MotoGP
28 Mar
Event selesai
04 Apr
Event selesai
R
MotoGP Portugal
18 Apr
FP1 dalam
3 hari
12 Mei
Event berikutnya
29 hari
Selengkapnya:

Aprilia Ingin Transformasi Besar-besaran di MotoGP 2021

Aprilia ingin melakukan transformasi besar-besaran sehingga bisa memangkas jarak dengan pabrikan papan atas yang berpartisipasi di MotoGP. Sejak kembali ke ajang balap premier pada 2015, mereka sering ada di posisi juru kunci.

Aprilia Ingin Transformasi Besar-besaran di MotoGP 2021

Agar dapat memanaskan persaingan di level top, pabrikan Italia itu bakal mengganti mesin dan aerodinamika. Ide tersebut sebenarnya akan dieksekusi pada musim 2020.

Mereka meluncurkan RS-GP dengan mesin 90° V4, bukannya 72°. Aerodinamika pun diperbaiki dengan spoiler yang terintegrasi ke fairing depan. Saat uji coba, performa motor tampak menjanjikan.

Namun, asa mengempis saat Komisi Grand Prix menginstruksikan pembekuan pengembangan mesin untuk menekan pengeluaran tim-tim. Aprilia Racing Gresini terpaksa menggunakan motor dengan spesifikasi dasar kembali.

Direktur Teknik Aprilia, Romano Albesiano, mengakui timnya mengalami kerugian akibat keputusan tersebut.

“Musim yang aneh karena situasi diciptakan oleh Covid-19. Ini sangat memengaruhi kami karena di tengah tahun (pada 2019), kami memutuskan untuk menciptakan proyek baru. Tujuan saat itu adalah meluncurkan proyek yang belum matang sesungguhnya di awal musim dan berproses sepanjang musim,” ucapnya kepada Motogp.com.

“Tapi karena Covid-19, konfigurasi teknik pada mesin dan aerodinamika dibekukan. Jadi kami harus bertahan dengan proyek sangat primitif sepanjang musim.”

Di tengah keterbatasan, mereka tidak berani mematok target muluk. Yang penting, bisa finis dan mendulang poin. Namun, terlihat kemajuan yang cukup mengesankan.

“Terlepas dari aspek itu, kami memiliki performa bagus. Kami memangkas gap cukup besar dengan para pemimpin, di kisaran 50 persen. Terima kasih kepada beberapa elemen. Motor salah satunya, pada awalnya, itu lebih bagus dari sebelumnya, kadang tak terduga, tapi kadang ada kejutan-kejutan bagus!

Baca Juga:

“Staf yang bekerja untuk motor meningkat pesat, kami punya orang-orang baru, datang dari tim-tim lain, atau ada yang kembali ke Aprilia setelah bekerja di tempat lain. Jadi grup berkembang dan secara keseluruhan saya bahagia dengan kinerja,” Albesiano menjelaskan.

Aprilia merupakan tim kecil yang tak kunjung sukses sehingga mereka masih menggenggam hak konsensi. Ini artinya pabrikan yang bermarkas di Noale tersebut boleh menjalankan tes sendiri di luar jadwal resmi.

Aleix Espargaro dan kawan-kawan dapat menguji untuk pengembangan mesin, sasis serta swingarm. Romano Albesiano yakin informasi yang diekstrak selama setahun terakhir bisa meningkatkan kualitas Aprilia pada 2021.

“Ini sangat menjanjikan karena kami telah meletakkan fondasi untuk proyek ini. Saya tidak dapat memodifikasi mesin (hingga musim 2020), jadi kami melakukan banyak pekerjaan di pabrik, dan kami mengembangkan mesin baru 50 persen untuk musim berikutnya,” ia mengungkapkan.

“Itu menunjukkan performa sangat baik sehingga kami tak sabar membawa proyek ini ke trek. Pada sisi aerodinamika, kami harus menjaga konfigurasi dengan sangat sedikit downforce sepanjang musim, jadi kami dapat lebih imbang dari konfigurasi aero (pada 2021), di mana merupakan sebuah keuntungan.

“Pada mesin, Aleix selalu mengatakan bahwa motor kami tidak ada apa-apanya untuk iri kepada kompetitor. Dia sering mengatakan lebih baik. Anda harus mengembangkan beberapa aspek untuk mesin, mengurangi tendensi untuk wheelie, kami hanya sedikit berlebihan.

“Jika kami membuat progress untuk dua poin itu dan mengembangkan pengetahuan kami dan sedikit manajemen ban, sebuah area di mana kami membuat banyak kemajuan (pada 2020), saya kira kami punya pengalaman sangat bagus dan sangat dekat dengan tim-tim pemimpin.”

Espargaro Kurang Pede

Aleix Espargaro, pembalap utama, menutup musim di urutan ke-17 musim lalu karena tiga kali tembus 10 besar. Bradley Smith bertengger di peringkat ke-21.

“Secara keseluruhan, kami belum gembira dengan hasil. Jika Anda bertanya kepada saya untuk memberi nilai musim kami, saya tidak memberi lebih dari enam (skala 10),” ucap Albesiano

Espargaro sangat penting bagi Aprilia. Namun, pembalap tersebut kehilangan kepercayaan diri. Albesiano berusaha memberi dukungan moril.

“Aleix adalah pembalap top kami. Dia pembalap sangat cepat. Dia bisa menggunakan mesin 100 persen. Dia merupakan titik acuan. Dia memulai musim dengan ekspektasi tinggi, mungkin terlalu tinggi, menempatkan beban di bahunya dan dia membuat lebih banyak kesalahan dari yang diharapkan. Itu bagian dari permainan. Aleix sungguh luar biasa. Kami mencintainya karena dia sangat cepat dan selalu penuh motivasi dan itu bagian permainan,” Albesiano melanjutkan.

Dilema Pembalap Kedua

Aprilia belum menentukan teman setim Espargaro musim depan. Setelah menderita banyak penolakan, mereka akan mengumumkan profil pembalap kedua sebelum tes pramusim. Bradley Smith dan Lorenzo Savadori sudah didaftarkan, tinggal memilih salah satu. Ini menimbulkan dilema.

“Bradley harus bekerja sebagai pengganti Andrea, sayangnya. Dia menjalani peran sebagai pembalap tes dan pembalap utama, tentu sulit baginya. Tapi, dia cukup bagus, banyak berkontribusi mengembangkan motor dan kinerjanya kadang mendekati Aleix. Kami sangat, sangat gembira dengan performanya,” Albesiano mengungkapkan.

“Kami memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Lorenzo, yang sangat sukses di kejuaraan di Italia. Dia melakukan pekerjaan yang fantastis. Jelas tidak melawan Bradley. Itu hanya memberi peluang agar Lorenzo berkembang, lebih matang sebagai pembalap MotoGP, jadi dia lebih mempersiapkan diri untuk masa depan, untuk tes dan mungkin balapan.”

 

dibagikan
komentar
 Honda Punya "Maradona Balap Motor" dalam Diri Marquez

Artikel sebelumnya

Honda Punya "Maradona Balap Motor" dalam Diri Marquez

Artikel berikutnya

Terungkap, Penyebab Dovizioso Frustrasi di Ducati

Terungkap, Penyebab Dovizioso Frustrasi di Ducati
Muat komentar