Aprilia tak bisa gagal lagi pada 2019

dibagikan
komentar
Aprilia tak bisa gagal lagi pada 2019
Oleh:
6 Jan 2019 15.32

Kedatangan Andrea Iannone dan Bradley Smith, Aprilia tak punya alasan untuk kembali terpuruk musim 2019. Hal tersebut diungkapkan kepala teknis tim, Romano Albesiano.

Setelah dua musim sebelumnya bersama Sam Lowes dan Scott Redding, Aleix Espargaro akan diduetkan dengan Iannone. Aprilia juga mendapuk Smith sebagai pembalap penguji 2019.

Kedua rekrutan baru skuat Noale memiliki pengalaman tim pabrikan, Iannone menghabiskan empat tahun terakhirnya masing-masing dua musim bersama Ducati dan Suzuki, sementara Smith tiba dari KTM.

Setelah kekecewaan sepanjang 2018, Albesiano sadar ada yang tidak beres dengan RS-GP 2018. Tapi, ia yakin kedua pembalap barunya dapat membantu Aprilia melangkah maju.

“Kami memiliki ekspektasi berbeda musim ini, khususnya setelah akhir 2017 di mana kami secara konstan 10 besar, serta mendekati lima besar,” ujar Albesiano.

“Sejujurnya, ada yang tidak beres pada desain motor baru, kami kehilangan sesuatu di keseimbangan motor, kami amat kesulitan.

“(Kondisinya) tidak jelas sejak awal, para pembalap sangat kesulitan untuk memahami apa yang diperlukan.  Senang melihat Andrea (Iannone) mendapatkan hasil fantastis (di 2018), kami tahu kami tak punya alasan.

“Saya sangat bersemangat, saya tahu kami memiliki potensi dan semua bahan baku untuk membuat resep bagus musim depan.”

Baca Juga:

Selain kedua pembalap tersebut, Aprilia juga merekrut mantan petinggi tim F1 Ferrari, Massimo Rivola sebagai CEO Aprilia Racing.

Albesiano, yang masih bertanggung jawab dalam pengembangan RS-GP, menganggap motor MotoGP unik. Punya pengalaman dengan motor lain, masukan dari Smith dan Iannone sangatlah krusial.

“Tentu sangat penting bagi kami mengambil pembalap baru ini karena bakat, dan mereka memberi kami informasi. Bagi perusahaan seperti kami, itu sangatlah penting,” tambahnya.

 “Motor kami cukup spesifik,  dengan (konfigurasi) mesin V sudut kecil, kami memiliki keseimbangan motor yang benar-benar berbeda.

“Selalu penting membandingkan feeling pembalap baru yang sebelumnya menggunakan motor berbeda, anggap saja lebih konvensional dibanding motor kami. Itu (masukan mereka) sangat penting dalam pengembangan motor.”

Slider
Daftar

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing, Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing, Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini

Andrea Iannone, Aprilia Racing Team Gresini
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini

Bradley Smith, Aprilia Racing Team Gresini
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Massimo Rivola, Aprilia Racing, CEO

Massimo Rivola, Aprilia Racing, CEO
10/10
Artikel berikutnya
Rainey: Tekanan ada di Marquez, bukan Lorenzo

Artikel sebelumnya

Rainey: Tekanan ada di Marquez, bukan Lorenzo

Artikel berikutnya

Cedera hambat progres KTM sepanjang 2018

Cedera hambat progres KTM sepanjang 2018
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru