Bagnaia Puji Kinerja Dovizioso Tingkatkan Desmosedici GP

Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, berterima kasih kepada Andrea Dovizioso yang telah membuat Ducati Desmosedici GP menjadi motor yang paling ditakuti saat ini.

Bagnaia Puji Kinerja Dovizioso Tingkatkan Desmosedici GP

Bagnaia bisa jadi tidak senang dengan hasil yang didapatkannya pada MotoGP Austria usai hanya finis di podium kedua setelah kondisi balapan yang flag-to-flag (berganti motor karena perubahan kondisi lintasan).

Tetapi, pembalap asal Italia itu merasa senang dengan performa Ducati Desmosedici GP21 sepanjang balapan Grand Prix Austria. Bagnaia mampu bersaing ketat dengan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dalam memperebutkan kemenangan hingga lap 25.

Sayang, hujan yang turun di tiga lap terakhir memaksanya untuk mengganti motor dengan ban basah dan harus berjuang keras memperbaiki posisinya. Mengingat sebagian besar pembalap tetap bertahan dengan ban slick.

Jika balapan tetap dalam kondisi trek kering, Francesco Bagnaia percaya diri bisa meraih kemenangan dengan Desmosedici GP21 miliknya.

“Keempat pembalap Ducati yang menunggangi motor pabrikan memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing,” kata Bagnaia seperti dilansir Speedweek.

“Bersama-sama kami akan mengembangkan motor ke arah yang tepat. Saya pikir kami telah membuat kemajuan besar musim ini dan saya yakin kami akan lebih kuat dengan sasis baru pada 2022.”

Baca Juga:

Menjadi runner-up di MotoGP Austria membawa Bagnaia kini berada di urutan kedua dalam klasemen sementara MotoGP 2021. Pembalap 25 tahun itu kini terpaut 47 poin dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang berada di puncak klasemen.

Hasil itu juga membawa Ducati naik ke puncak klasemen konstruktor dengan mengoleksi 212 poin usai menggeser Yamaha.

Francesco Bagnaia mengatakan apa yang didapatkannya saat ini berkat kerja keras Andrea Dovizioso dalam meningkatkan Desmosedici GP bersama Danilo Petrucci.

“Bagi saya, Danilo dan Dovi telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus sejak 2013,” ujarnya.

“Dovi memulai bersama Ducati dengan begitu banyak masalah. Jadi saya berterima kasih kepadanya yang telah membawa kami memperjuangkan gelar juara dunia saat ini.

“Tapi, Jorge Lorenzo, Andrea Iannone, dan Danilo juga memiliki peran besar dalam membangun motor.”

Andrea Dovizioso, Ducati Team, bersaing dengan Joan Mir, Team Suzuki MotoGP di GP Austria 2020, kemenangan terakhir yang diberikan Dovi untuk Ducati.

Andrea Dovizioso, Ducati Team, bersaing dengan Joan Mir, Team Suzuki MotoGP di GP Austria 2020, kemenangan terakhir yang diberikan Dovi untuk Ducati.

Foto oleh: MotoGP

Sejak Casey Stoner meninggalkan Ducati pada akhir 2010, pabrikan Italia itu tidak pernah merebut kemenangan hingga Andrea Dovizioso mempersembahkan podium utama di GP Malaysia pada 2016 lalu.

Sejak saat itu, Desmosedici GP berkembang pesat hingga menjadi penantang gelar sejak 2017-2019, di mana Dovizioso selalu keluar sebagai runner-up.

“Kami harus memperhatikan hal-hal kecil. Setiap sesi berakhir, kami selalu berbincang dengan Gigi Dall’Igna untuk memberikan pandangan kami dan dia memberikan timbal balik,” ucapnya.

“Ini memungkinkan mekanik dan teknisi melakukan setelan pada motor yang membuat pembalap dapat berkendara dengan baik. Kami semakin baik dan lebih baik lagi.”

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Foto oleh: Dorna

dibagikan
komentar
Yamaha Tak Izinkan Maverick Vinales Balapan MotoGP Inggris

Artikel sebelumnya

Yamaha Tak Izinkan Maverick Vinales Balapan MotoGP Inggris

Artikel berikutnya

Luca Marini: Saya dan Valentino Rossi Hampir Ciptakan Sejarah

Luca Marini: Saya dan Valentino Rossi Hampir Ciptakan Sejarah
Muat komentar