Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Andrea Dovizioso: Saya Hanya Memaksimalkan Kesempatan

Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Andrea Dovizioso mengatakan bahwa dirinya hanya ingin memaksimalkan peluang ketika mendapatkan kesempatan kembali ke MotoGP.

Andrea Dovizioso, RNF MotoGP Racing

Tahun lalu, Dovizioso kembali ke MotoGP setelah absen selama setengah tahun usai kontraknya tak diperpanjang Ducati.

Pembalap asal Italia itu menerima pinangan Yamaha untuk memperkuat Petronas SRT sebagai tandem Valentino Rossi. Ia menggantikan Franco Morbidelli yang dipromosikan ke tim pabrikan setelah Maverick Vinales didepak.

Namun, Andrea Dovizioso terlihat sangat kesulitan mengendalikan Yamaha YZR-M1, yang membuatnya selalu tertinggal di barisan belakang.

Banyak orang mengatakan Dovizioso terlalu memaksakan kehendak untuk kembali ke MotoGP di usia yang tak muda lagi.

Tetapi, runner-up MotoGP tiga kali (2017, 2018, 2019) itu menegaskan bahwa dirinya hanya mengambil peluang dan berusaha memaksimalkannya.

“Saya hanya bisa mengatakan pada akhir tahun ini apakah saya akan menyesali keputusan ini,” kata Dovizioso seperti dilansir Speedweek.

“Bagaimanapun, dalam hidup Anda harus melakukan apa yang Anda inginkan, terlepas dari hasilnya. Jika Anda memiliki sesuatu dalam pikiran bahwa Anda ingin melakukannya, maka Anda harus melakukannya, terlepas dari bagaimana kelanjutannya.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika Anda memiliki pikiran bahwa Anda ingin mencoba sesuatu dengan pabrikan tertentu, dan ada peluang untuk melakukannya dengan cara yang tepat, Anda harus melakukannya. Apapun hasilnya.

“Menurut saya, seseorang terlalu sering membuat kesalahan dengan mencari konfirmasi dari orang lain.

“Maksudnya adalah Anda mendapatkan hasil dengan cara tertentu, Anda harus hidup seperti itu. Jika Anda ingin menunjukkan apa yang ingin dilihat orang lain, itu bukan hidup Anda sendiri, itu salah dari sudut pandang saya. Itu hanya mengikuti orang banyak.”

Baca Juga:

Andrea Dovizioso akan menjadi pembalap tertua di trek dengan usia 35 tahun dan memiliki pengalaman selama 20 tahun di Kejuaraan Dunia Balap Motor (sejak mulai turun penuh di kelas 125cc pada 2002).

Pengalaman tersebut membuat juara dunia kelas 125cc (kini Moto3) 2004 itu sangat memahami keputusan yang harus dibuatnya, dan memilih kembali ke MotoGP menurutnya bukan langkah yang salah.

“Saya ada di dunia balap selama 20 tahun, dan membuat saya memiliki pola pikir seperti ini,” ujar pemenang 24 Grand Prix (lima di 125cc, empat di 250cc, dan 15 di MotoGP) tersebut.

“Ini tidak selalu benar, tapi inilah sikap saya. Jika seseorang hanya berpikir tentang citra, telah mencapai hasil bagus dan menemukan dirinya dalam situasi seperti yang terjadi dengan saya tahun lalu, dia hanya perlu berada di rumah dan menonton balapan dari sana.

“Jika Anda memiliki kesempatan dan keberuntungan untuk dapat membela tim yang didukung langsung pabrikan dan percaya pada sesuatu, maka itu bagus.

“Saya pikir itu hal yang benar untuk dilakukan. Setelah itu, setiap orang membuat refleksi mereka sendiri dan setiap orang dapat berbicara baik atau buruk tentang hal itu. Kalau boleh jujur, saya hanya peduli sampai titik tertentu saja,” tutur Andrea Dovizioso.

Andrea Dovizioso, RNF MotoGP Racing

Andrea Dovizioso, RNF MotoGP Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya MotoGP 2022: Tiga Juara Dunia Hadapi Tantangan Berat
Artikel berikutnya Pemenang MotoGP Qatar dalam 10 Balapan Terakhir

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia