Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Andrea Dovizioso Klaim Pabrikan Eropa Lebih Baik ketimbang Jepang

Tiga kali runner-up MotoGP Andrea Dovizioso membandingkan pabrikan motor Eropa saat ini jauh lebih baik ketimbang Jepang.

Andrea Dovizioso, RNF MotoGP Racing

Andrea Dovizioso jadi salah satu pembalap yang telah merasakan empat motor berbeda sepanjang kariernya di MotoGP.

Ketika melakoni debutnya di kelas premier, Dovizioso menunggangi Honda RC212V sejak 2008 sampai 2011. Lalu membela Monster Yamaha Tech3 dengan menggeber YZR-M1 pada 2012, sebelum gabung Ducati pada musim berikutnya.

Pembalap asal Italia itu juga telah menjajal motor Aprilia RS-GP ketika diberikan kesempatan menjadi test rider. Sejak pengujung tahun lalu, Dovi kembali menunggangi YZR-M1 hingga saat ini.

Itu memungkinkannya untuk memahami bagaimana perbedaan antara motor pabrikan Eropa dan Jepang. Membuatnya dapat menilai dengan baik siapa yang lebih berani dalam melakukan inovasi.

“Sudah jelas, dan bukan hanya sekarang saja. Saya kira dalam lima atau enam tahun terakhir mulai terlihat perbedaan,” kata Dovizioso kepada Speedweek.

“Struktur pabrikan Eropa sepenuhnya berbeda jika dibandingkan dengan Jepang. Seberapa keras mereka mendorong, seberapa besar risiko yang mereka ambil, jelas jauh berbeda dengan pabrikan Jepang.

“Itu sepenuhnya mengubah MotoGP, sudah dapat dipastikan. Namun, bukan hanya musim ini saja.

“Basis pabrikan Jepang memang jauh lebih baik, karenanya mereka sering juara dunia. Tapi itu tidak cukup. Anda memerlukan paket yang komplet.”

Andrea Dovizioso mengatakan pabrikan Jepang harus bisa mengubah mentalitas dan cara kerja mereka agar bisa mengejar ketertinggalan dari brand Eropa.

Pasalnya, saat ini Ducati dan Aprilia mulai menujukkan kekuatannya. Sedangkan Yamaha dan Honda terlihat alami penurunan dengan hanya satu pembalap saja yang mampu mengendalikan motor mereka.

“Saya tidak bisa mengubah cara kerja seperti yang sata inginkan untuk mencoba mengubah situasi. Tapi ketika Anda berbicara dengan mereka (Yamaha) dan melakukan banyak pertemuan, Anda akan mengerti,” ujarnya.

“Baiklah, ini tentang mentalitas, itu merupakan karakteristik dari pabrikan. Anda bisa berdamai dengan itu dan Anda juga tidak bisa sepakat dengan itu.”

Baca Juga:

Ducati dan Aprilia menjadi tim yang selalu menunjukkan inovasi pada motor mereka demi meningkatkan performa. Kedua pabrikan tersebut juga tak ragu untuk melakukan perubahan demi memberikan yang terbaik kepada pembalapnya.

Berbeda dengan Yamaha dan Honda yang takut mengambil langkah berbeda karena khawatir pembalap terbaik mereka kesulitan mengendalikan motor.

“Dari sudut pandang saya, pabrikan Eropa sekarang menunjukkan seberapa bagus mereka karena bekerja dengan cara yang berbeda. Terlepas dari itu semua, struktur tim dan apa yang ada di pabrikan berbeda,” ucapnya.

“Pabrikan Jepang meraih banyak kemenangan, mereka memiliki sejarah bagus, tapi untuk saat ini perkembangan motor Eropa adalah yang terbaik di kelasnya.

“Saya pikir kuncinya adalah mentalitas, bukan keterbatasan. Pastinya selalu ada banyak hal yang memainkan peran kunci. Salah jika mengatakan, ‘Seharusnya itu yang Anda lakukan’.

“Saya bukan tipe seperti itu. Tapi jelas, ini lebih tentang mentalitas. Reaksi yang diberikan pabrikan Jepang sangat berbeda dibandingkan dengan pabrikan Eropa.”

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Marc Marquez Konfirmasi Hadir di Paddock MotoGP Austria
Artikel berikutnya Fokus Pengereman, Franco Morbidelli Jadikan Quartararo Stimulus

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia