Bagnaia: Situasinya Makin Rumit karena Marquez Dapat Hasil Fantastis
Hari yang buruk bagi Francesco Bagnaia yang, untuk pertama kalinya musim ini, tertahan di Q1 di MotoGP Hungaria, dan kehilangan lebih dari satu detik per lap dalam Sprint Race dari rekan setimnya, Marc Márquez.
Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images
Pecco Bagnaia membutuhkan waktu lebih dari dua jam setelah balapan MotoGP Huongaria berakhir untuk menghadiri jumpa pers seperti biasa. Pembalap Italia ini mengadakan pertemuan panjang dengan para teknisi Ducati, mencoba memahami mengapa ia gagal maju dalam balapan. Ia start dari urutan ke-13 dan tiba di garis finis di posisi yang sama meskipun ada beberapa kecelakaan dan retired. Selain itu, ia terpaut 14,891 detik dari sang pemenang, Marc Marquez, dalam balapan yang hanya terdiri dari 13 lap (52,9 kilometer).
Sekali lagi, Pecco mengatakan kepada media bahwa ia mengalami "salah satu momen terburuk dalam karier olahraga saya". Sebuah pernyataan yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia kehilangan kepercayaan diri dan pekerjaannya dengan tim yang menjadikannya juara MotoGP dua kali.
"Saya pikir saya adalah salah satu orang paling percaya diri di dunia, jadi saya tidak berpikir saya memiliki masalah seperti ini," katanya memotong pembicaraan.
"Saya tahu betul bahwa ini adalah momen yang sulit dan saya mengakuinya tanpa ragu," tambahnya. "Kami sedang bekerja untuk menemukan solusi, dan kami akan menemukannya, karena saya yakin kami akan menemukannya. Kami hanya perlu melihat apakah kami dapat melakukannya tahun ini, karena sangat penting untuk meletakkan fondasi untuk musim depan. Ini adalah periode yang rumit dan sulit, tetapi biasanya Anda hanya bisa belajar dari momen-momen seperti ini," ia mencoba untuk bersikap positif, sambil tetap berharap untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk tahun depan.
Francesco Bagnaia, Tim Ducati, terjebak di Q1 untuk pertama kalinya musim ini.
Foto oleh: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images
Sebuah pernyataan yang langsung memicu spekulasi tentang pergantian motor pada 2026, dan memundurkannya ke 2024.
"Saya ingin mengakhiri spekulasi ini, karena ini adalah hal-hal yang muncul di media sosial, apa yang sedang kita bicarakan," ungkapnya. "Saat ini, mudah saja, jelas saya akan memilih motor GP24. Tapi pada saat pilihan harus dibuat, saya tidak dapat memahami potensi sebenarnya, tapi sekarang tidak ada jalan untuk kembali."
Setelah mencapai titik terendah, Bagnaia harus keluar dari lubang, yang perlu dipahami adalah apakah itu dicapai dengan perubahan radikal atau sedikit demi sedikit.
"Saya melangkah selangkah demi selangkah di awal tahun, dan di sini ada perubahan besar. Kami memanfaatkan akhir pekan terbaik untuk membuktikannya, karena di situlah kami paling kesulitan," ungkapnya. "Hari ini kami membuat langkah kecil ke depan, yang akan membantu saya di sirkuit lain dengan zona pengereman yang lebih sedikit seperti ini."
Bagnaia bukanlah orang yang suka bersembunyi atau menghindar dari pertanyaan, dan memahami bahwa sulit untuk memahami perbedaan yang begitu besar dengan tetangganya di pit lane. Situasi yang tidak bisa dijawab dengan jelas oleh teknisi Ducati.
"Kami bekerja seperti biasa, bedanya sekarang lebih rumit karena rekan setim saya mendapatkan hasil yang fantastis.
"Faktanya, ia adalah pembalap terbaik yang pernah mengendarai Ducati dalam hal hasil. Jadi ini rumit bagi mereka, karena kami memiliki motor yang sama, tetapi motornya bereaksi sangat berbeda saat dikendarai. Motor mereka tetap diam di bawah pengereman, sementara motor saya banyak bergerak, tetapi motornya mirip, jadi itu rumit bagi mereka juga," tuturnya, merujuk pada para teknisi.
Dengan kemiripan motor tersebut, Pecco ditanya apakah mustahil untuk mencoba memiliki set-up yang sama dengan Márquez.
"Dia memiliki set-up yang kurang lebih sama dengan yang dia gunakan tahun lalu, mulai dari basis yang kami miliki, hasil dari pengalaman yang kami dapatkan selama bertahun-tahun. Rasanya nyaman, jadi dia memang masih menggunakannya. Marc adalah pembalap yang selalu mengatakan bahwa dia tidak suka menyentuh motor dan lebih suka beradaptasi," ia menandaskan.
Yang pasti Pecco tidak akan mencoba GP24 lagi, hanya untuk memastikan bahwa motor ini lebih baik dari GP25 dalam hal karakteristik berkendara.
"Jika saya tidak bisa menggunakannya dalam balapan, tidak ada gunanya mengujinya. Saya tahu betul bahwa feeling-nya lebih baik, jadi saya tak perlu membuktikannya," ujarnya.
Mira: POR OREJAS #135: Márquez extiende su tiranía y se queda sin rivales en MotoGP
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments