Analisis: Apa arti kepindahan Lorenzo ke Ducati bagi Yamaha

Kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati mengonfirmasikan bahwa Yamaha berpikir Valentino Rossi masih bisa bertarung untuk gelar juara MotoGP, atau bahwa popularitas pembalap Italia itu sudah cukup. Demikian pendapat dari Oriol Puigdemont.

Jelang konfirmasi bahwa Lorenzo akan pindah ke Ducati pada 2017, Yamaha mengubah rencana di menit terakhir dan memutuskan untuk menempatkan Lin Jarvis, dalam konferensi pers resmi sebelum Grand Prix Spanyol di Jerez.

Aneh untuk melihat bos tim duduk berdampingan dengan para pembalap pada Kamis (21/4), sesuatu yang membuat orang berpikir bahwa itu adalah inisiatif dari Yamaha.

Yamaha tampaknya mencoba untuk merespons setiap pertanyaan tentang kepindahan Lorenzo dan alasannya – dan masuk akal menduga bahwa Jarvis tidak akan mudah untuk menjawabnya.

Apapun itu, ia harus menjelaskan alasan kepindahan Lorenzo, pembalap yang telah memenangi tiga gelar juara untuk Yamaha, dan sosok yang tampaknya akan kembali bertarung di kejuaraan melawan Marc Marquez pada 2016 ini.

Pada titik ini, kesimpulan yang didapat adalah Yamaha telah berkomitmen sepenuhnya kepada Rossi berdasarkan dua alasan potensial yang dapat saling melengkapi: apakah manajemen masih melihat The Doctor sebagai pesaing untuk bertarung demi gelar juara, atau telah memutuskan hanya bertaruh pada popularitasnya, sesuatu yang penting saat ini.

Pabrikan Jepang itu masih memiliki motor paling seimbang di grid, sesuatu yang sangat penting untuk diingat karena membantu memahami logika manajemen.

Jarvis tetap yakin bahwa setiap pembalap akan menandatangani apa pun yang diletakkan di depan dia, jika itu berarti mendapatkan satu dari dua motor YZR-M1. Tapi apakah perhitungan tentang biaya, baik keuangan dan olahraga, membuktikan tepat dalam jangka panjang – itu cerita yang berbeda.

Vinales memegang kartu As

Pembalap Suzuki, Maverick Vinales, ada di posisi pertama dalam daftar untuk menggantikan Lorenzo. Ia lebih berpeluang dibandingkan calon lainnya.

Mengingat bahwa Marquez akan bertahan dengan Honda, Vinales adalah pembalap paling diinginkan di grid. Ia berasal dari Spanyol, faktor relevan mengingat sponsor utama Yamaha adalah Movistar.

Tapi tampaknya Vinales akan meninggalkan Suzuki untuk Yamaha – tidak hanya karena ia juga berbicara dengan Honda, tapi karena ia sadar situasi kritis yang kini dihadapi Yamaha.

Lebih jauh, Vinales setia kepada Suzuki, di mana ia merasa di rumah dan tim telah mengajukan penawaran sangat bagus untuk bertahan usai 2016.

Suzuki memberikan perlakuan istimewa, dan itu sesuatu yang layak untuk diingat, terutama jika alternatifnya adalah berbagi garasi dengan Rossi setelah pembalap Italia itu ‘menyingkirkan’ Lorenzo.

Menarik mengetahui situasi Yamaha, dari memiliki dua pembalap yang menjamin hasil dan penjualan kuat, kepada pemuda berusia 21 tahun yang belum finis di podium dalam balapan MotoGP.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Jorge Lorenzo
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Analisis
Tag lin jarvis