Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP Dutch GP

Bagnaia: Saya Kritis terhadap Diri Sendiri, Juara Tak Didapat Tiba-tiba

Setelah akhir pekan yang mengesankan di Assen, Francesco Bagnaia mengenang kembali usahanya memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahanya mempertahankan mahkota MotoGP.

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Juara MotoGP dua kali berturut-turut ini tak tertandingi sepanjang akhir pekan. Ia memimpin setiap sesi latihan kecuali sesi Warm Up, merebut posisi terdepan melawan Jorge Martin yang kuat, dan memenangi balapan Sabtu dan Minggu dengan memimpin di setiap lap, di depan pembalap Spanyol itu.

Pembalap Italia ini menjadi satu-satunya yang memenangi dua Sprint Race dan balapan panjang secara beruntun, setelah suksesnya di Misano. Ia menyamai rekor 23 kemenangan bersama Ducati dengan ikon Borgo Panigale, Casey Stoner. Sebuah Grand Prix yang tak terlupakan.

Bagnaia berada dalam kondisi terbaiknya setelah melakukan kesalahan dan mengalami masalah pada paruh pertama musim, yang membuatnya tertinggal dalam perebutan gelar juara. Yang paling mencolok adalah kecelakaannya saat sprint di Montmelo, pada tahap akhir balapan yang dimenangkannya.

Setelah balapan Minggu di 'La Catedral', pembalap nomor satu ini melihat kembali pekerjaan yang telah ia lakukan untuk berkembang, dan yang telah membawanya menjadi dua kali juara dunia di kelas utama, meskipun ia adalah bagian dari sebuah proses dan sadar bahwa ia harus terus melangkah.

"Anda tahu betul bahwa saya sangat kritis terhadap diri saya sendiri. Jujur saja, ada banyak hal yang harus saya perbaiki," ujar Bagnaia kepada 'Sky Sport MotoGP' setelah menang di Assen.

Baca Juga:

"Ada beberapa kesalahan, seperti yang terjadi di Barcelona, yang seharusnya bisa dihindari. Selalu ada yang bisa dipelajari, Anda tidak menjadi juara secara tiba-tiba, selalu ada banyak pekerjaan di belakang. Saat ini kami berada di jalur yang tepat, namun masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan.

Pekerjaan untuk tidak melakukan kesalahan itu melibatkan pemikiran yang sangat cerdas, tidak terganggu, dan mengendalikan semuanya, sesuatu yang ia lakukan dalam pertarungannya dengan pemimpin klasemen pada Minggu.

"Hanya ada sedikit ruang untuk berpikir. Lebih dari segalanya, Anda harus mencoba mengendalikan semua situasi semaksimal mungkin: hari itu sangat berangin, jadi Anda harus mengatur ban depan dengan sangat baik, karena tidak cukup panas untuk menggunakan ban keras, tetapi juga tidak cukup dingin untuk menggunakan ban medium,” ia menambahkan.

“Kami memilih ban keras, tetapi itu adalah situasi yang sedikit membatasi. Kemudian, Martin mencoba mengejar saya dua kali, dan pada saat-saat itu sangat penting untuk bisa membuka jarak lagi. Sejujurnya, saya hanya mencoba melakukan yang terbaik, seperti biasa".

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Lebih lanjut, Pecco menjelaskan mengapa ia merasa sangat baik di Assen. "Pada Jumat pagi, kami sangat kuat dengan ban medium, bahkan orang-orang yang menggunakan ban soft pun tidak bisa mencatatkan waktu yang lebih baik.

“Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi di sirkuit lain: Saya selalu cepat di Jumat pagi, tetapi biasanya yang lain lebih cepat. Namun, secara umum, trek ini lebih cocok dengan gaya berkendara saya daripada motornya. Ducati selalu cenderung gugup dan banyak bergerak.

“Saya harus mengatakan bahwa pekerjaan yang telah kami lakukan untuk menyiapkannya dan menjadi kompetitif di bagian yang cepat sangat penting. Selain itu, saya menyukai tikungan yang cepat dan Anda harus bernegosiasi, jadi ini sangat cocok dengan gaya saya.”

Pembalap kelahiran Turin ini, yang berharap bisa tampil kuat di Sachsenring seiring dengan momentum timnya, percaya bahwa saat ini adalah bagian yang kuat dari musim ini baginya.

"Saya ingin tampil seperti ini setiap akhir pekan. Saya yakin, jika kami bekerja dengan baik, kami selalu bisa mendapatkan hasil seperti ini. Tentu saja ada sirkuit yang mendukung dan tidak mendukung, tetapi yang akan datang sekarang semuanya cukup bagus: Sachsenring, Silverstone, Red Bull Ring, Misano, Aragon....

“Saya selalu sangat kuat di semua sirkuit tersebut. Tetapi juga di Australia dan di tur Asia saya mendapatkan hasil yang bagus. Kenyataannya, tidak banyak sirkuit yang tidak cocok untuk saya," pungkasnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Absen di MotoGP Jerman, Rins Akan Diganti Gardner
Artikel berikutnya Hamilton Jajaki Peluang Akuisisi Tim MotoGP

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia