Aleix Espargaro Tuntut Hal-hal Ini dari Aprilia

Aleix Espargaro memberikan masukan kepada Aprilia untuk mengantisipasi lomba MotoGP yang kini semakin cepat.

Aleix Espargaro Tuntut Hal-hal Ini dari Aprilia

Harapan Aprilia untuk bangkit pada MotoGP 2020 lalu tidak terjadi. Turun dengan nama Aprilia Racing Team Gresini, skuad asal Italia itu kembali menempati posisi juru kunci kategori pabrikan (P6) dengan hanya 51 poin dan tim (P11) dengan 54 poin.

Hasil tersebut lebih buruk dibanding MotoGP 2019. Aprilia memang masih di posisi buncit klasemen pabrikan, P6, namun poin mereka saat itu 88. Di kategori tim, Aprilia masih lebih baik dibanding Red Bull KTM Tech3 dan Reale Avintia Racing.  

Dari 14 balapan pada MotoGP 2020 lalu, Aprilia hanya tiga kali mampu finis di 10 besar yang semua dilakukan Aleix Espargaro. Espargaro sendiri lima kali tidak mampu merebut poin karena mundur dari lomba.

Sebelum MotoGP 2020 digelar, ada harapan besar dari Aprilia. Hal itu menyusul restrukturisasi tim pada tahun kedua mereka di kelas utama dengan terpilihnya Massimo Rivola sebagai direktur balap.

Ditambah, performa Aprilia RS-GP 2020 selama pramusim juga menjanjikan. Sayangnya, Aprilia tidak mampu memindahkan hasil tes pramusim ke lomba sesungguhnya.

Espargaro pun menjelaskan apa saja yang hilang dari Aprilia musim lalu serta hal-hal apa yang harus mereka benahi untuk MotoGP musim 2021 mendatang.

Baca Juga:

“Kami harus meningkatkan akselerasi motor. Lawan-lawan kami sudah unggul jauh di sektor ini,” ucap kakak kandung Pol Espargarao, pembalap Tim Repsol Honda, itu.

“Menurut saya, ini ada kaitannya dengan torsi (butuh lebih besar) di kecepatan rendah. Aprilia RS-GP juga butuh daya cengkeram ban (grip) yang lebih baik.”

Pembalap asal Spanyol, 31 tahun, itu juga mencoba menganalisis bila gaya tekan (downforce) yang lebih besar bisa meningkatkan akselerasi.

“Karena kadang kami tidak bisa menggunakan semua power yang ada pada motor. Terkadang, saat memiliki grip bagus, justru power yang kurang. Jadi, butuh semacam kombinasi yang bagus antara kedua faktor teknis ini,” kata Espargaro.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Namun begitu, menurut Espargaro, fokus utama yang harus dilakukan Aprilia adalah memperbaiki akselerasi. “Aprilia kehilangan grip di setiap fase akselerasi. Khususnya saat di posisi gear 1 dan 2,” kata Espargaro.  

Dalam tes privat yang dilakukan Aprilia setelah lomba terakhir MotoGP 2020 lalu, Aleix Espargaro dan test rider Bradley Smith bisa menjajal RS-GP versi 2021. Selain mencoba sejumlah pengembangan, keduanya juga menguji apakah sejumlah kekurangan sudah diperbaiki.

Aprilia sendiri hingga kini belum menentukan siapa pembalap kedua mereka pendamping Aleix Espargaro di MotoGP 2021 nanti. Setelah banding Andrea Iannone ditolak, Aprilia harus memilih antara Bradley Smith atau Lorenzo Savadori yang menjadi pembalap kedua.

“Tidak mudah bagi Aprilia untuk memilih pengganti Iannone. Bradley dan Savadori sama-sama bagus. Savadori turun di tiga balapan terakhir sedangkan Bradley sebelumnya. Belum jelas siapa pendamping saya nanti. Yang pasti, ini pilihan sulit bagi Aprilia,” ujar Espargaro.

dibagikan
komentar
Perlakuan Berbeda Pramac kepada Johann Zarco dan Jorge Martin

Artikel sebelumnya

Perlakuan Berbeda Pramac kepada Johann Zarco dan Jorge Martin

Artikel berikutnya

Mengenal Homologasi dan Urgensinya dalam Dunia Balap

Mengenal Homologasi dan Urgensinya dalam Dunia Balap
Muat komentar