Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP MotoGP Jepang

Francesco Bagnaia Ingin Menang Bukan karena Team Order

Di MotoGP Jepang, Francesco Bagnaia akan fokus pada Fabio Quartararo mengingat gap antara kedua favorit juara itu kini hanya 10 poin.

Francesco Bagnaia, Ducati Team, Jack Miller, Ducati Team, Enea Bastianini, Gresini Racing

Dalam lima balapan terakhir Kejuaraan Dunia MotoGP 2022, Bagnaia (Ducati Lenovo) berhasil merebut empat kemenangan dan satu podium kedua untuk mengoleksi 120 poin.

Sebaliknya, sang pemimpin klasemen sekaligus juara dunia bertahan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) justru melambat dengan hanya sekali naik podium dan dua kali gagal finis, untuk mengoleksi cuma 39 poin.

Alhasil, menjelang putaran (round) ke-16, GP Jepang, akhir pekan ini (23-25/9/2022), Bagnaia berhasil merangsek ke posisi kedua. Pembalap asal Italia itu kini hanya terpaut 10 poin dari Quartararo yang masih bertahan di puncak.

Bagnaia pun berkeinginan keras untuk merebut kemenangan ketujuhnya musim ini pada balapan di Sirkuit Motegi, trek yang ia kuasai pada 2018 dalam merintis jalan merebut gelar juara dunia Moto2.

Sejak Bagnaia mencuat, subjek perbincangan mengarah pada kemungkinan team order yang bakal diterapkan Ducati. Dengan delapan motor di grid MotoGP saat ini, taktik untuk memuluskan Bagnaia merebut gelar, jelas sangat mungkin dilakukan.

Baca Juga:

Faktanya, sejak para bos Ducati memunculkan pernyataan team order, sangat sulit bagi para pembalap Ducati lain – dari tim Prima Pramac Racing, Mooney VR46 Racing, Gresini Racing, hingga Jack Miller di Ducati Lenovo – untuk berada di depan Quartararo, jika Bagnaia sedang di depannya.

Dalam jumpa pers resmi GP Jepang, Bagnaia menjelaskan sekaligus mengklarifikasi soal kabar team order tersebut.

“Saya kira, saya tidak butuh bantuan (sesama pembalap Ducati) untuk berada di depan. Saya ingin menang di trek dan itu bukan karena seseorang membiarkan saya melewatinya,” tutur Bagnaia.

“Keputusan (soal team order) itu bukan di tangan saya. Saya sudah menjelaskan apa yang saya ingin lakukan namun soal itu bukan kewenangan saya. Saya hanya ingin selalu berada di depan pada setiap balapan.”

Bagnaia hampir membuat rekor di Ducati dengan merebut lima kemenangan beruntun setelah mendominasi balapan sebelumnya di MotorLand Aragon, Spanyol, sepekan lalu. Tetapi pada lap terakhir, Enea Bastianini (Gresini Racing) berhasil melibas Bagnaia untuk merebut kemenangan di GP Aragon.

Francesco Bagnaia, Ducati Team, Enea Bastianini, Gresini Racing, saat turun di race MotoGP Aragon.

Francesco Bagnaia, Ducati Team, Enea Bastianini, Gresini Racing, saat turun di race MotoGP Aragon.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Bastianini salah satu pembalap sangat berbakat di grid MotoGP saat ini. Ia pasti akan berusaha keras untuk finis di tiga besar klasemen akhir. Kami berdua juga akan bersaing untuk kemenangan,” ucap Bagnaia.

“Memang, 48 poin (gap Bastianini dengan Quartararo) cukup jauh. Tetapi saya sudah membuktikan mampu mereduksi gap yang sangat besar hanya dalam beberapa balapan.”

Francesco Bagnaia juga senang MotoGP bisa kembali ke Jepang sejak terakhir digelar pada 2019. Tentu banyak yang berubah dalam tiga tahun terakhir. Bagnaia sendiri percaya Ducati Desmosedici GP22 geberannya bakal cocok dengan karakteristik Motegi.

“Saya takkan terlalu memikirkan posisi di klasemen karena lima balapan (termasuk Motegi) masih terbilang banyak, apa pun bisa terjadi,” ucap Francesco Bagnaia.

“Saya hanya ingin menjalankan pekerjaan, mampu kompetitif. Di Indonesia, saya tidak mampu cepat. Karena itu di sini saya akan berusaha memahami bagaimana reaksi motor di trek basah,” kata Bagnaia saat disinggung soal kemungkinan hujan yang akan mengguyur Motegi sepanjang akhir pekan ini.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Jadwal Balapan Pekan Ini: MotoGP dan WSBK Memanas
Artikel berikutnya Insiden MotoGP Aragon, Takaaki Nakagami Tak Salahkan Marc Marquez

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia