MotoGP 2017

Analisis: Tanpa Rossi, Yamaha harus fokus pada Vinales

Dengan cedera yang dialami Valentino Rossi, sudah saatnya Yamaha fokus pada Maverick Vinales, jika ingin memenangi gelar juara MotoGP 2017.

Setelah cedera patah kaki Rossi, saatnya Yamaha mengevaluasi kemungkinan konsekuensi dari kejadian tersebut terhadap pertarungan gelar musim ini.

Tentu saja, ini akan tergantung dari jumlah balapan yang akan dilewatkan Rossi, di mana kita sudah mengetahui pasti ia absen di Misano.

Dan dengan masa pemulihan 30-40 hari untuk kakinya yang patah, nampaknya ia juga akan melewatkan balapan di Aragon, dan akan kembali membalap di Motegi pada pertengahan Oktober.

Jika Rossi tidak pulih pada waktu yang ditentukan, dan kembali harus absen di Jepang, Yamaha harus menggantikannya. Karena regulasi menyatakan tim harus mengganti pembalapnya jika tidak bisa membalap lebih dari dua balapan beruntun.

Hal ini pasti menimbulkan debat terkait siapa yang paling pantas untuk menggantikan The Doctor, dan nama pertama yang mungkin akan muncul adalah pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco.

Pembalap Perancis itu telah membuat banyak orang terkesan pada debutnya di MotoGP. Meski ironisnya, ia juga sempat mengalami beberapa insiden dengan Rossi.

The Doctor bahkan sempat mengungkapkan,  Zarco tidak tahu bagaimana cara untuk menyalip. Karena dalam hal jarak, ia masih menggunakan acuan saat membalap di Moto2.

Kendati demikian, melihat Zarco menjadi pembalap pabrikan Yamaha akan menarik, karena akan memberi gambaran jelas apakah YZR-M1 2016 lebih baik dari spesifikasi 2017. Dan juga memungkinkan tim garpu tala itu untuk membandingkan Zarco dengan Vinales.

Namun, semenarik apapun ide yang ada, itu merupakan skenario yang hampir mustahil. Jika Yamaha harus menurunkan pengganti untuk Rossi, opsi yang paling realistis adalah pembalap tes, Katsuyuki Nakasuga.

Dengan absennya Rossi, maka strategi yang harus digunakan Yamaha sangat penting. Sudah jelas, karena keadaan di luar kendali mereka, saat ini mereka hanya memiliki satu peluru dalam perburuan gelar: Vinales.

Dengan titel yang diperebutkan Andrea Dovizioso, Marc Marquez, dan Vinales, sebagai penantang utama, serta Dani Pedrosa, Yamaha harus melakukan segala cara untuk memudahkan pembalapnya, seperti yang akan dilakukan Ducati dan Honda.

Vinales merupakan pembalap yang paling sering diperbincangkan saat pramusim. Tapi setelah dua balapan pertama, ia mulai merasakan tekanan sebagai favorit untuk gelar musim ini.

Selain itu, ia harus mulai mencoba material berbeda pada motor untuk mengembangkan YZR-M1, sekaligus mengendalikan tekanan dari berbagi garasi dengan salah satu pembalap yang paling berpengaruh dalam sejarah MotoGP.

Sebagai konsekuensi dari semua faktor tersebut, Vinales menyadari, bahwa meraih gelar akan jauh lebih sulit dari yang ia pikirkan pada awalnya.

Namun, saat memakai tipe sasis ketiga di Silverstone, pembalap Spanyol itu sepertinya kembali pada performa awal yang ditunjukkan di Qatar dan Argentina.

Yamaha ingin melihat performa ini berlanjut. Dan secara logis, pabrikan Jepang itu akan memfokuskan semua usaha mereka pada Vinales, satu-satunya pilihan tersisa dalam perburuan gelar.

Yamaha akan melakukan langkah bijak dengan tidak terlalu terganggu mencari pengganti terbaik dari Rossi. Pertama, karena ia tidak tergantikan. Kedua, mereka tidak ingin mengacaukan Vinales.

Cedera yang dialami Rossi telah memberikan kesempatan emas - yang mungkin tidak datang lagi dalam waktu dekat - yaitu menjadi titik fokus usaha Yamaha. Sekarang saatnya bagi Vinales, sang favorit pramusim, untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Valentino Rossi , Maverick Viñales
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Analisis
Tag Maverick Viñales, motogp, valentino rossi, yamaha
Topik MotoGP 2017