Analisis: Catatan tes pramusim MotoGP Sepang

dibagikan
komentar
Analisis: Catatan tes pramusim MotoGP Sepang
Oleh:
11 Feb 2019 15.04

Usai tiga hari pengujian yang menarik di Sepang pekan lalu, Editor MotoGP Motorsport.com, Oriol Puigdemont, memberikan penilaian tentang siapa pembalap dan tim dalam kondisi terbaik musim 2019.

Yamaha tampak telah menemukan jalannya

Jika seseorang percaya komentar Valentino Rossi, sepertinya proses restrukturisasi divisi Yamaha MotoGP musim dingin lalu adalah keputusan tepat. Namun, pembalap tercepat skuat Iwata selama tiga hari uji coba bukanlah The Doctor, melainkan Maverick Vinales.

Top Gun memang tak menyamai Ducati dalam satu lap (posisi kelima pada hari terakhir, atau terpaut 0,4 detik dari Danilo Petrucci), Kendati demikian, bersama Alex Rins, ia menunjukkan kecepatan paling konstan.

Selain itu, perlu diingat bahwa trek membaik seiring berjalannya waktu berkat tidak adanya hujan, menciptakan level grip di atas rata-rata. Jika kita mengambil sampel rata-rata 20 lap terbaik pada hari ketiga, Vinales berada di urutan kedua, hanya 0,072 detik di belakang Rins, yang paling konsisten (dengan rata-rata 1 menit 59,616 detik).

Dengan mesin baru yang hampir siap untuk disetujui, YZR-M1 versi 2019 telah meningkatkan stabilitas saat masuk tikungan berkat perbaikan yang dilakukan pada elektronik dan pengereman mesin. Sekarang para engineer Yamaha harus menemukan cara memberikan traksi pada motor ketika keluar tikungan seperti yang didambakan pembalapnya.

“Jalan menjadi sangat kompetitif masih sangat panjang, tetapi kelompok kerja dan suasananya bagus. Masalahnya adalah kerugian yang harus kami pulihkan juga sangat besar,” demikian kesimpulan Rossi.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Ducati tak terkalahkan dalam satu lap

Analisis lap time memperjelas bahwa pada lap cepat, dan pada sirkuit yang rumit dan berat untuk mesin seperti Sepang, Ducati hampir tidak terkalahkan.

Empat motor pabrikan Borgo Panigale meninggalkan Malaysia di puncak catatan waktu yang memberikan banyak gambar tentang performa Desmosedici GP, terlebih jika kita memperhitungkan salah satunya GP18 yang digeber rookie Francesco Bagnaia.

Ducati telah menempuh kebijakan konservatif untuk menggunakan motor 2018 sebagai dasar mesin barunya, dan ini berarti akan sulit untuk membuat kesalahan. Titik awalnya sudah bagus, namun masih harus dilihat seberapa besar peningkatan GP19, terutama saat menikung, yang tetap merupakan kelemahan GP18.

“Hasil tes seperti itu, dengan empat Ducati di depan, menunjukkan daya saing motor kami. Meskipun demikian, kami harus mempertanyakan semuanya,” tukas Andrea Dovizioso.

“Jelas bahwa Yamaha telah melakukan langkah penting karena pabrikan lah yang paling membutuhkannya, dan kami tidak dapat menilai bagaimana Honda karena Marc Marquez maupun Cal Crutchlow tidak tiba di sini dalam 100% (karena cedera), sedangkan Jorge Lorenzo bahkan absen.”

Selama tes Sepang, DesmoDovi terus mengikuti metodenya: tidak menekan dalam hal catatan waktu, karena belum ada poin yang dipertaruhkan.

Danilo Petrucci, Ducati Team

Danilo Petrucci, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marquez melihat gelas setengah penuh

Dilihat dari gesturnya, juara dunia bertahan Marc Marquez tiba di Malaysia dengan banyak keraguan tentang kondisi fisiknya setelah dua bulan tidak aktif, lantaran telah menjalani operasi bahu kiri.

Pun begitu, The Baby Alien meninggalkan trek dengan perasaan lebih lega. Menyimpulkan jalan menuju pemulihan 100% masih panjang, namun pada saat yang sama, ia yakin bakal fit sepenuhnya saat balapan pembuka MotoGP Qatar dihelat 10 Maret.

Pembalap Repsol Honda itu melahap kurang dari 100 lap selama tes Sepang, tetapi pulang dengan konsisten dan kuat. Ia bahkan tampil tercepat pada hari pembuka. Usai pengujian, Marquez menyebut Honda akan mengalihkan fokus ke tuning.

“Ini bukan motor yang tidak dikenal karena dimulai dari basis yang sudah bekerja. Ketika sesuatu berjalan dengan baik, lebih baik tidak memodifikasinya terlalu banyak,” terangnya.

Ia bakal bekerja pada bekerja pada pengereman dan performa keluar tikungan, saat kondisi bahunya mulai membaik.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Rins dan Suzuki jelas pesaing

Menuju tahun kedua bersama skuat Hamamatsu, Rins harus dipandang sebagai ancaman serius. Pembalap Spanyol itu memiliki talenta alami yang luar biasa dan menunjukkannya sedikit demi sedikit. Usai mengoleksi lima podium pada 2018, kemenangan perdananya di MotoGP semakin dekat.

Walau terpaut hampir satu detik dari Petrucci, Rins adalah pembalap dengan kecepatan terbaik. Ini ditunjukkan oleh rata-rata 15 lap terbaik, yang mana ia 0,1 detik lebih cepat dari Maverick Vinales yang berada di posisi kedua.

“Saya sangat senang karena saya telah melihat Suzuki banyak bekerja selama musim dingin ini. Kami punya banyak hal untuk dicoba dan kami akhirnya puas,” tandasnya.

“Di Qatar, kami akan menerima sesuatu yang lebih, beberapa knalpot baru dan mungkin fairing baru. Pastinya, saya sangat senang dengan tes ini,” imbuh Rins.

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bagnaia, rookie paling mengesankan

Di antara para debutan, Bagnaia, merupakan yang terbaik. Pecco – sapaan akrab sang Italiano – bahkan mampu mengamankan slot kedua, menguntit Petrucci.

“Saya tiba di Sepang mengendarai motor sebagai pembalap Moto2, dan saya pergi sebagai pembalap MotoGP,” tukasnya.

Performanya pun mendapat pujian dari Rossi. “Jika Anda mempertimbangkan sedikit pengalaman yang dia miliki di MotoGP, apa yang dia lakukan hari ini sangat mengesankan. Dia menekan kuat dalam catatan waktu. Saya hanya berharap dia buruk dalam hal kecepatan!” canda The Doctor.

Dari apa yang telah kita lihat di Sepang, tidak mengherankan jika Bagnaia bakal menyulitkan rekan setim Jack Miller, walau pembalap Australia ini akan menggeber GP19.

Francesco Bagnaia, Pramac Racing

Francesco Bagnaia, Pramac Racing

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Aprilia dihadapkan masalah Iannone

Aprilia sedang melalui proses seperti yang dialami Suzuki dua tahun lalu ketika merekrut Andrea Iannone, seorang pembalap dengan banyak talenta, tetapi sedikit konsistensi.

Pabrikan Noale menggaet The Maniac karena kecepatannya. Namun saat tes Sepang, pengujian paling penting, Iannone hampir tidak bisa berkendara lantaran infeksi mulut. Penyebab pastinya tetap tidak diketahui, tetapi spekulasi menyebutkan, dampak dari operasi plastiknya baru-baru ini.

Beruntung, Aprilia dapat memanggil pembalap tes Bradley Smith. Ia mengambil alih motor Iannone pada hari ketiga. Sementara menurut Aleix Espargaro, timnya harus memperbaiki kesalahan RS-GP 2018 yang masih kurang bertenaga.

“Motor 2019 adalah evolusi dari 2017, dan khususnya saat masuk tikungan jauh lebih stabil dibanding tahun lalu. Tapi kami kekurangan banyak tenaga, terutama ketika yang lain telah meningkat di area itu. Kami telah membuat kemajuan, tnamun kami perlu membuat tiga langkah ke depan,” paparnya.

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Grasini

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Grasini

Foto oleh: Aprilia Racing

Misi panjang KTM berlanjut

“Motor sudah membaik, begitu juga yang lain,” mantra yang sering diulang KTM, dalam hal ini oleh Pol Espargaro dan Johann Zarco. Karena pabrikan Austria masih memiliki konsesi, pembalap ikut ambil bagian dalam shakedown sebelum tes Sepang, menjadikan tim mendapat jatah lima hari uji coba di trek.

Espargaro-Zarco disediakan bahan demi menyiapkan setidaknya tujuh motor berbeda di Malaysia, dan KTM juga mendapat manfaat dari memiliki empat RC16 sekarang – termasuk dua satelit Tech 3. Meski begitu, skuat Mattighofen menghadapi perjalanan panjang di depan untuk mencapai tempat yang diinginkan.

“Setelah lima hari pengujian, saya yakin motor sekarang lebih mudah dikendarai. Kami berada dalam garis evolusi yang konstan karena kami jauh di belakang yang lain. Itu sebabnya kami harus mencoba banyak hal, dan itulah sebabnya tidak apa-apa bagi pembalap pabrikan untuk mengujinya,” ucap Zarco.

“Akan tetapi, fakta bahwa KTM yang tertinggal kurang dari dua menit di sini, di Sepang adalah sesuatu yang luar biasa,” tekannya.

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Analisis Kecepatan:

Most consistent riders

Most consistent riders

Foto oleh: Motorsport.com

Next article
Zarco penasaran dengan adaptasi KTM di Qatar

Artikel sebelumnya

Zarco penasaran dengan adaptasi KTM di Qatar

Next article

Espargaro puji race pace KTM

Espargaro puji race pace KTM
Muat komentar