Alonso: Ketika Lihat Marquez di Posisi ke-3, Saya Tahu bahwa Ini hanya Masalah Waktu
Fernando Alonso memuji Marc Marquez atas kepercayaan diri tinggi, yang membawanya meraih apa yang hanya diimpikan oleh orang lain.
Marc Márquez, Ducati
Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images
Fernando Alonso muncul dalam film dokumenter DAZN 'VOLVER', tentang Marc Marquez, bersama dengan legenda olahraga Spanyol lainnya. Dalam episode ketiga, juara F1 dua kali tersebut mengutarakan kekaguman atas rasa percaya diri pembalap #93.
Bab ini dimulai dengan menjelaskan bagaimana pembalap Aston Martin F1 telah melihatnya sebelum debut Marquez di kelas utama. "Dari kategori yang lebih rendah, ketika dia sedang naik kelas. Saya ingat menonton balapan Estoril secara langsung, saat comeback," ujarnya.
Namun, saat itu masih ada keraguan. "Memang benar bahwa ketika dia datang ke MotoGP, itu seperti sebuah konfirmasi. Di kategori lain, kami sudah terbiasa dengan hal itu dan ada pembalap Spanyol yang menang di Moto3, Moto2, dan kami memiliki Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di MotoGP yang mewakili kami, dan tampaknya Marc akan datang, tetapi dengan melompat ke MotoGP, Anda tidak akan pernah tahu di mana Anda akan berakhir. Ketika dia datang ke MotoGP dan berada di depan, itu adalah konfirmasi bahwa dia adalah seseorang yang sangat spesial," urainya.
Alonso telah mengikuti perkembangan Marquez, yang kini dilihatnya lebih selektif dalam bertarung dan mengambil setiap keputusan dengan lebih lambat.
"Sekarang, dia membuat lebih sedikit kesalahan. Banyak pertarungan yang biasanya tidak terjadi, sekarang dia menghindarinya. Selain luar biasa, Marc juga sangat cerdas," sanjung pembalap 44 tahun.
Jika dia harus menyoroti salah satu sifat Marquez, pilot Aston Martin merujuk pada salah satu sifat spesifik dari pembalap Ducati itu. "Saya pikir Marc menunjukkan bahwa dia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa pada dirinya sendiri. Ketika saya melihatnya di posisi ketiga dalam balapan, saya tahu bahwa hanya masalah waktu saja dia akan memimpin. Di tikungan di mana tidak ada yang akan mengerem, ia akan melakukannya. Di tikungan di mana tidak ada yang akan menurunkan motornya seperti itu, ia akan melakukannya," ucapnya.
"Kita semua tahu itu dari luar, tapi orang pertama yang tahu itu adalah dia".
Terakhir, Alonso berbicara tentang ketangguhan sang juara MotoGP, bagaimana ia bangkit dari cobaan beratnya, dan bagaimana ia melakukannya dengan penuh gaya. "Tidak ingin kembali, dan tidak ingin menang lagi, tidak ada dalam DNA Marc," pungkasnya.
Alberto Puig, yang merupakan bos Marquez selama masa kejayaannya di Honda, juga berbicara dalam film dokumenter tersebut. Dia memastikan tidak ragu-ragu pada saat itu, "Sudah jelas bagi saya bahwa jika mereka memperbaiki lengannya, yang mana itu sulit, dan dengan motor yang ada di luar sana, melihat apa yang dilakukan motor itu dengan pembalap lain, tidak terpikirkan sebuah keyakina bahwa dia tidak bisa menang. Bagi saya, hal itu sudah menjadi hal yang pasti terjadi."
Pada kenyataannya, hanya ada satu poin yang akan menandai segalanya. "Ada banyak kontroversi tentang hal itu, apakah saya bisa melakukannya atau tidak," lanjutnya. "Namun, saya pikir apa yang harus mereka tanyakan pertama kali adalah 'Apakah mereka sudah menyembuhkannya?'. Tidak? Kalau begitu mungkin tidak. 'Sudahkah mereka menyembuhkannya?' Ya? Kalau begitu lupakan saja, itu akan terjadi."
"Suka atau tidak suka, itu akan terjadi."
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments