MotoGP
28 Mar
Event selesai
04 Apr
Event selesai
12 Mei
Event berikutnya
31 hari
Selengkapnya:

Dovizioso: Stoner Jadi Rival Paling Bertalenta

Andrea Dovizioso mengungkapkan rival terberatnya di MotoGP adalah Casey Stoner, tetapi juga tak mengesampingkan kemampuan Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Dovizioso: Stoner Jadi Rival Paling Bertalenta

Ketika naik ke kelas premier pada 2008, Dovizioso harus menghadapi sejumlah nama besar seperti Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Semuanya merupakan pembalap generasi emas MotoGP, yang tentu saja membuat Dovizioso kesulitan untuk mencapai tujuannya menjadi juara dunia.

Saat Stoner memutuskan pensiun pada 2012, Dovizioso berharap level persaingan menurun. Tetapi, kenyataannya tak sesuai harapannya karena Repsol Honda mempromosikan Marc Marquez ke MotoGP.

Kehadiran Marquez membuat level persaingan dalam memperebutkan gelar juara dunia makin tinggi. Bahkan, sejak ia naik ke kelas premier pada 2013 hingga 2019, hanya pembalap dengan motor Honda dan Yamaha yang bisa menjadi juara dunia.

Dominasi yang ditunjukkan Marc Marquez tak membuat Dovizioso menjadikannya sebagai rival utama, meski pada 2017-2019, selalu dikalahkan rider asal Spanyol itu dalam perebutan gelar.

Pernah satu trek dengan banyak pembalap besar, Dovizioso memilih Stoner sebagai lawan paling beratnya selama berkarier dalam MotoGP.

“Casey pembalap yang sangat bertalenta sejauh ini. Tapi di luar bakatnya, dia tahu bagaimana cara untuk mengeluarkan potensi terbaiknya,” kata Dovizioso kepada DAZN.

“Namun Anda tak bisa katakan Valentino tidak memiliki talenta, dia punya metodenya sendiri dan mendapatkan hasil luar biasa. Di satu sisi, Casey memberikan kejutan di debutnya! Itu adalah hal terburuk bagi para pesaing.

“Dia mengalahkan semua rival terberat. Dia melakukan itu sepanjang kariernya, dia benar-benar luar biasa. Jadi, selain memiliki talenta besar, dia juga tahu bagaimana memaksimalkannya.”

Casey Stoner, Repsol Honda Team, Andrea Dovizioso, Monster Yamaha Tech3

Casey Stoner, Repsol Honda Team, Andrea Dovizioso, Monster Yamaha Tech3

Foto oleh: Repsol Media

Andrea Dovizioso pernah menjadi rekan setim Stoner pada 2011, sebelum akhirnya pindah ke Yamaha Tech3 pada tahun berikutnya, dan bergabung dengan Ducati pada 2013.

Pembalap asal Italia tersebut tidak memungkiri dirinya kesulitan dalam menghadapi Casey Stoner, meskipun menggunakan motor yang sama.

“Tidak pas rasanya untuk memilih siapa yang terbaik, karena mereka telah menjadi juara dunia dengan cara dan karakteristik berbeda. Meski ada beberapa yang menuai hasil lebih baik daripada yang lain. Tapi, saya belajar banyak dari mereka,” kata Dovizioso.

“Sangat menarik dan sulit bertarung dengan mereka. Kami bukan hanya berbicara tentang nama-nama besar yang bertarung di barisan depan, tapi karena dalam 10 atau 15 tahun terakhir level persaingan sangat tinggi.

“Saya tidak merasa bahwa sebelumnya atau sekarang tingkat persaingan rendah, tetapi memiliki banyak bakat luar biasa di trek menjadi sesuatu yang mengesankan.”

Baca Juga:

Memiliki pertarungan ketat dengan Marc Marquez membuat Dovizioso mengakui kehebatan pria 27 tahun itu di atas tunggangannya RC213V.

“Sulit mengatakan ada pembalap lebih berbakat daripada Marc. Jujur, melihat segala yang dia dapatkannya, sangat sulit mengatakan Casey memiliki talenta sedikit lebih besar,” ujar Dovizioso.

“Marc berasal dari era berbeda, dia memiliki level persaingan berbeda dengan Casey. Dia memiliki lingkungan yang lebih santai dan tenang. Itu alasan dia memenangkan begitu banyak gelar dan akan memiliki karier yang sangat panjang.”

dibagikan
komentar
Mir Pilih Suzuki karena Tahu Bisa Buat Sejarah

Artikel sebelumnya

Mir Pilih Suzuki karena Tahu Bisa Buat Sejarah

Artikel berikutnya

Brad Binder Ingin Ramaikan Rivalitas Kakak-Adik MotoGP

Brad Binder Ingin Ramaikan Rivalitas Kakak-Adik MotoGP
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Andrea Dovizioso , Casey Stoner
Penulis Carlos Guil Iglesias