotoGP 2025. Sebagai anak baru, ia tentu belum punya preferensi sehingga terima saja keputusan Ducati.

Fermin Aldeguer, SpeedUp Racing

Saat berkompetisi di Moto2 bersama Boscoscuro, remaja 19 tahun itu menjadi salah satu rider yang sudah pasti mendapat tempat di grid MotoGP 2025. Ia menandatangani kontrak selama dua musim dengan Gigi Dall'Igna di awal tahun untuk mengendarai Ducati.

Awalnya, Bologna berniat untuk menempatkan pembalap Spanyol itu di Pramac, tetapi semuanya berubah. Sekarang, dia akan ditempatkan di Pertamina Enduro VR46 Racing Team, bersama Fabio Di Giannantonio, atau di Gresini Racing MotoGP, bersama Alex Marquez, yang selalu mengendarai GP24.

Pada Minggu, pembalap Spanyol itu meraih kemenangan ketiganya musim ini dan yang ketujuh sejak ia turun di Moto2, menjadikannya pembalap yang finis P1 terbanyak di kelas intermediate saat ini.

Sukses yang datang di tengah-tengah berita tentang bursa pembalap 2025. Ini menjadi jawaban saat beberapa pihak mempertanyakan kemampuan Aldeguer untuk memiliki motor terbaik di grid tahun depan.

"Sepertinya ya, kami menutup beberapa (mulut) dengan balapan ini," ujar Aldeguer pada Minggu sore di Sachsenring, setelah turun dari podium. "Tapi, itu bukan topik yang membuat saya tertarik. Saya berjuang untuk diri saya sendiri, jadi kami melakukan balapan yang sangat cerdas, kami menunjukkan lagi potensi yang kami miliki dan saya sangat senang.”

Kemenangan ini tidak mudah bagi pembalap Spanyol itu, ia harus berjuang keras di awal dan perlu memperbaiki strategi.

Baca Juga:

"Itu seperti di Moto3, banyak pembalap melakukan lap tercepat di akhir, kami melihat bagaimana beberapa dari mereka bertahan sedikit dan di akhir mereka banyak menekan. Saya melihat bahwa ini bukan hari untuk mendorong, bahwa saya harus menunggu momen, pada awalnya saya sangat kuat dan saya pikir saya bisa membuka celah, tetapi di trek itu referensi sangat membantu dan saya tidak bisa menjauh, sampai, dengan Tony Arbolino, kami membuka celah kecil setengah detik dan kemudian saya mendorong sekuat tenaga untuk menjauh," jelasnya tentang balapan.

"Setelah naik podium di Assen dan kemenangan di Jerman, saya akan menjalani jeda dengan sangat santai, dengan banyak motivasi untuk paruh kedua musim ini. Kami telah memangkas jarak, kami tertinggal 39 poin dari pemimpin klasemen (Sergio García), saya tidak memikirkan kejuaraan, tetapi jelas bahwa kami memiliki tujuan untuk mencoba memenangkannya, tetapi menjalani balapan demi balapan. Menang adalah cara terbaik untuk memangkas poin".

Tidak ada preferensi

Di tengah rumor pasar pembalap, setiap hari ada perkembangan baru. Tapi, jelas bahwa perpanjangan kontrak Ducati dengan Fabio Di Giannantonio untuk dua tahun, tidak menguntungkan remaja Spanyol tersebut.

Bagaimana pun, setelah Pramac pindah ke Yamaha, VR46 ingin menyelamatkan Franco Morbidelli. Mau tidak mau, Aldeguer akan diangkat ke Gresini.

Mengenai skenario tersebut, Aldeguer menekankan akan tampil total untuk tim mana pun.

"Saya menandatangani kontrak dengan Ducati, jadi tim mana pun yang memiliki motor Ducati adalah sebuah kemungkinan," jelas Aldeguer saat ditanya oleh Motorsport.com.

Fermin Aldeguer, SpeedUp Racing

Fermin Aldeguer, SpeedUp Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Sebelumnya juga ada kemungkinan Pramac, tapi sekarang tidak, sekarang hanya Valentino dan Gresini, tapi saya pikir itu akan sangat tergantung pada tim dan kontrak yang mereka buat terutama dengan pabrikan.

"Saya akan dipindahkan ke salah satu motor atau yang lain. Saya tak punya preferensi dengan Ducati.”

Meski pembalap pasrah, manajemen tetap akan melihat bagaimana sponsor pribadinya dengan tim. Pastinya, negosiasi dengan mereka akan berubah.

"Selama jeda tiga minggu, mereka seharusnya memberi tahu kami ke mana kami akan pergi. Yang terpenting, agar kami juga bisa menangani masalah sponsor dan perlengkapan. Banyak hal yang berubah untuk pergi ke satu tim atau tim lain, tidak hanya untuk dua tim yang kita bicarakan, tetapi secara umum. Jadi mari kita lihat apakah mereka akan segera memberi tahu saya dan kita bisa mulai mengikat semuanya," pungkasnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mir: Tak Ada Alasan, Kami Harus Membalikkan Situasi
Artikel berikutnya Martin Beri Alasan untuk Ducati Dukung Bagnaia Lebih Total

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia