MotoGP 2017

Analisis: Kunci Marquez rajai balapan flag-to-flag MotoGP

Setelah didiskualifikasi di MotoGP Australia 2013, Marc Marquez telah memenangi lima dari enam balapan flag-to-flag yang digelar sejak saat itu.

Saat tampil di Phillip Island empat musim lalu, Marquez berpeluang besar mengunci gelar juara perdana kelas premier, dalam debutnya sebagai rookie.

Tapi karena trek baru diaspal ulang, maka alokasi ban Bridgestone terbatas pada usia pemakaian, dan tidak bisa bertahan sepanjang 27 lap penuh. Alhasil, setiap pembalap harus mengganti motornya selama balapan, dan mereka harus masuk pit pada Lap 9 atau 10.

Marquez memimpin grup terdepan dan tidak masuk pit sampai Lap 11. Karena dianggap melanggar peraturan, ia dikenai Black Flag [bendera hitam] dan didiskualifikasi.

Namun seperti kata pepatah, setiap awan memiliki lapisan perak, balapan di Phillip Island itu telah membuat perbedaan di dalam kru Marquez, yang dipimpin kepala mekanik Santi Hernandez.

Kelompok kroni itu entah bagaimana berbeda, jika kita membandingkannya dengan tim lain. Mereka memiliki cara khusus untuk menghadapi setiap hari di alam semesta MotoGP yang aneh dan kadang-kadang bermusuhan. Mereka juga tahu bagaimana melakukannya di dalam perusahaan seperti Honda.

Sejak 2013, Marquez telah ambil bagian dalam enam balapan flag-to-flag dan telah memenangi lima di antaranya: Assen 2014, Misano 2015, Argentina dan Sachsenring 2016, serta Brno akhir pekan lalu.

Satu-satunya Grand Prix yang belum ditaklukkannya adalah Aragon pada 2014 – dimenangi Jorge Lorenzo – di mana Marquez finis ke-13 usai terjatuh.

Di antara semua kemenangan tersebut, dua yang paling mencolok adalah Brno dan Sachsenring musim lalu.

Dalam dua balapan itu, Marquez tahu bagaimana mengelola situasi sulit saat mengendarai motor yang disiapkan untuk hujan. Ia masuk pit lebih cepat dari yang direncanakan dan kembali ke trek dengan ban slick [kering].

Di Brno, Ducati tidak punya motor kedua yang siap ketika Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso masuk pit. Hal yang sama terjadi pada rookie Yamaha Tech 3, Jonas Folger. Ia mengikuti Marquez di akhir Lap 2 dan kehilangan peluang besar untuk mencetak hasil teratas.

Di sisi lain, Marquez tahu bahwa RC213V keduanya akan siap untuknya sejak lap pertama, karena Hernandez telah meyakinkannya tentang fakta ini.

“Kami banyak belajar dari Australia 2013, dan yang terpenting adalah tidak mengulangi kesalahan sama lagi. Kuncinya adalah meminta orang untuk dipercaya oleh pihak Anda,” terang Marquez.

“Sebelum memulai balapan, Santi mengatakan kepada saya motor akan siap, bahwa saya bisa menukarnya kapan pun saya mau. Dan jika seseorang yang Anda percaya mengatakan motor Anda akan siap, Anda tahu itu benar.”

Kemenangan di Brno berarti Marquez kini unggul 14 poin atas Maverick Vinales dalam klasemen sementara, setelah sempat terpaut 37 poin usai Mugello.

“Salah satu alasan usaha saya adalah tim saya. Mereka semua ada di sini dan memberikan 100 persen. Ketika kembali ke trek setelah liburan, maka ini harus berada pada tingkat maksimum,” imbuh Marquez.

“Dalam keadaan seperti ini, dan tentang apa yang terjadi saat ini di garasi lain, pembalap sama pentingnya dengan mekanik.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Rep. Ceko
Trek Brno
Pembalap Marc Marquez
Tim Repsol Honda Team
Tipe artikel Analisis
Topik MotoGP 2017