Analisis: 10 Catatan tes pramusim MotoGP Qatar

Tes pramusim MotoGP telah berakhir di Qatar. Jurnalis Motorsport.com, Oriol Puigdemont menyimpulkan apa saja catatan dari Sirkuit Losail.

1. Jorge Lorenzo di liga berbeda

Juara dunia MotoGP 2015 ini lebih berperforma dan percaya diri ketimbang sebelumnya. Terlepas dari mengendarai motor paling seimbang di grid, ia adalah pembalap yang mungkin beradaptasi baik dengan ban Michelin.

Lorenzo mendominasi tes pramusim pertama di Malaysia, dan setelah tidak begitu bersuara di Phillip Island, dia tiba di Qatar – di mana ia menjadi bintang berkat kecepatannya (mencetak rekor trek lebih cepat 0,3 detik).

Pembalap Spanyol itupun meninggalkan Qatar setelah menyelesaikan lap terpanjang (21 lap) dan simulasi balap yang paling konsisten dibandingkan lainnya.

2. Yamaha punya motor yang harus dikalahkan

Tidak ada cara untuk mengetahui mana motor prototipe Yamaha yang menawarkan performa terbaik. YZR-M1 telah berkembang secara konsisten selama setahun terakhir dari konsep dasar yang kuat dan mudah dikendarai, yang mengambil keuntungan dari tenaga mesin dan tidak seperti motor lainnya.

Jangan lupakan juga bahwa pabrikan Jepang itu baru saja memenangi tiga gelar juara pada 2015, sesuatu yang dengan mudah bisa diulangi tahun ini.

3. Valentino Rossi dekat, tapi apakah cukup dekat?

Pembalap Italia itu menikmati pramusim yang baik dan banyak dari long run yang membuatnya dekat ke Lorenzo. Tapi tanda-tanda yang ada menunjukkan ia tidak dalam posisi untuk bertarung dengan Lorenzo secara teratur.

Pendekatan Rossi pada musim ini tampaknya sama seperti yang dipakai dari pertengahan tahun lalu: mengambil keuntungan dari segala kelemahan para rivalnya dan memaksimalkan peluangnya.

4. Honda telah menemukan caranya

Sementara kita menunggu dampak sebenarnya dari tes pramusim hari terakhir di Qatar, terutama untuk Marc Marquez, tampaknya Honda akan menemui awal yang sulit pada musim ini.

“Kami tahu akan kesulitan, tapi kami tidak berpikir akan mengalami banyak kesulitan,” ujar salah seorang engineer Honda saat tes pramusim di Qatar.

Hingga hari terakhir, Honda tidak yakin apa masalah utama dengan RC213V, dan itu menimbulkan kekhawatiran besar.

5. Teka-teki Marquez

Dua kali juara dunia itu telah melewati masa pramusim paling sulit sejak kedatangannya di MotoGP. Dengan adanya elektronik dan ban baru, Honda telah menjadi begitu sensitif – bagi seorang pembalap seperti Marquez yang selalu dekat ke batas, ini menjadi kendala besar.

Belum diketahui apakah “perubahan radikal” yang dicoba tim pada hari terakhir akan menuai hasil dan dapat membawa Marquez bertarung memperebutkan tempat di podium, tujuan yang dicetak sang pembalap pada balapan pertama nanti.

6. Maverick Vinales adalah penantang serius

Musim dingin telah menjadi saksi Vinales yang melakukan langkah kemajuan untuk menjadi salah satu kandidat utama, dan untuk bertarung demi podium, serta mungkin sebuah kemenangan pada musim ini.

Berkaca dari dua tes terakhir di Phillip Island dan Losail, tampaknya pembalap Suzuki itu telah mencapai tingkat kedewasaan yang diperlukan untuk berada di depan. Walapun, kita harus menunggu dan melihat bagaimana ia menghadapi pertarungan wheel-to-wheel dengan Rossi, Lorenzo atau Marquez.

7. Suzuki tahu apa yang dilakukan

Pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu akan memasuki musim kedua sejak kembali ke MotoGP. Dan motor GSX-RR mulai terlihat sangat bagus, terutama di tangan Vinales.

Adalah mesin baru yang menawarkan tenaga lebih dari versi sebelumnya, membuat Suzuki sering disorot pada 2015. Dan adanya tambahan seamleass shift gearbox ternyata membuat Suzuki lebih cepat 0,010 detik setiap kali mengganti gigi.

Belum diketahui apakah Suzuki akan memiliki versi lengkap [upshift dan downshift] yang siap untuk Qatar. Pertanyaan besarnya adalah apakah mereka bisa konsisten sepanjang musim 2016 ini?

8. Ducati siap bertarung

Tim balap Italia itu mengambil waktu sebelum membiarkan dua pembalapnya fokus pada setingan Desmosedici GP baru. Tapi ketika Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso mengendarai motor, catatan waktu itu ada di sana. Dan menurut keduanya relatih mudah dilakukan.

Simulasi balap Dovizioso pada Selasa lalu tidak berarti apa-apa, terutama jika kita memasukkan hal itu. Karena kedua pembalap mengatakan mereka tidak dalam posisi untuk “menyerang”.

9. Michelin naik turun

Kembalinya Michelin ke MotoGP tidak semulus seperti yang diharapkan oleh produsen ban asal Prancis itu. Mereka akan bekerja keras demi menyediakan semua ban siap untuk balapan pertama nanti.

Kompon ban yang dipakai mendapat reaksi berbeda tergantung dari sirkuit. Di Malaysia, mayoritas memuji bagaimana hebatnya ban Michelin. Tapi beberapa hari kemudian di Phillip Island, banyak pembalap khawatir.

Kondisi yang naik turun itu berarti bahwa setelah tes terakhir, Michelin dipaksa untuk menyediakan kompon baru ban depan yang awalnya tidak direncanakan.

10. Qatar peluang bagi yang tak diunggulkan

Regulasi baru mungkin telah mengubah status quo grid, setidaknya jelang seri pembuka, yang mana memberikan kesempatan besar bagi tim dan pembalap yang biasanya tidak berpeluang untuk mendekati barisan depan.

Pembalap seperti Scott Redding, yang mengakhiri tes dengan menjadi tercepat kedua, atau Hector Barbera mungkin punya peluang untuk bersinar.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event Tes Pramusim Qatar
Trek Losail International Circuit
Pembalap Valentino Rossi , Jorge Lorenzo , Marc Marquez , Maverick Viñales
Tipe artikel Analisis