Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Breaking news
MotoGP Dutch GP

Bagnaia Sayangkan Tiga Pembalap Hengkang dari Ducati

Francesco Bagnaia menjalani akhir pekan spektakuler MotoGP Belanda, finis tercepat dan mencetak rekor baru di Assen. Kepindahan resmi Pramac ke Yamaha juga telah membuka kembali pembicaraan di pasar, tetapi Pecco berbicara tentang Jorge Martin, Enea Bastianini, dan Marco Bezzecchi yang akan meninggalkan Ducati.

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pembalap Ducati ini menjadi yang tercepat di kedua sesi latihan Grand Prix Belanda dan juga mencatatkan rekor baru di sirkuit yang sangat spesial baginya, sehingga ia menorehkan tato di lengannya. Namun, karena tidak terlalu terbiasa melihat sang juara dunia tampil begitu cemerlang sejak Jumat pagi, muncul keraguan bahwa akan sangat sulit bagi para pesaing untuk mencoba mengalahkannya akhir pekan ini.

"Saya sangat puas dengan pekerjaan yang telah kami lakukan sejak awal tahun, yang mulai membuahkan hasil. Sudah lima hari Jumat, kami mampu tampil kompetitif, tapi ini pertama kalinya saya menjadi yang pertama di FP1 sejak 2018 dan itu luar biasa, meskipun strategi kami untuk tidak melakukan time attack telah mendorongnya,” ujar Bagnaia..

“Namun saya sangat puas, kami bekerja ke arah yang benar, menemukan hal-hal kecil yang membantu kami. Saya tidak akan meminta terlalu banyak dari tim untuk besok, hanya detail-detail kecil, karena kami sudah berada di jalur yang tepat.”

Rekan setimnya, Enea Bastianini, mengatakan bahwa ia merasa tidak terkalahkan di beberapa bagian lintasan Belanda.

"Saya bisa mengerem dengan sangat keras di bagian yang cepat, memberikan saya banyak kecepatan di tikungan, dan ini adalah sesuatu yang memberikan saya keuntungan bagus. Saya harus sedikit memperbaiki T1, tapi kami sudah tahu apa yang harus diperbaiki. Di bagian trek lainnya, di sisi lain, saya merasa sudah sangat konsisten.

Baca Juga:

Dari luar, sebenarnya, semuanya tampak mudah baginya. Pecco menjelaskan alasannya, "Assen adalah trek yang sangat rumit, dari semua sudut pandang. Tahun lalu, saya kesulitan pada hari Jumat, karena kami memiliki masalah dengan stabilitas motor.

“Kali ini, kami mulai dengan pengaturan sesuai arah yang kami ambil untuk mengatasinya dan langsung berhasil. Stabilitas di sini sangat membantu dan setelah menemukannya segera membantu saya untuk memiliki perasaan untuk mendorong.”

Untuk Sprint kemungkinan besar akan menggunakan ban soft, sedangkan untuk balapan panjang masih terbuka.

"Hari ini, kami memutuskan untuk melanjutkan dengan ban medium karena saya merasa nyaman. Ban soft memiliki daya cengkeram yang lebih baik dalam segala hal, tetapi kami tidak tahu bagaimana perilakunya dalam balapan panjang,” ucapnya.

“Besok pagi, kami akan mencoba melakukan beberapa lap di atasnya, juga karena ini akan menjadi hari yang paling panas, jadi Sprint mungkin akan membantu untuk memahami ban mana yang harus digunakan. Masalah dengan ban soft adalah pergerakannya dan di sini jika motor tidak stabil maka akan menjadi masalah, jadi kita lihat saja nanti."

Tak pelak, berita hari itu juga dibahas: perpisahan Prima Pramac Racing dengan Ducati. Faktanya, tim asuhan Paolo Campinoti ini telah menyerah pada tawaran Yamaha, yang menawarkan dua motor resmi dan program jangka panjang (kabarnya tujuh tahun).

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Francesco Bagnaia, Tim Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Oleh karena itu, pembalap #1 ditanyai apa yang akan terjadi pada keseimbangan merek tanpa tim yang mampu memenangi gelar juara dunia tim tahun lalu, serta membawa Jorge Martin untuk memperebutkan gelar juara dunia pembalap sampai ke Valencia.

"Dalam beberapa tahun terakhir selalu ada dua pembalap, terutama Martin, yang bisa diajak berbagi rasa atau berbicara tentang perjalanan ke depan. Tapi sekarang, tidak akan ada lagi, karena Pramac akan berganti motor,” ia menjelaskan.

“Saya masih belum tahu siapa yang akan menjadi tim satelit antara VR46 dan Gresini, meskipun saya berharap VR46. Ini akan sedikit berbeda, karena kami akan turun dua motor, jadi pekerjaan para insinyur Ducati akan berkurang, dan itu mungkin bagus. Tapi yang pasti akan berbeda.”

Selain kehilangan Pramac, Ducati juga tidak bisa lagi mengandalkan Martin, Marco Bezzecchi dan Enea Bastianini tahun depan, karena dua yang pertama pindah ke Aprilia dan yang terakhir ke KTM. Oleh karena itu, Pecco ditanya apakah mungkin harga yang harus dibayar untuk mendapatkan Marc Marquez tidak terlalu mahal bagi Ducati.

"Bukan saya yang memutuskan, tapi tentu saja pilihan yang dibuat ada alasannya. Dari empat pembalap, tiga telah pergi dan itu adalah sebuah kerugian. Yang pasti, ada tiga pembalap yang sangat kuat yang pergi ke rumah lain, tapi saya tak tahu apakah itu tergantung apakah Marc ada di sana atau tidak. Mungkin itu hanya berlaku untuk Martin," pungkasnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Kualifikasi MotoGP Belanda: Bagnaia Kunci Pole dan Rekor, Marquez Crash
Artikel berikutnya Sprint MotoGP Belanda: Bagnaia Menang, Marquez Crash

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia