MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
67 hari
Selengkapnya:

Ambisi Rins Rebut Titel MotoGP dari Genggaman Mir

Alex Rins menatap MotoGP 2021 dengan semangat berapi-api. Pembalap Suzuki Ecstar itu tak menutupi ambisinya merebut gelar juara dunia dari tangan rekan setimnya, Joan Mir.

Ambisi Rins Rebut Titel MotoGP dari Genggaman Mir

Rider tersebut menikmati musim 2020 yang disebut sulit oleh sebagian besar pembalap akibat pandemi Covid-19.

Rins berhasil mengakhiri lomba di posisi ketiga usai mengumpulkan 139 poin. Hasil itu merupakan lonjakan besar dari kariernya di ajang balap premier sejak 2017.

Sebelumnya, ia hanya finis di peringkat ke-16 dalam musim debut. Kemudian melesat ke urutan kelima (2018) dan keempat (2019). Terus merangkak ke atas, pembalap tersebut ingin merasakan kebanggan berdiri di peringkat tertinggi.

“Saya menjadi pembalap yang paling berhasrat mengudeta Joan Mir? Mungkin saja, karena pembalap pertama yang ingin Anda kalahkan adalah rekan setim,” ujarnya kepada AS.

Tentu dia punya musim yang bagus dan kalau saya tidak bisa menang, saya ingin dia yang menang, sehingga gelar akan pulang ke rumah. Kita lihat bagaimana musim ini berjalan. Saya ingin menjaga relasi yang kami miliki tahun lalu. Tentu ada momen di mana ada tegangan selama musim, di mana kami banyak bicara atau tidak, tapi kadang ada sportsmanship yang hilang.”

Tantangan yang dihadapi Rins dan Mir lebih berat musim depan. Mereka dituntut mempertahankan gelar juara tim dan pembalap. Kini Suzuki menjadi sasaran utama seluruh kontestan MotoGP lain.

Kendati demikian, pemilik nomor motor 42 itu optimistis karena melihat berbagai perbaikan yang dilakukan tim pabrikan Jepang tersebut.

“Saya menghadapi musim depan dengan sangat antusias, dengan keinginan lebih besar meraih gelar dari sisi saya, dan ingin menjalani dengan baik. Saya ingin menjaga ritme bagus (yang terlihat) di paruh kedua musim lalu,” ia melanjutkan.

“Karena situasinya, saya mendapatkan itu. Saya ingin menang, tapi tak ada gunanya kalau tidak memperbaiki hasil itu.

“Komunikasi di paddock kini membaik, pekerjaan di dalam dan luar trek juga. Ada ketekunan, serta pemahaman lebih baik terhadap motor. Sebagai pembalap, saya ingin meningkatkan dengan kualifikasi saya.”

Baca Juga:

Dorna ingin menjalankan musim depan dengan normal meski pandemi Covid-19 masih mengguncang dunia. Tes Sepang dibatalkan dan beberapa tuan rumah berancang-ancang menarik diri kalau kondisi penyebaran virus di negaranya tak terkendali.

Alex Rins berusaha memandang beragam perubahan dan tantangan musim depan dengan kacamata positif. Ia menilai pembatalan tes di Sepang justru jadi kesempatan bagi Suzuki dan pembalap meningkatkan kualitas.

“Saya pikir kami bisa melanjutkan dengan kalender itu plus motor beradaptasi dengan cepat. Kami akan menjaga keuntungan kecil tersebut dan kami harus melihat bagaimana kami memanfaatkan itu,” ucapnya.

Qatar akan jadi tuan rumah tes sekaligus balapan pada Maret mendatang. Rins menilai keputusan tersebut akan menguntungkan bagi para debutan dan pembalap yang baru ganti tim.

“Manfaat lebih besar didapatkan para pembalap baru dan pembalap yang pindah tim. Dengan banyak lap sebelum balapan, itu akan jadi balapan sangat ketat dan tidak pernah terlihat sebelumnya di Qatar,” ia mengungkapkan.

“Sebenarnya saya memilih menghabiskan sebulan di luar Qatar. Tidak ada yang bisa dilakukan di sana dan sangat panas, tapi itu lebih baik daripada di Spanyol.”

dibagikan
komentar
Reuni Binder-Oliveira, Jadikan KTM Tim Impian

Artikel sebelumnya

Reuni Binder-Oliveira, Jadikan KTM Tim Impian

Artikel berikutnya

Rins: Jika Brivio Tawarkan Tim F1, Saya Akan Pikirkan

Rins: Jika Brivio Tawarkan Tim F1, Saya Akan Pikirkan
Muat komentar