Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP MotoGP Spanyol

Aprilia Kini Jadi Penantang Titel MotoGP 2022

Aleix Espargaro mengatakan bahwa Aprilia sekarang masuk dalam perebutan gelar juara adalah hal yang nyata, setelah mengklaim podium di Jerez.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing

Menyusul raihan finis ketiga pada MotoGP Spanyol, Espargaro hanya berjarak tujuh poin dari Fabio Quartararo. Sang juara dunia bertahan ini tetap memuncaki klasemen sementara, meski hanya menempati posisi kedua.

Podium di Jerez merupakan back-to-back yang pertama untuk Espargaro, melanjutkan raihan serupa di Portimao. Sebelumnya, dalam seri MotoGP Argentina, Spaniard sukses mencetak kemenangan bersejarah.

Menyebut tim masih memiliki kekurangan untuk menandingi Quartararo, tetapi Espargaro yakin Aprilia Racing kini telah menjadi salah satu penantang titel MotoGP 2022.

“Saya tidak akan bangun sampai Valencia,” ucap Espargaro ketika menjawab pertanyaan apakah dirinya sedang bermimpi atas torehan gemilang Aprilia.

“Saya mulai bermimpi di Qatar, dan saya akan mencoba untuk tetap membumi. Tapi itu nyata, itu nyata.

“Kami melakukan pekerjaan yang hebat. Kami harus tahu bahwa untuk saat ini perasaan yang saya miliki, dengan Fabio kami tidak benar-benar memiliki kecepatannya.

“Kami kehilangan sesuatu, tidak terlalu banyak. Karena hari ini saya pikir jika saya tidak terjebak di belakang Jack (Miller) dan Marc (Marquez), saya akan sangat dekat dengan mereka (Quartararo dan Francesco Bagnaia).

“Saya kehilangan sesuatu. Jadi, kuncinya tahun ini adalah konsistensi, tidak membuat kesalahan, berada di sana.

“Kami meraih hampir 33 persen (dari) kejuaraan dan kami hanya tertinggal tujuh poin darinya.”

Aleix Espargaro, Aprilia Racing

Aleix Espargaro, Aprilia Racing

Photo by: Dorna

Keberhasilan podium di Jerez berarti bahwa Aprilia resmi kehilangan konsesi. Tim yang dikomandoi Romano Albesiano ini pun tak lagi mendapat keistimewaan, seperti jatah mesin, kebebasan tes serta pengembangan mesin.

Sistem konsesi mulai diperkenalkan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) pada 2015, dengan penerapannya musim 2016. Hal ini dilakukan dalam upaya menyeimbangkan level kekuatan para pabrikan.

Kendati mengatakan hidupnya tidak akan dibebani tekanan, Espargaro percaya Aprilia kehilangan konsesi adalah hal yang adil. Apalagi jika melihat kinerja bagus RS-GP dalam beberapa balapan terakhir.

“Saya pikir jika kami berada pada balapan keenam dan kami (selisih) tujuh poin dari pemimpin, motor bekerja dengan baik,” tuturnya.

“Adalah adil untuk kehilangan konsesi. Adil untuk bertarung dengan mereka dengan senjata yang sama.

“Saya sangat percaya dengan para insinyur Aprilia dan saya tahu di Noale mereka akan sedikit lebih stres.

“Tapi saya tidak berpikir itu akan banyak berubah. Hidup saya akan lebih mudah, saya menjalani tes setelah Le Mans di Mugello. Saya akan memiliki lebih banyak waktu untuk pulang. Saya akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersepeda.

“Saya tidak terlalu stres. Hal yang paling sulit adalah mencapai level yang kami capai. Mesin harus bertahan sedikit lebih lama, tetapi saya pikir mereka akan bisa melakukannya.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Begini Cara Menyalakan Motor MotoGP yang Efisien
Artikel berikutnya Knalpot ‘Udang’ KTM Curi Perhatian Saat Tes MotoGP Jerez

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia