Analisis: Apa saja yang dipelajari dari tes MotoGP Sepang

Dua pekan lalu, para pembalap dan tim turun ke trek untuk menjalani tes pramusim pertama MotoGP 2017 di Sepang. Usai tes, beberapa pertanyaan pun terjawab jelang seri pembuka Qatar pada Maret nanti. Kami menganalisis di antaranya.

Vinales konfirmasi prediksi banyak orang

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Setelah performa impresif saat tes akhir musim Valencia, di mana ia menjadi yang tercepat, Maverick Vinales kembali menunjukkan potensinya sebagai penantang gelar juara di Sepang.

Pembalap Spanyol itu menutup tes hari terakhir dengan catatan waktu tercepat 1 menit 59,368 detik – hanya terpaut 0,3 detik dari rekor yang dicetak Dani Pedrosa pada 2015, ketika ia memakai ban Bridgestone.

“Catatan waktu lap ini bagus. Saya pikir bisa meningkat cukup sedikit. Tapi dalam hal kecepatan kami termasuk yang terbaik dan saya sangat senang,” ucap Vinales kepada media.

“Saya memakai ban kompon hard dan mungkin menekan terlalu keras dan melebar, tapi saya sudah meningkat. Mungkin dengan ban soft saya bisa lebih meningkat.”

Tidak hanya tercepat pada single lap, Vinales juga mencetak catatan waktu di bawah 2 menit 00 detik sekian ketika melahap sembilan lap, lebih panjang dari pembalap lainnya.

Bahkan jika masih ada dua tes pramusim lagi sebelum musim baru dimulai, duet paket Vinales-Yamaha tampaknya menjadi yang terkencang di grid.

Rossi makin dibuat sakit kepala

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Di garasi Yamaha yang lain, Valentino Rossi tiba untuk tes pramusim dengan kondisi sakit kepala berat, dan itu mempengaruhinya pada hari pertama dan kedua.

Jelang usia ke-38 tahun, The Doctor mengaku tidak dalam kondisi terbaik, dari sudut pandang fisik. Dia tampak lelah, dan tidak dapat mencetak catatan waktu lap di bawah dua menit untuk lebih dari satu single lap pada tes hari terakhir.

Namun, catatan waktu 1 menit 59,589 detik sudah cukup menempatkan Rossi di posisi keenam dari hasil kombinasi, walaupun ia tidak merasa nyaman di atas motor seperti rekan setim anyarnya.

“Benar bahwa hari ini saya di posisi kelima dan keenam dari hasil kombinasi, tapi saya hanya terpaut 0,2 detik di belakang Vinales, yang ada di posisi pertama,” ujar sembilan kali juara dunia itu.

“Dia sangat kuat. Dia mencetak catatan waktu yang sangat bagus, tapi semua pembalap pertama sangat cepat, dalam hal race pace. Kami juga ada di sana, jadi keseimbangan dari tiga hari tes ini positif.”

Tetap saja, Rossi akan lebih sulit mengalahkan Vinales dibandingkan prediksi pada musim lalu.

Lorenzo alami kejutan besar

Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Pada tes hari pertama, Jorge Lorenzo tampak seperti baru saja melihat hantu. Usai tampil kompetitif saat debut bersama Ducati di Valencia, ia terkejut bahwa dibutuhkan banyak kerja keras – dalam hal gaya balap – untuk menjadi kompetitif.

Tapi, setelah menempati posisi ke-17, pembalap Spanyol itu secara cepat belajar untuk memaksimalkan performa Desmosedici GP, terutama saat pengereman.

Lorenzo lalu berhasil memperbaiki posisi, dan menutup tes pramusim Sepang hanya lebih lambat 0,4 detik dari Vinales. Ia menempati posisi ke-10 dari hasil kombinasi catatan waktu.

“Itu adalah kejutan besar pada hari pertama. Saya katakan mungkin saya membutuhkan waktu lebih dari yang diperkirakan. Tapi akhirnya butuh dua hari untuk membuat peningkatan besar,” tutur Lorenzo.

“Saya pikir kami masih sangat jauh dari limit, tapi kami sudah cepat – yang berarti ketika kami memahaminya, kami akan sangat cepat, atau setidaknya inilah yang saya perkirakan.”

Tes pramusim berikutnya akan digelar di Phillip Island, trek yang sangat berbeda dengan Sepang. Ini akan menjadi ujian bagi tiga kali juara dunia MotoGP itu memahami motor barunya.

Honda mencari jawaban

Marc Marquez, Repsol Honda Team
Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Seperti 2015, Honda tampak sedikit kesulitan untuk menemukan set-up tepat bagi RC213V. Pabrikan Jepang itu membawa dua spesifikasi mesin baru untuk tes Sepang, salah satu mesin bahkan telah diuji coba oleh Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Valencia.

Pada dua hari pertama, HRC kesulitan dengan keterbatasan elektronik. Tapi pada hari terakhir, kedua pembalap mampu menyelesaikan program tes mereka (Marquez melahap 85 lap dan Pedrosa dengan 67 lap).

Honda pun kini harus memilih, apakah lebih memfokuskan performa pada mesin pertama atau mencoba untuk menjinakkan mesin kedua, seperti yang disinggung Marquez usai tes.

“Saya menguji coba dua motor yang sepenuhnya berbeda dan kami menyelesaikan secara berurutan. Itu berguna untuk melihat banyak hal,” tuturnya.

“Dengan motor pertama, kami hampir pada limit. Dan dengan motor kedua, ada potensi dan ruang untuk peningkatan, tapi menyamai kecepatan dari motor pertama.”

Situasi tim tampaknya sama seperti tes pramusim tahun lalu – walaupun pada akhirnya Marquez sukses menjadi juara dunia.

Iannone tegaskan reputasinya

Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP
Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Suzuki telah menaruh kepercayaan kepada Andrea Iannone untuk menjadi pembalap utama pada 2017. Tapi itu bukan berarti ia akan segera mengurangi gaya agresifnya saat mengendarai motor MotoGP.

Seperti biasa, The Maniac tampil tak terduga di Sepang. Mencetak catatan waktu tercepat pada hari kedua dan terjatuh dua kali pada hari terakhir. Namun, ia berhasil menempati posisi kedua dalam hasil kombinasi.

“Tes kami berjalan baik, melebihi ekspektasi. Kami banyak belajar dengan setiap perubahan yang dibuat. Kami memulai untuk mengubah set-up motor dan ternyata responsnya berjalan baik setiap waktu,” tukas Iannone.

“Suzuki tahu bahwa engineer harus bekerja pada elektronik dan beberapa komponen kecil lainnya dari motor kami.”

Dari luar, Iannone tampak sangat nyaman di atas HSX-RR, motor yang mudah dikendalikan dan memiliki pembaruan mesin.

Sepang menyuguhkan catatan untuk tak perlu meragukan kecepatan Iannone. Tapi pembuktian sebenarnya adalah ketika seri pembuka dimulai di Qatar, apakah ia bisa menunjukkan pembalap nomor satu Suzuki atau tidak.

Aprilia tampil menjanjikan

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Aprilia membuat banyak kemajuan pada pertengahan kedua musim 2016, dan versi terbaru RS-GP tampak menunjukkan tren peningkatan di Sepang.

Pembalap anyar, Aleix Espargaro, mengakhiri tes dengan 0,7 lebih lambat dari Vinales pada hari terakhir. Sang pembalap mengaku positif perihal kecepatan Aprilia saat long run.

Walaupun mesin telah direvisi sedemikian rupa, tapi Espargaro mengatakan pengiriman tenaga masih menjadi masalah yang harus diatasi.

“Kami menguji coba mesin baru dan bekerja sedikit lebih baik. Kami telah meningkatkan kecepatan dan akselerasi,” ungkapnya.

“Saya pikir kami tidak menggunakan semua tenaga yang dimiliki karena masalah dengan pengiriman tenaga, tapi kami telah meningkat dalam hal kecepatan.”

Tak seperti Suzuki, Aprilia masih memiliki keuntungan pengembangan mesin yang tidak terbatas (atau setidaknya hingga mencetak cukup poin konsesi). Dan dengan demikian, masalah yang dihadapi Espargaro ini dapat diatasi seiring berjalannya musim.

KTM menemukan jalan

Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing
Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Pabrikan anyar di MotoGP, KTM, masih belum tampil kencang di Sepang. Kedua pembalap, Pol Espargaro dan Bradley Smith, mencetak catatan waktu sama: 2 menit 01,338 detik, lebih lambat dua detik.

Untuk sirkuit sepanjang Sepang, dan dengan dua trek lurus, ini mungkin tidak terlalu buruk, karena Mika Kallio terpaut 2,7 detik saat kualifikasi di Valencia tahun lalu.

“Ada hal yang perlu kami tingkakan, tapi ada hal lain yang telah saya bandingkan dengan pembalap dan pabrikan lain, di mana kami seharusnya kuat,” ucap Smith.

“Terpaut 1,9 detik dari pembalap tercepat di Sepang – salah satu trek terpanjang dan tes pertama kami pada 2017 – saya pikir KTM telah melakukan pekerjaan hebat.”

Nada optimistis juga dirasakan Espargaro, terutama bagaimana ia memuji sasis dan fairing KTM untuk tes pramusim pertama mereka.

Tes berikutnya di Phillip Island akan penting bagi KTM untuk menetapkan arah pengembangan jelang musim baru. Tapi juga adil untuk mengatakan bahwa pabrikan Austria itu mengawali 2017 dengan baik.

Zarco dan Folger mengejutkan semua orang

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Johann Zarco dan Jonas Folger, dua rookie MotoGP di skuad Yamaha Tech 3, membuat kejuatan terbesar saat tes pramusim Sepang.

Kedua pembalap membuktikan feeling mereka yang sangat nyaman di atas YZR-M1, motor kemenangan bagi Lorenzo dan Rossi pada musim lalu. Zarco menutup tes hanya 0,4 detik lebih lambat daripada Vinales.

Folger, meski lebih lambat setengah detik dibandingkan Zarco, tapi masih tercatat sebagai pembalap satelit kelima tercepat yang terpaut satu detik dari Vinales.

Cepatnya adaptasi kedua pembalap Tech 3 itu tentu saja memanaskan pertarungan titel Rookie of the Year, yang juga melibatkan Alex Rins (Suzuki) dan Sam Lowes (Aprilia).

Bautista melebur dengan Ducati

Alvaro Bautista, Aspar MotoGP Team
Alvaro Bautista, Aspar MotoGP Team

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Seperti yang telah dibuktikan pada musim lalu, Ducati membuat para pembalap satelit tampil kencang saat mengendarai Desmosedici GP versi lebih tua.

Pembalap Avintia Racing, Hector Barbera, menikmati keunggulan tersebut. Namun, tampaknya ia punya rival anyar, Alvaro Bautista yang terlihat menyatu dengan Ducati.

Pembalap Aspar itu menggambarkan GP16 sebagai motor terbaik yang pernah dikendarainya. Bautista pun membuktikannya dengan menempati posisi ketujuh dalam hasil kombinasi catatan waktu, di mana ia lebih lambat 0,260 detik.

Kendati demikian, Bautista menegaskan bahwa periode bulan madu ini bisa segera berakhir, tepatnya ketika tim pabrikan mulai unjuk gigi dengan motor 2017. Karena itulah, seri balap awal akan menjadi kunci bagaimana Bautista, Barbera, serta Scott Redding (Pramac Racing) mencetak hasil besar.

Stoner ingatkan MotoGP apa yang telah hilang

Casey Stoner, Ducati Team
Casey Stoner, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Setelah terlibat dalam beberapa pengembangan Desmosedici GP17 saat tes privat di Sepang, Casey Stoner bergabung dengan para pembalap lain pada tes hari pertama – dan dia tampil tercepat.

Mantan pembalap Australia itu memimpin dengan 1 menit 59,681 detik, sudah cukup untuk menempatkannya sebagai yang tercepat di posisi kedelapan dalam hasil kombinasi.

Performa Stoner seolah mengingatkan bagaimana ia masih mampu tampil kencang, dan menegaskan sosoknya sebagai senjata ampuh Ducati dalam perburuan gelar juara MotoGP, yang terakhir kali direngkuh pada 2007 silam.

Tak heran jika kemudian Lorenzo menginginkan Ducati untuk meyakinkan Stoner memperluas peran bersama pabrikan Italia itu pada musim ini.

Namun, Michele Pirro justru yang akhirnya berperan sebagai analis trek Lorenzo pada 2017, karena Stoner enggan bepergian sepanjang 18 seri balap.

Tentu masih harus dilihat, apakah Stoner akan turun balapan dengan mengendarai Desmosedici GP musim ini. Akan tetapi, kecil kemungkinan pria berusia 31 tahun itu melakukan come back.

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event Tes MotoGP Sepang
Trek Sepang International Circuit
Pembalap Valentino Rossi , Jorge Lorenzo , Marc Marquez , Maverick Viñales
Tim Yamaha Factory Racing , Ducati Team , Repsol Honda Team
Tipe artikel Analisis